maglearning.id

PENGGOLONGAN JENIS PENELITIAN

Seringkali kita kebingungan dalam menentukan jenis penelitian yang sedang kita lakukan. Apakah penelitian ini kuantitatif atau kualitatif, korelasional atau eksplanatif. Hal ini wajar terjadi dan hampir dialami oleh para mahasiswa atau peneliti pemula. Ya memang demikian, disamping memang pengalaman membaca kita yang masih terbatas, memang banyak penulis menggunakan perspektif yang berbeda dalam menggolongkan penelitian.

Dari sekian banyak penggolongan dari para penulis, penggolongan penelitian Ranjit Kumar (2011) menurut saya lebih mudah dipahami dan cukup jelas sekaligus ringkas. Namun masih ada jenis penelitian yang belum terakomodasi, terutama untuk penelitian yang sering digunakan dalam dunia pendidikan.

Berdasar pada kerangka yang dibuat oleh Ranjit Kumar maka saya sedikit menambah jenis-jenis penelitian tersebut namun dalam perspektif yang sama, yaitu : perspektif aplikasi, tujuan penelitian dan metode yang digunakan. Dengan demikian jenis penelitian dapat dilihat dari tiga perspektif yang berbeda yaitu :

1. Aplikasi dari temuan penelitian

Dalam perspektif ini penelitian dibedakan menurut aplikasi dari temuan penelitian yang dihasilkan. Ada dua jenis penelitian menurut perspektif ini yaitu : Penelitian Murni dan Penelitian Terapan.

2. Tujuan penelitian

Jenis penelitian digolongkan menurut tujuan dilakukannya penelitian. Dalam perspektif ini penelitian dapat digolongkan menjadi beberapa jenis yaitu : Penelitian Deskriptif, Penelitian Eksploratoris, Penelitian Korelasional, Penelitian Eksplanasi, Penelitian Tindakan, Penelitan Pengembangan.

3. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian

Perspektif ini melihat penelitian dari metode yang digunakan yaitu: Penelitian Kuantitatif, Penelitian Kualitatif, Penelitian metode campuran/mixed.

Dikembangkan Dari Ranjit Kumar (2011)

Klasifikasi jenis penelitian berdasarkan perspektif ini tidak saling eksklusif: yaitu, dimana sebuah penelitian dapat diklasifikasikan dari sudut pandang ‘aplikasi’ juga dapat diklasifikasikan dari perspektif ‘tujuan’ dan ‘metode’ yang digunakan. Jadi, sebuah penelitian dapat diklasifikasikan sebagai penelitian murni atau terapan (dari perspektif aplikasi), sebagai deskriptif, korelasional, eksplanatori atau eksploratori (dari perspektif tujuan) dan sebagai kualitatif atau kuantitatif (dari perspektif metode yang digunakan). Misalnya sebuah penelitian merupakan penelitian terapan, korelasional dan kuantitatif.

JENIS PENELITIAN DARI PERSPEKTIF APLIKASI

Ada dua kategori penelitian bila dilihat dari perspektif aplikasi yaitu penelitian murni dan penelitian terapan. Penelitian murni biasa merupakan penelitian pengembangan, pengujian teori dan hipotesis yang secara intelektual menantang bagi peneliti tetapi mungkin tidak memiliki aplikasi praktis pada saat ini atau di masa depan. Dengan demikian penelitian semacam itu biasanya merupakan pengujian hipotesis yang mengandung konsep yang sangat abstrak dan terspesialisasi.

Penelitian murni juga berkaitan dengan pengembangan, pemeriksaan, verifikasi dan penyempurnaan metode penelitian, prosedur, teknik dan alat yang membentuk konstruksi metodologi penelitian. Contoh penelitian murni adalah mengembangkan teknik sampling yang dapat diterapkan pada situasi tertentu; mengembangkan metodologi untuk menilai validitas prosedur; mengembangkan instrumen dan lain-lain.

Penelitian terapan merupakan penelitian yang menerapkan teknik, prosedur dan metode penelitian yang membentuk suatu metodologi penelitian untuk meneliti situasi, masalah, dan fenomena sehingga informasi yang dikumpulkan dapat digunakan untuk formulasi kebijakan, administrasi dan peningkatan pemahaman atas suatu fenomena.

Sebagian besar penelitian dalam ilmu sosial adalah penelitian terapan. Penelitian pendidikan sebagai bagian dari ilmu sosial tentunya juga demikian. Sebagian besar penelitian tindakan adalah penelitian terapan yang menerapkan teknik, prosedur, atau metode tertentu dalam memecahkan masalah-masalah pendidikan.

