maglearning.id

PENGERTIAN DAN FUNGSI STATISTIK

Kata statistik memiliki dua arti, biasanya dalam buku-buku berbahasa Inggris disebut dengan “statistic” dan “statistics”. Dalam penggunaan umum, statistik mengacu pada fakta numerik. Misalnya, angka-angka yang menunjukkan pendapatan keluarga, usia siswa, persentase kelulusan siswa di suatu sekolah, dan nilai IPK wisudawan adalah contoh statistik dalam arti umum. Arti kedua statistik mengacu pada bidang atau disiplin ilmu, yaitu ilmu mengumpulkan, menganalisis, menyajikan, dan menafsirkan data, serta membuat keputusan berdasarkan analisis tersebut. Ringkasnya, Statistik adalah ilmu untuk mengumpulkan, menyusun, meringkas, menganalisis, dan menarik simpulan.

Menurut Berenson dkk. (2012, p. 4). Statistik adalah cabang dari matematika yang digunakan untuk mengubah angka menjadi informasi yang berguna bagi pembuat keputusan. Sedangkan menurut Peck dkk (2012, p. 1) statistik merupakan disiplin ilmu mengenai metode-metode yang dapat membantu kita untuk memahami data.

Statistik merupakan seperangkat alat dan teknik berbasis matematis untuk mengubah data mentah (raw data) menjadi beberapa ringkasan ukuran yang merepresentasikan informasi sehingga dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan yang efektif (Wegner, 2012, p. 3). Definisi ini menyangkut proses pengumpulan data sampai pada pengambilan keputusan. Sebagai contoh dalam hal ini adalah pemamfaatan statistik dalam bidang pendidikan.

Proses analisis statistik pada gambar di atas menunjukkan bagaimana dasar pengambilan keputusan diambil. Penggunaan statistik memungkinkan proses pengambilan keputusan dengan memperkuat dasar yang dapat dikuantifikasi sehingga semua pihak dapat dengan mudah untuk mengetahui dari mana keputusan itu diambil dengan dasar informasi yang akurat. Oleh karena itu informasi kuantitatif memungkinkan pembuat keputusan untuk membenarkan tindakan yang dipilih menjadi lebih mudah serta keyakinan yang lebih besar.

Roda ilmu pengetahuan (Healey, 2016, p. 3)

Gambar “roda ilmu pengetahuan” di atas menunjukkan peran statistik dalam proses penelitian. Gambar tersebut didasarkan pada pemikiran Walter Wallace yang merupakan konsep penting tentang bagaimana setiap teori ilmiah tumbuh dan berkembang. Dalam gambaran tersebut menunjukkan bagaimana teori dan penelitian ilmiah saling membentuk satu sama lain. Statistik adalah salah satu cara yang paling penting untuk memahami bagaimana penelitian dan teori saling berinteraksi.

Prosedur penyimpulan statistik (Coladarci & Cobb, 2014, p. 5)

Bagaimana langkah-langkah penyimpulan statistik digambarkan pada gambar di atas. Dimana dimulai dari pertanyaan substantif kemudian dirumuskan menjadi pertanyaan statistik, setelah diuji peneliti memperoleh simpulan statistik yang dapat digunakan untuk membuat simpulan substantif.

Peran Statistik Dalam Tahapan Penelitian Ilmiah

Dalam Penelitian Ilmiah, statistik ini bisa menjadi kunci dalam tiap-tiap tahapannya. Misalnya tahapan umum penelitian berikut ini:

