Bagaimana Manusia Memenuhi Kebutuhan

Macam-Macam Kebutuhan Manusia: Bagaimana Manusia Memenuhi Kebutuhan

Loading...

Bagaimana Manusia Memenuhi Kebutuhan? – Pada saat Anda membutuhkan pakaian, pasti memerlukan bantuan orang lain untuk membuatkannya, paling tidak kamu datang ke pasar menemui penjual pakaian lantas membelinya. Sama halnya ketika orang tua kamu akan berpindah rumah, pasti memanggil teman atau tetangga untuk membantu mengangkut barang-barang.

Mengapa hal tersebut terjadi? Hal tersebut terjadi karena manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dan bermasyarakat (zoon politocon).

Selain sebagai makhluk sosial, manusia juga merupakan makhluk ekonomi. Dalam perjalanan hidupnya, manusia tidak akan terlepas dari upaya pemenuhan kebutuhan.

Ekonomi pada dasarnya adalah upaya manusia dalam memenuhi kebutuhan dari berbagai alternatif pilihan. Setiap hari manusia berupaya untuk memenuhi kebutuhan agar keberlangsungan hidupnya tetap terjaga. Dengan demikian, jelaslah bahwa manusia merupakan makhluk ekonomi.

Kebutuhan manusia akan tercapai apabila manusia dapat menyelaraskan perannya sebagai makhluk sosial (homo socius) dan makhluk ekonomi (homo economicus). Jika kamu perhatikan, kebutuhan manusia sangat banyak, ketika satu kebutuhan terpenuhi muncul kebutuhan lainnya, kepuasan maksimal pun terus dikejar oleh manusia dalam setiap upaya pemenuhan kebutuhannya.

Inilah yang disebut keinginan (want). Pada dasarnya kebutuhan manusia ada batasnya. Misalnya makan, kita tidak mungkin makan 10 piring dalam sehari. Kalaupun mampu pasti akan ada gangguan kesehatan. Inilah sang disebut batasan. Namun keinginan manusia untuk makan enak dan mahal selalu ada bila mampu. Ini yang disebut tidak terbatas.

Dalam proses pemenuhan dari setiap kebutuhannya, manusia tidak mungkin melakukannya secara sendirian. melainkan pasti memerlukan bantuan dari manusia lainnya.

Sejak lahir manusia sudah memerlukan bantuan manusia lain untuk memenuhi kebutuhannya. Misalnya, seorang bayi yang baru lahir pasti semua kebutuhannya akan dipenuhi oleh orang lain yakni ibunya, seiring dengan bertambahnya usia dan kehidupan yang terus berjalan, maka kebutuhan manusia akan semakin bertambah banyak seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, kendaraan dan seterusnya. Semakin maju peradaban manusia, maka kebutuhan manusia pun akan semakin banyak dan ketergantungan terhadap orang lain pun semakin tinggi, bahkan sampai ia mati pun tidak akan terlepas dari peranan orang lain.

Adam Smith sebagai bapak ilmu ekonomi, mengungkapkan bahwa manusia adalah homo economicus atau manusia ekonomi. Artinya, manusia adalah makhluk ekonomi dan tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah diperolehnya serta senantiasa berusaha secara terus-menerus untuk memenuhi kebutuhannya secara maksimal.

Namun jangan lupa manusia juga adalah makhluk sosial yang tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Pun juga sumber daya yang perlu dijaga untuk manusia lain sesudah era kita. Kita dapat menikmati sumber daya saat ini karena dijaga oleh manusia sebelum kita yaitu para orang tua kita.

Bagaimana Manusia Memenuhi Kebutuhan

Sejak lahir manusia menginginkan kebutuhannya dipenuhi, apabila merasa haus, lapar, kedinginan bayi akan menangis dan ingin kebutuhannya dipenuhi dengan air, makanan, pakaian. Bayi tersebut akan menangis tanpa henti jika kebutuhannya tidak dipenuhi. Hal ini menunjukkan bahwa setiap orang ingin kebutuhannya dipenuhi. Demikian juga dengan orang dewasa, dia akan berusaha memenuhi kebutuhannya dengan cara bekerja untuk mendapatkannya, inilah yang dimaksud dengan pengorbanan.

Kebutuhan manusia antara yang satu dengan yang lain bermacam-macam dan berbeda-beda. Mereka berusaha dengan berbagai macam cara untuk memenuhi kebutuhannya. Misalnya, petani membutuhkan cangkul untuk bekerja, guru membutuhkan buku untuk mengajar, nelayan membutuhkan jala untuk bekerja. Mereka berusaha dengan pengorbanan tenaga untuk mendapatkan uang dan membeli kebutuhan yang diinginkan.

Bagaimana manusia memenuhi kebutuhan dapat dilakukan secara langsung dan tak langsung. Pemenuhan kebutuhan langsung, apabila pemenuhannya dengan cara menggunakan faktor produksi asli, yaitu : menggunakan sumber daya alam dan tenaga. Misalnya mengambil secara langsung di hutan, di sungai, di udara, dll. Sedangkan yang menggunakan faktor produksi turunan, membutuhkan pengorbanan tenaga, modal (uang) dan keahlian (skill) untuk mengadakannya disebut pemenuhan kebutuhan tak langsung.

