Syarat-Syarat Uang

APA SAJA Syarat-Syarat Uang?

Untuk dapat digunakan sebagai uang, suatu benda harus memenuhi syarat-syarat untuk digunakan sebagai uang. Setidaknya ada 7 syarat-syarat uang yang harus dimiliki oleh suatu benda agar bisa dijadikan uang. Dibawah ini akan disampaikan ketujuh syarat tersebut:

  1. Mudah dibawa (portability). Suatu benda yang dapat digunakan sebagai uang haruslah mudah dibawa kemana-mana. Dengan syarat ini, maka uang akan sangat likuid karena dapat digunakan di mana saja dan kapan saja, serta dapat meningkatkan kenyamanan dan rasa aman memegang uang. Biasanya ukuran uang dibuat sangat compact karena uang dalam jumlah besar harus dapat disimpan ditempat yang kecil, terlindung, dan tidak diketahui oleh orang lain.
  2. Tahan Lama (Durability). Benda yang dijadikan sebagai uang harus tahan lama. Hal ini dimaksudkan agar tidak perlu terlalu sering diganti dengan yang baru. Uang yang mudah rusak akan merepotkan pengguna uang dan menambah biaya pembuatan uang baru. Nilai fisik uang haruslah mudah untuk dijaga agar jangan sampai mudah rusak atau robek. Jika uang rusak atau robek akan menurunkan nilai uang tersebut.
  3. Dapat dipecah menjadi unit-unit yang lebih kecil (divisibility). Uang harus dapat dipecah menjadi unit-unit nilai yang lebih kecil. Uang yang mudah dipecah menjadi unit yang lebih kecil menjadi mampu untuk menjalankan fungsinya sebagai alat pembayaran transaksi yang nilainya kecil. Hal ini sangat penting, karena dalam kehidupan sehari-hari manusia seringkali membeli sesuatu dalam nilai-nilai kecil tetapi sangat berguna.
  4. Dapat distandarisasi (standardizibility). Benda yang dijadikan uang harus dapat distandarisasi dengan mudah. Ukuran standarisasi juga harus jelas dan mudah diketahui. Syarat ini harus dipenuhi agar pengguna uang tidak merasa ragu akan kualitas uang yang dipakai. Dengan demikian setiap uang yang digunakan dalam sebuah perekonomian dapat diperbanyak dengan kualitas yang standar.
  5. Diakui (recognizability). Uang harus dapat diterima oleh semua masyarakat. Jika syarat ini tidak dipenuhi, maka akan timbul ketidakpastian apakah uang yang diterima merupakan barang berharga atau tidak bernilai sama sekali. Untuk dapat diakui harus ada serangkaian aturan tertentu yang sangat kuat dan mengikat. Selain itu uang yang diakui tidak akan mudah ditiru atau diperbanyak oleh siapapun kecuali yang berwenang.
  6. Nilainya stabil (stability of value). Sesuatu benda dapat dijadikan sebagai uang jika mempunyai nilai yang stabil, artinya dari waktu ke waktu nilai uang tidak boleh berubah secara signifikan. Stabil tidak berarti nilainya tetap, melainkan tidak berfluktuasi secara tajam. Nilai uang ini harus dijaga agar tetap stabil. Biasanya yang bertugas menjaga stabilitas nilai uang ini adalah perangkat moneter (ekonomi makro) suatu negara. Apabila nilai uang tidak stabil, maka uang tidak akan diterima secara umum. Masyarakat secara rasional pasti akan lebih memilih untuk menyimpan kekayaannya dalam bentuk barang-barang yang nilainya stabil. Selanjutnya masyarakat juga akan mengurangi fungsi uang sebagai alat penukar dan kesatuan hitung.
  7. Jumlahnya mencukupi (elasticity of supply). Jumlah uang yang beredar haruslah mencukupi kebutuhan perekonomian. Persediaan uang yang terbatas dan tidak mampu untuk mengimbangi kegiatan perekonomian akan menyebabkan perdagangan macet dan pertukaran kembali seperti perekonomian barter.

Media Interaktif Belajar Ekonomi Moneter

Loading...

Silakan gunakan salah satu platform media interaktif Ekonomi Moneter yang sudah saya sediakan di bawah ini. Ada yang berbasis HTML dan berbasis Google presentation. Bila Anda ingin menggunakan dalam versi Android juga sudah saya sediakan unduhan file APK-nya di bagian bawah tulisan ini.

EkoMon Versi Web:

EkoMon Versi Web

Bila sulit dibuka silakan gunakan Yang INI.

Loading...

EkoMon Versi Android:

EkoMon Versi Android

Tinggalkan Balasan