  1. Merumuskan Masalah. Pada tahap pertama ini peneliti bisa melihat dan merasakan adanya suatu masalah, kemudian didekati dengan merumuskannya dalam suatu pertanyaan. Misalnya ; mengapa penjualan bulan ini turun?, Mengapa banyak siswa yang tidak lulus?.
  2. Pengamatan  (Observasi). Langkah berikutnya adalah melakukan pengamatan mengenai kejadian-kejadian yang berhubungan dengan masalah tersebut, data mana yang diperlukan dan data mana yang tidak diperlukan. Misalnyauntuk masalah pertama: data biaya promosi, data jalur promosi, jumlah sales, dll. Untuk masalah kedua: data jumlah siswa, data perangkat pembelajaran yang digunakan, data nilai ulangan, lama belajar, dll. Tentunya data ini dikumpulkan berdasarkan rekomendasi kajian literatur dan studi empiris penelitian terdahulu yang relevan.
  3. Menyusun hipotesa. Dari pengamatan diatas peneliti dapat membuat pernyataan sementara yang diduga paling mungkin untuk menjadi jawaban atas masalah diatas. Singkatnya, hipotesa adalah suatu pernyataan sementara mengenai harga parameter suatu populasi atau populasi-populasi yang masih harus diuji kebenarannya. Misalnya: Penurunan budget promosi membuat penjualan menurun, Banyaknya siswa yang terlalu lama bermain gim membuat mereka tidak lulus ujian.
  4. Pengujian / Verifikasi. Pengujian dilakukan pada hipotesa yang telah ditentukan. Untuk ini perlu data. Data haruslah dicatat apa seperti adanya, tidak terpengaruh oleh prasangka. Keputusan atau keseimbangan yang diambil haruslah berdasarkan data yang benar dan alat pengolah data yang tepat. Dan  yang paling penting penelitian harus lepas dari harapan dan tidak memihak pada hipotesa. Dalam ilmu eksakta verifikasi dapat  dipercepat dengan mengadakan percobaan-percobaan (eksperimen), sedang dalam ilmu sosial verifikasi dilakukan dengan menunggu waktu.
  5. Menarik simpulan dan membuat generalisasi. Kesimpulan ini harus dapat menjawab apakah hipotesa dapat diterima atau ditolak. Berdasarkan simpulan dan hipotesa yang diterima tersebut mungkin dapat disusun suatu pernyataan  yang bersifat umum. Bahkan dapat dibuat ramalan-ramalan atau estimasi.

Beberapa Fungsi Statistik

Statistik meliputi metode dan teori yang diterapkan pada data observasi guna mengambil keputusan rasional terhadap hal-hal yang tidak pasti. Secara terinci fungsi-fungsi statistik dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Statistik menggambarkan data dalam bentuk tertentu. Tanpa adanya statistik, maka data akan menjadi kabur dan tidak jelas. Misalnya, “beberapa orang mahasiswa yang mengikuti tes TEP dinyatakan lulus”. Pernyataan tersebut tidak jelas dan akan menjadi jelas apabila diubah menjadi “sebanyak 30 orang mahasiswa dari 50 orang yang mengikuti tes TEP dinyatakan lulus”.
  2. Statistik dapat menyederhanakan  data yang komplek menjadi data yang mudah dimengerti. Data statistik yang kompleks dapat disederhanakan dalam bentuk tabel, grafik maupun diagram-diagram. Disamping itu dapat pula dinyatakan dalam bentuk rata-rata, persentase maupun koefisien-koefisien sehingga mudah dimengerti.
  3. Statistik dapat digunakan untuk membuat perbandingan. Dengan penyederhanaan data ke dalam bentuk rata-rata, persentase dan lainnya maka kita akan mudah membandingkan suatu kelompok data dengan kelompok data lain.
  4. Statistik dapat memperluas pengalaman individual. Pengalaman individu terhadap apa yang dapat dilihat dan apa yang dapat diteliti sangat terbatas. Apa yang dapat dilihat dan diteliti hanya merupakan bagian kecil dari tata kehidupan sosial seluruhnya. Pengetahuan individual dapat diperluas dengan cara mempelajari kesimpulan-kesimpulan berdasarkan data penelitian lain. Bila ada waktu anda bisa mencoba aplikasi Google Science Journal untuk memperkaya pengalaman Anda tentang statistik pengukuran.
  5. Statistik dapat memberi petunjuk bagi perumusan kebijakan. Misalnya kebijakan perusahaan, pemerintah, ataupun guru berdasarkan analisis data yang dilakukan.
  6. Statistik dapat mengukur besaran-besaran dari suatu gejala. Dengan statistik kita dapat mempelajari berbagai gejala, baik yang bersifat sosial maupun eksak. Berbagai data yang kompleks dapat disusun dalam bentuk yang sederhana, sehingga dapat diketahui beberapa pola data pada waktu tertentu.
  7. Statistik dapat membantu menentukan hubungan sebab akibat. Statistik dapat menentukan sebab-sebab pokok suatu gejala, yang selanjutnya dapat digunakan untuk mengadakan prediksi atau ramalan.

Referensi

Berenson, M. L., Levine, D. M., & Krehbiel, T. C. (2012). Basic business statistics : concepts and applications. Prentice Hall.

Coladarci, T., & Cobb, C. D. (2014). Fundamentals of Statistical Reasoning in Education (4th ed.). New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.

Healey, J. F. (2016). The Essentials of Statistics: A Tool for Social Research (4th ed.). Boston: Cengage Learning.

Peck, R., Olsen, C., & Devore, J. L. (2012). Introduction to statistics and data analysis. Brooks/Cole Cengage Learning.

Wegner, T. (2012). Applied business statistics : methods and Excel-based applications. Claremont: Juta.

Exit mobile version