Master of Ceremony atau MC

Master of Ceremony atau MC: Pengertian dan Syarat

Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti kerap mengikuti acara-acara, baik itu resmi atau pun tidak resmi. Dalam acara tersebut, ada seseorang yang bertugas mengatur jalannya acara. Dialah Master of Ceremony atau MC.

Master of Ceremony atau MC adalah pembawa acara yang tidak terpisahkan dari suatu acara. Bayangkan jika suatu acara tidak memiliki MC, pastilah acara tersebut tidak akan sukses. MC tergolong sebuah profesi.

Untuk itu, seorang MC dituntut profesional. Profesi MC sangat berpengaruh terhadap jalannya suatu acara. Seorang MC harus mampu membaca situasi, menghidupkan suasana sesuai karakter acaranya, dan sebisa mungkin berdialog dengan audiens.

PENGERTIAN MC

MC adalah singkatan dari Master of Ceremony. MC memiliki arti “penguasa acara,” “pemandu acara,” atau “pengendali acara”. MC bertindak selaku “tuan rumah” (host) suatu acara atau kegiatan. MC bertugas mengumumkan susunan acara dan memperkenalkan apa saja yang akan ditampilkan dan siapa saja yang akan mengisi acara kepada orang-orang atau audiens yang hadir.

MC bertanggung jawab memastikan acara berlangsung lancar, tepat waktu, meriah, dan khidmat dari awal hingga akhir. Menurut Aryati (2007), MC adalah orang yang bertugas memandu acara dan bertanggung jawab atas kelancaran dan kesuksesan acara.

Seorang MC harus mampu membaca situasi, menghidupkan suasana sesuai karakteristik acara, dan memungkinkan terjadinya dialog dengan audiens. Acara yang dibawakan biasanya adalah acara-acara hiburan yang menuntut kreativitas dan improvisasi yang akan menciptakan karakteristik sesuai jenis acara (formal atau informal).

Tugas utama seorang MC adalah mengatur susunan atau jalannya acara agar acara tersebut bisa berjalan dengan baik dan tersusun sistematis. MC harus mampu menarik perhatian audiens untuk merasa terlibat dalam pertemuan itu. Jika upaya tersebut gagal, niscaya jalannya acara menjadi hambar, tidak berkesan, dan mengecewakan. Sebaliknya, jika MC pandai menguasai acara maka acara tersebut akan menjadi lancar dan menyenangkan. Jadi, kesuksesan suatu acara berada di tangan MC.

SYARAT MENJADI MC

Menurut Yasin (1991), ada beberapa persyaratan utama bagi MC, yaitu:  

  1. Pengetahuan dan pengalaman yang luas.  
  2. Kecerdasan.  
  3. Rasa humor yang tinggi.  
  4. Kesabaran.  
  5. Imajinasi.  
  6. Antusiasme yang tinggi.  
  7. Kerendahan hati dan rasa bersahabat.  
  8. Kemampuan bekerja sama.

BEKAL UTAMA MC

Master of Ceremony atau MC akan menjadi salah satu pusat perhatian acara. Keberhasilan acara secara keseluruhan salah satunya bertumpu pada kemampuan dan keterampilan MC. Betapa pun rapi dan bagusnya acara, jika MC-nya kurang terampil atau kurang siap, acara tersebut akan gagal.

Oleh karena itu, kebanggaan dan kebahagiaan akan terselip di lubuk hati seorang MC jika ia sukses membawakan acara. Sebaliknya, penyesalan akan muncul jika seorang MC gagal melaksanakan tugasnya.

Menurut Aryati (2007), untuk menjadi seorang MC yang baik, tidak cukup hanya berbekal suara yang bagus. Perlu latihan mental dan fisik, serta referensi pengetahuan yang cukup pula. Pengetahuan yang perlu dimiliki oleh seorang MC antara lain:  

  1. Pengetahuan tentang kepemimpinan.  
  2. Pengetahuan tentang protokol.  
  3. Pengetahuan tentang etika.  
  4. Pengetahuan tentang penguasaan bahasa (Indonesia maupun asing).  
  5. Pengetahuan tentang hubungan antar manusia (human relation).  
  6. Pengetahuan tentang tata busana.  
  7. Penguasaan seni panggung.  
  8. Penguasaan alat-alat elektronika (pengeras suara dan penguasaan mikrofon).  

Berbekal pengetahuan-pengetahuan ini, seorang MC diharapkan akan tampil dengan prima dan tidak grogi. Di samping itu, ada beberapa faktor lain pula yang menjadi bekal wajib bagi MC, Yaitu:

  1. Memiliki pribadi yang baik.
  2. Memiliki sikap yang baik untuk berdiri di depan orang banyak dan tidak grogi.  
  3. Bersikap ramah, murah senyum, dan tidak sombong.  
  4. Berwibawa, disiplin, dan bertanggung jawab.  
  5. Tidak mudah emosi dan bersikap tenang.  
  6. Dapat menguasai keadaan.  
  7. Memiliki daya pikir yang cerdas, cepat, tanggap, tegas, dan kreatif.

Selain bekal wajib bagi seorang MC, ada beberapa hal teknis yang harus dilakukan pada saat acara berlangsung:  

  1. Tampil dengan busana yang baik, sopan, serta sesuai acara yang dibawakan.  
  2. Meletakkan pengeras suara tepat di depan mulut.  
  3. Mengucapkan salam di awal dan akhir acara.  
  4. Tidak selalu melihat catatan, tetapi tidak juga kelihatan seperti menghafal.  
  5. Tidak boleh memberikan komentar atas pidato seseorang.  
  6. Harus percaya diri ketika tampil.

Halaman selanjutnya…… suara seorang master of ceremony atau MC

%%footer%%
Pages ( 1 of 2 ): 1 2Lanjut »