JENIS PENELITIAN DARI PERSPEKTIF TUJUAN PENELITIAN

Dari perspektif ini penelitian dapat digolongkan menjadi penelitian deskriptif, penelitian eksploratoris, penelitian korelasional, penelitian eksplanasi, penelitian tindakan, dan  penelitan pengembangan.

Sebuah studi penelitian yang digolongkan sebagai penelitian deskriptif jika penelitian mempunyai tujuan untuk menggambarkan secara sistematis tentang situasi, masalah, fenomena, layanan/program, atau memberikan informasi tentang, kondisi kehidupan masyarakat, atau menggambarkan sikap terhadap suatu masalah. Misalnya, penelitian yang mencoba untuk mendeskripsikan jenis-jenis layanan yang disediakan oleh organisasi, struktur administrasi organisasi, kondisi kehidupan masyarakat di suku-suku pedalaman, kebutuhan komunitas, apa saja penyebab perceraian, bagaimana seorang perasaan anak yang tinggal di rumah dengan kasus kekerasan dalam rumah tangga, atau sikap karyawan terhadap manajemen. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan masalah / masalah yang diteliti.

Tujuan utama dalam penelitian korelasional adalah untuk menemukan atau menetapkan keberadaan suatu hubungan / asosiasi / interdependensi antara dua atau lebih aspek dari suatu situasi. Misalnya, Apa dampak dari penerapan strategi iklan pada penjualan suatu produk? Apa hubungan antara stres hidup dan kejadian serangan jantung? Apa hubungan antara tingkat kesuburan/fertilitas dan kematian? Apa hubungan antara teknologi dan pengangguran? Apa efek dari layanan kesehatan pada pengendalian penyakit, atau lingkungan rumah pada prestasi pendidikan? Studi-studi ini menguji apakah ada hubungan antara dua atau lebih aspek dari suatu situasi atau fenomena dan, oleh karena itu, disebut penelitian korelasional.

Penelitian eksplanatif adalah penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan mengapa dan bagaimana ada hubungan antara dua aspek situasi atau fenomena. Jenis penelitian ini mencoba untuk menjelaskan, misalnya, mengapa hidup yang penuh tekanan dapat menyebabkan serangan jantung; mengapa penurunan angka kematian diikuti oleh penurunan kesuburan/fertilitas; atau bagaimana lingkungan rumah mempengaruhi tingkat pencapaian akademik anak-anak.

Penelitian eksploratif adalah sebuah penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk mengeksplorasi suatu area atau fenomena untuk mengetahui kemungkinan dilakukannya suatu penelitian tertentu. Misalnya studi kelayakan atau penelitian pendahuluan (pilot study). Hal ini biasanya dilakukan ketika seorang peneliti ingin menjelajahi area-area dengan informasi yang terbatas atau tidak ada sama sekali. Studi eksplorasi juga dilakukan untuk mengembangkan, memperbaiki dan / atau menguji alat dan prosedur pengukuran.

Penelitian tindakan ini sering kita temui di dunia pendidikan. Dalam pendidikan penelitain tindakan merupakan penyelidikan sistematis yang dilakukan oleh guru, kepala sekolah, konselor sekolah, atau pemangku kepentingan lainnya dalam lingkungan belajar-mengajar untuk mengumpulkan informasi tentang cara-cara di mana sekolah mereka beroperasi, guru mengajar, dan siswa belajar (Gay, Mills, & Airasian, 2012). Tujuannya adalah untuk menyediakan metode bagi para guru-peneliti untuk memecahkan masalah sehari-hari di lingkungan mereka sendiri.

Karena penelitian ini tidak ditandai dengan jenis kontrol yang sama yang terbukti dalam kategori penelitian lain, namun, hasil penelitian tidak dapat diterapkan ke pengaturan lain. Tujuan utama dari penelitian tindakan adalah solusi dari masalah yang dihadapi, bukan kontribusi terhadap sains. Apakah penelitian dilakukan di satu ruang kelas atau di banyak ruang kelas, guru adalah bagian dari proses tersebut. Semakin banyak pelatihan penelitian yang dimiliki para guru, semakin besar kemungkinan bahwa penelitian tersebut akan menghasilkan hasil yang valid.

Penelitian pengembangan juga sering disebut dengan research and development (R&D) adalah proses meneliti kebutuhan konsumen dan kemudian mengembangkan produk untuk memenuhi kebutuhan tersebut (Gay et al., 2012). Tujuan penelitian pengembangan dalam pendidikan bukan untuk merumuskan atau menguji teori tetapi untuk mengembangkan produk yang efektif untuk digunakan dalam belajar dan pembelajaran. Produk-produk tersebut meliputi materi pelatihan guru, materi pembelajaran, materi media, model pembelajaran, sistem manajemen dan sebagainya.

