PERAN STATISTIK DALAM PENELITIAN ILMIAH

Tidak sedikit mahasiswa ilmu pendidikan atau ilmu sosial lainnya bertanya “untuk apa belajar statistik?”. Apa yang bisa dilakukan angka-angka dalam memahami masyarakat maupun perilaku seseorang?. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut salah satu pendekatan yang bisa dipakai adalah pendekatan penelitian ilmiah karena dari sinilah banyak teori dibangun dan dibuktikan. Dalam penelitian ilmiah terutama penelitian kuantitatif peran statistik sangatlah penting. Penelitian ilmiah merupakan upaya yang sangat ketat dan hati-hati untuk menjawab pertanyaan, memeriksa ide, dan menguji teori. Penelitian ilmiah membutuhkan metode-metode statistik tertentu dalam metode kuantitatif, atau ketika proses mengumpulkan informasi dalam bentuk angka atau data.

Walaupun dalam beberapa konsep/teori penting dan mencerahkan dalam ilmu sosial tidak melibatkan  statistik sama sekali serta adanya data atau angka-angka tidak menjamin apa-apa tentang kualitas penelitian ilmiah, namun data dapat menjadi informasi yang paling dapat dipercaya. Ketersediaan data dari proses pengumpulan data yang terukur dan valid perlu mendapat perhatian khusus. Pengumpulan data (data mining) merupakan topik tersendiri dalam statistik. Data yang telah dikumpulkan dan dianalisis dengan cermat dapat menjadi fondasi yang paling kuat dan paling objektif untuk membangun teori dan meningkatkan pemahaman kita tentang dunia sosial.

Roda Ilmu Pengetahuan
Loading...

Gambar “roda ilmu pengetahuan” di atas menunjukkan peran statistik dalam proses penelitian. Gambar tersebut didasarkan pada pemikiran Walter Wallace yang merupakan konsep penting tentang bagaimana setiap teori ilmiah tumbuh dan berkembang. Dalam gambaran tersebut menunjukkan bagaimana teori dan penelitian ilmiah saling membentuk satu sama lain. Statistik adalah salah satu cara yang paling penting untuk memahami bagaimana penelitian dan teori saling berinteraksi.

Teori adalah penjelasan tentang hubungan antar fenomena. Orang-orang secara alami selalu bertanya-tanya tentang masalah dalam masyarakat (seperti kemiskinan, kenakalan remaja, dan kriminalitas dan lain-lain), dan mereka mengembangkan penjelasan dalam upaya untuk memahami masalah-masalah itu. Tidak seperti penjelasan informal sehari-hari dalam masyarakat, teori ilmiah tunduk pada proses pengujian yang ketat dan terukur.

Dalam sebuah teori biasanya menempatkan satu atau beberapa variabel sebagai penyebab dan variabel lainnya sebagai efek atau hasil. Istilah ilmiah untuk variabel penyebab disebut sebagai variabel independen (variabel bebas) dan efek atau hasilnya disebut sebagai variabel dependen (variabel terikat).

Kita sudah sedikit membahas tentang teori serta variabel independen dan dependen. Selanjutnya untuk mengetahui apakah teori tersebut benar atau salah?, kita perlu membandingkan teori yang telah dibangun dengan fakta perlu dilakukan penelitian ilmiah.

Satu masalah yang sering kita hadapi dalam penelitian adalah bahwa teori itu kompleks dan abstrak, dan kita perlu sangat spesifik untuk melakukan tes yang valid. Seringkali, kita melakukan ini dengan menurunkan suatu hipotesis dari teori. Sebuah hipotesis adalah pernyataan yang spesifik dan terukur tentang hubungan antar variabel.

Semisal kita menggunakan teori Motivasi, kita harus menyatakan dengan tepat apa yang dimaksud dengan Motivasi secara rinci. Kita juga perlu meninjau literatur penelitian untuk membantu mengembangkan dan mengklarifikasi definisi dan memahami konsep-konsep Motivasi.

Loading...

Ketika hipotesis sudah terbentuk, maka dimulai langkah proses penelitian selanjutnya, yauti memutuskan dengan tepat bagaimana cara data akan dikumpulkan. Kita harus memutuskan bagaimana masalah dipilih dan diuji, bagaimana variabel akan diukur, dan sejumlah hal terkait. Pada akhirnya, rancangan ini akan mengarah pada fase pengamatan/observasi (bagian bawah roda ilmu pengetahuan), di mana kita sebenarnya mengukur realitas sosial. Sebelum kita dapat melakukan ini, kita harus memiliki gagasan yang sangat jelas tentang apa yang kita cari dan strategi yang jelas untuk melakukan penelitian.

Observasi dilakukan dengan bantuan metode-metode statistik. Dalam fase ini kita akan mengumpulkan banyak informasi atau data. Data tersebut nantinya akan diolah, diamati dan diuji dengan metode statistik tertentu sehingga menghasilkan informasi yang berguna sebagai dasar penarikan simpulan.

Tanpa statistik, penelitian kuantitatif tidak mungkin dapat dilakukan. Kita membutuhkan statistik untuk menganalisis data dan untuk membentuk dan memperbaiki teori kita tentang dunia sosial. Namun, ada sedikit paradoks, peran statistik tetap saja terbatas. Seperti yang diperlihatkan dalam Gambar, penelitian ilmiah dilakukan melalui beberapa tahap yang saling tergantung satu sama lain. Statistik menjadi relevan secara langsung hanya pada tahap pengamatan. Data atau informasi apapun dapat dianalisis menggunakan statistik. Dengan demikian fase-fase sebelum analisis statistik harus diselesaikan dengan benar. Jika peneliti mengajukan pertanyaan yang kurang dipahami atau telah membuat kesalahan serius dalam desain atau metode, maka analisis statistik yang paling canggih pun tidak bernilai. Meskipun bermanfaat, statistik tidak dapat menggantikan konseptualisasi yang benar, perencanaan yang terperinci dan cermat, atau penggunaan teori secara kreatif.

Pengolahan data menggunakan analisis statistik akan memungkinkan peneliti untuk membuat generalisasi empiris berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Selain untuk menguji teori analisa statistik juga dapat digunakan untuk mencari tren lain dalam data. Jika teori berubah karena generalisasi empiris kita menjadi teori baru, sebuah penelitian baru mungkin diperlukan untuk menguji teori yang direvisi tersebut, dan roda ilmu pengetahuan akan mulai berputar lagi. Kita atau peneliti lain akan melalui seluruh proses penelitian ilmiah tersebut sekali lagi dengan teori atau gagasan baru . Penelitian ni mungkin menghasilkan revisi lebih lanjut yang akan membutuhkan penelitian lebih lanjut, dan roda ilmu pengetahuan akan terus berputar selama para ilmuwan mempunyai gagasan-gagasan atau venomena-venomena baru untuk merevisi atau mengembangkan teori.

Baca Juga:

PENGERTIAN DAN FUNGSI STATISTIK

One comment

Tinggalkan Balasan