Alat Pemuas Kebutuhan

Kebutuhan manusia harus dipenuhi dengan alat pemuas kebutuhan, pemuas kebutuhan berupa barang dan jasa. Barang berupa benda yang tampak, misalnya : beras, pakaian, air, buku, tas pencil, dll. Sedangkan jasa berupa layanan, misalnya : jasa guru, jasa travel, jasa bank, jasa dokter, dll.

Alat pemuas kebutuhan, yaitu barang dan jasa jumlahnya terbatas dan cara memperolehnya harus dengan pengorbanan, misalnya bekerja untuk dapat memperoleh uang dan digunakan untuk membeli barang atau jasa yang diinginkan.

Alat pemuas kebutuhan dilihat dari tujuan pemakaiannya, dibagi menjadi 2 (dua), yaitu :

  1. Barang produksi. Barang yang digunakan untuk keperluan produksi lebih lanjut (bahan baku). Demikian juga dengan barang yang digunakan untuk menyediakan jasa lebih lanjut. Misalnya : alat Derek mobil, adalah benda yang digunakan untuk menghasilkan jasa orang yang mobilnya mengalami kerusakan, kereta api digunakan untuk jasa transportasi, dll.
  2. Barang Konsumsi. Barang konsumsi adalah berang yang sudah siap untuk digunakan memenuhi kebutuhan dengan cara langsung maupun berangsur-angsur, misalnya : nasi langsung dimakan untuk memenuhi kebutuhan lapar, kursi adalah barang yang digunakan atau dikonsumsi dengan cara berangsur-angsur, pakaian juga digunakan secara berangsur-angsur, mesin dikonsumsi untuk  kegiatan produksi yang berangsur-angsur.

Alat pemuas berdasarkan fungsinya dibedakan menjadi :

  1. Barang substitusi. Benda yang fungsinya sebagai pengganti untuk menggantikan fungsi barang yang lain, misalnya : jagung adalah substitusi nasi, ikan laut adalah substitusi daging, biogas adalah substitusi dari minyak bumi dan demikian juga untuk sebaliknya.
  2. Barang Komplementer. Benda yang fungsinya sebagai pelengkap untuk melengkapi barang yang lain, misalnya pupuk adalah komplementer dari tanaman, bensin komplementer dari kendaraan, flashdisk komplementer dari komputer, batere komplementer dari jam, radio, dll.

Barang dalam pemanfaatan atau penggunaannya dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu:

  1. Barang mentah. Barang yang digunakan untuk proses lebih lanjut. Misalnya : kayu untuk dijadikan almari, kursi, meja makan, dll.
  2. Barang setengah jadi. Barang yang merupakan hasil olahan dan digunakan untuk proses lebih lanjut. Misalnya : Rotan sebagai bahan mentah diolah, dan hasil olahan rotan digunakan untuk proses pembuatan mebel.
  3. Barang jadi. Barang yang merupakan hasil akhir yang siap dikonsumsi (final goods)

Pengadaan Pemenuhan Kebutuhan

Barang dan jasa pun ada karena dibuat dengan pengorbanan. Misalnya, barang tersedia karena dilakukannya kegiatan produksi. Jasa tersedia pun juga karena orang berusaha mencari ilmu dengan cara mempelajari keilmuan tertentu baik di sekolah maupun dari diri sendiri maupun orang lain (pendidikan formal dan non formal).

Semuanya membutuhkan pengorbanan. Oleh sebab itu, dikatakan bahwa barang dan jasa ketersediaannya langka (jumlahnya terbatas disebut Scarcity) jika dibandingkan dengan kebutuhan manusia yang sangat banyak. Inilah yang menyebabkan timbulnya masalah ekonomi.

Macam-macam barang, dilihat dari sisi pengadaannya, dibagi menjadi 3, yaitu :

  1. Barang bebas. Yaitu barang yang ketersediaannya tidak membutuhkan pengorbanan, tetapi disediakan oleh alam yang disiapkan Allah untuk memenuhi kebutuhan manusia. Manusia mendapatkannya tidak dengan membayar dengan satuan uang tertentu. Misalnya : Udara, air, pasir, batu bara. Dengan nikmat yang kita terima, manusia berkewajiban menjaga alam sebagai ucapan syukur dari yang menyediakan/memberinya.
  2. Barang ekonomi. Yaitu barang yang ketersediaannya dibutuhkan pengorbanan untuk membuatnya, dengan menggunakan berbagai faktor produksi yang dibutuhkan, antara lain : alam, tenaga kerja, modal dan keahlian (skill). Barang yang diwujudkannya dengan kegiatan produksi maka barang tersebut disebut barang ekonomi dan untuk memilikinya dibutuhkan uang untuk membeli.
  3. Barang ilith (tersedia tetapi sifatnya merusak). Ketersediaannya akan merusak alam dan lingkungan tempat tinggal manusia. Misalnya : air yang tersedianya berlebihan karena hujan, maka akan menyebabkan banjir, api yang tersedianya berlebihan juga dapat mengakibatkan kebakaran. Ganja yang ketersediaannya berlebihan dan pemakaiannya berlebihan, yang biasanya digunakan sebagai obat dapat merusak organ tubuh manusia, dll.

Halaman selanjutnya …… (macam dan bagaimana manusia memenuhi kebutuhan)

Loading...
Pages ( 1 of 2 ): 1 2Lanjut ยป

6 comments

Tinggalkan Balasan