Proses penelitian ini umumnya cukup panjang dan luas, meliputi: tujuan, personel, waktu penyelesaian, serta serangkaian pengujian. Produk dikembangkan sesuai dengan spesifikasi terperinci. Setelah selesai, produk diuji di lapangan dan direvisi hingga tingkat efektivitas yang ditentukan tercapai. Meskipun siklus penelitian pengembanagn mahal, namun menghasilkan produk berkualitas yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan tertentu.

JENIS PENELITIAN DARI PERSPEKTIF METODE YANG DIGUNAKAN

Perspektif ketiga dalam tipologi penelitian ini menyangkut proses yang digunakan untuk menemukan jawaban atas pertanyaan penelitian. Secara umum, ada dua pendekatan yaitu: Pendekatan Terstruktur dan Pendekatan Tidak Terstruktur.

Dalam pendekatan terstruktur, proses penelitian terstruktur sudah ditentukan sebelumnya, dimulai dari: tujuan, desain, sampel, dan rancangan rencana pertanyaan kepada responden. Pendekatan tidak terstruktur, sebaliknya, memungkinkan fleksibilitas dalam semua aspek dalam proses ini.

Pendekatan terstruktur lebih tepat untuk menentukan tingkat masalah, masalah atau fenomena, sedangkan pendekatan tidak terstruktur terutama digunakan untuk mengeksplorasi sifatnya. Misalnya, jika peneliti ingin meneliti perspektif yang berbeda dari suatu masalah, masalah yang dialami oleh orang-orang yang tinggal di suatu komunitas atau pandangan berbeda yang dimiliki orang terhadap suatu masalah, maka ini lebih baik dieksplorasi menggunakan pertanyaan yang tidak terstruktur. Di sisi lain, untuk mengetahui berapa banyak orang memiliki perspektif tertentu, berapa banyak orang yang memiliki masalah tertentu, atau berapa banyak orang yang memiliki pandangan tertentu, peneliti sebaiknya menggunakan pendekatan terstruktur.

Kedua pendekatan memiliki kekuatan dan kelemahan. Oleh karena itu, kita tidak boleh ‘mengunci‘ diri kita semata-mata ke dalam pendekatan yang terstruktur atau tidak terstruktur.

Pendekatan terstruktur untuk penyelidikan biasanya diklasifikasikan sebagai penelitian kuantitatif dan tidak terstruktur sebagai penelitian kualitatif. Perbedaan lain antara penelitian kuantitatif dan kualitatif akan diuraikan pada tulisan lain. Pilihan antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif (atau terstruktur atau tidak terstruktur) harus bergantung pada : Tujuan dari pertanyaan penelitian (eksplorasi, konfirmasi atau kuantifikasi) atau Penggunaan temuan (formulasi kebijakan atau pemahaman proses).

Selain pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan segala kelebihan dan kekurangannya, belakangan muncul pendekatan yang mencoba memanksimalkan kelebihan dari masing-masing pendekatan sekaligus menekan kelemahannya. Pendekatan ini sering disebut dengan pendekatan campuran (mixed method).

Mixed method menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan memasukkan data kuantitatif dan kualitatif dalam satu studi. Tujuan dari penelitian metode campuran adalah untuk membangun sinergi dan kekuatan yang ada antara metode penelitian kuantitatif dan kualitatif untuk memahami suatu fenomena secara lebih lengkap daripada hanya menggunakan metode kuantitatif atau kualitatif saja. Pendekatan ini membutuhkan pemahaman menyeluruh tentang penelitian kuantitatif dan kualitatif. Para peneliti dalam melakukan studi metode campuran ini harus memiliki banyak waktu dan sumber daya untuk menerapkan pendekatan penelitian yang komprehensif.

Metode campuran dapat digunakan untuk membuktikan temuan dari studi kualitatif dengan melakukan fase penelitian kuantitatif, atau sebaliknya dapat digunakan tuntuk menjelaskan temuan kuantitatif melalui fase kualitatif.

Tiga jenis desain penelitian metode campuran yang umum digunakan yaitu: model QUAL-quan, model QUAN-qual, dan model QUAN-QUAL. Huruf besar dan huruf kecil mengikuti konvensi yang disajikan oleh Creswell (2014). Metode dalam huruf besar lebih berat daripada di huruf kecil, dan ketika kedua metode dalam huruf besar, maka seimbang antara kualitatif dan kuantitatif. Penjelasan lebih lanjut dari metode ini akan disajikan dalam tulisan lain di Blog ini.

Creswell, J. W. (2014). Research design : qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. SAGE Publications.

Gay, L. R., Mills, G. E., & Airasian, P. W. (2012). Educational research : competencies for analysis and applications (10th ed.). Pearson.

Kumar, R. (2011). Research methodology : a step-by-step guide for beginners (3rd ed.). London: SAGE.

Exit mobile version