maglearning.id

Pembelajaran Scaffolding

Scaffolding adalah sebuah strategi instruksional di mana guru membangun pengetahuan siswa secara bertahap. Lev Vygotsky (Moll, 1990) mengembangkan konsep pembelajaran scaffolding pada awal abad 20 ketika dia mendefinisikan konsep pengembangan proksimal. Zona pengembangan proksimal (zone of proximal development / ZPD) adalah tingkat kesulitan capaian pembelajaran yang bisa diselesaikan oleh siswa dengan beberapa dukungan sementara sehingga siswa tetap merasa tertantang dalam usaha meraih tingkat capaian pembelajaran tersebut.
Jika siswa merasa tidak tertantang dalam pembelajaran, ia mungkin merasa pembelajaran terlalu mudah maka besar kemungkinan meremehkan materi pembelajaran dan tidak berusaha meningkatkan belajarnya. Sebaliknya, jika materi belajar sangat sulit, dan tidak ada dukungan yang cukup maka mungkin tampak terlalu sulit bagi siswa. Kemungkinan besar siswa menganggap dirinya tidak mampu untuk menguasai materi pembelajaran tersebut, sehingga berpandangan meskipun belajar dengan keras ia tetap tidak akan mampu menguasainya.
ZPD adalah apa yang guru perlu tahu tentang “tingkat pembelajaran” terbaik untuk siswa. Scaffolding optimal digunakan ketika siswa merasa tertantang tetapi kurang memiliki dukungan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Misalnya pada materi-materi sulit tetapi siswa belum memiliki dasar kompetensi yang cukup, atau pengalaman siswa tentang suatu topik masih kurang. Guru harus tahu apa saja yang dibutuhkan siswa agar mampu mencapai tujuan pembelajaran, serta apa saja yang masih belum dikuasai siswa dengan baik. Dengan demikian guru tahu kapan menggunakan bantuan sementara (scaffolding) dan kapan “melepas”nya.

Berikut ini adalah contoh kapan dan bagaimana menggunakan scaffolding dalam pembelajaran.

Jenis-jenis Scaffolding

Ada beberapa jenis scaffolding yang bisa kita gunakan dalam membangun pembelajaran siswa. Jenis-jenis scaffolding itu diantaranya adalah.
Scaffolding resepsi digunakan untuk menarik perhatian siswa pada informasi penting dalam sumber daya yang disediakan oleh guru. Scaffolding ini paling efektif digunakan pada awal pengajaran konsep baru. Contohnya termasuk:

Scaffolding transformasi membantu siswa dalam mengubah informasi yang mereka terima ke dalam bentuk lain ketika mereka perlu memilah persamaan dan perbedaan di antara dua atau lebih ide atau menghasilkan ide baru. Apa pun yang membantu siswa untuk mengubah informasi menjadi pengetahuan dengan cara menganalisisa dapat dianggap sebagai jenis scaffolding ini, jika itu adalah alat yang telah disediakan guru secara khusus untuk membantu siswa pindah ke tingkat berikutnya. Beberapa contohnya termasuk:

Scaffolding produksi membantu siswa dalam menghasilkan sesuatu yang nyata. Ini paling baik digunakan sebagai contoh dengan pedoman. Mereka paling sering digunakan ketika bentuk produk mengikuti gaya standar tertentu. Scaffolding produksi umum adalah:

Exit mobile version