kegiatan penulisan public relations

Kegiatan Penulisan dalam Public Relations

Loading...

Kegiatan penulisan dalam public relations adalah sebuah keniscayaan. Walaupun dunia sudah dibanjiri oleh informasi berformat multimedia, namun peran informasi tertulis masih belum tergantikan secara sempurna. Jadi peran kegiatan penulisan (writing) dalam public relations masih sangat penting sampai saat ini.

Public Relations (PR) dalam bahasa Indonesia sering diartikan sebagai hubungan masyarakat atau biasa disingkat “humas” Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut Public Relations menjadi suatu fungsi penting dalam menjalin hubungan komunikasi. Dalam perkembangannya, Public Relations berperan pada kemajuan masyarakat di berbagai bidang, terutama industri. Timbal balik atau feedback dari komunikasi dalam Public Relations sangat diharapkan dan mutlak harus terjadi karena merupakan prinsip pokok Public Relations itu sendiri.

Menurut F. Rachmadi (1992) dalam bukunya Public Relations dalam Teori dan Praktek, PR adalah suatu kegiatan komunikasi yang bersifat timbal balik. Keefektifan dari komunikasi ini sendiri dilihat dari respons publik terhadap komunikasi tersebut. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait penerapan komunikasi dalam Public Relations yang efektif:

1. Jenis publik yang menjadi sasaran. Jenis publik adalah kalangan masyarakat yang akan menerima informasi. Apakah itu remaja, orang tua, siswa, dan sebagainya. Informasi yang disampaikan diharapkan dapat diterima dengan baik dan memperoleh timbal balik dari publik yang menjadi sasaran.

2. Susunan pesan yang akan disampaikan kepada publik. Pesan yang akan disampaikan kepada publik harus memiliki tujuan. Tujuan inilah yang akan dicapai oleh organisasi. Pesan tersebut haruslah sederhana, mudah dipahami, dan bersifat persuasif.

3. Saluran yang sesuai. Saluran yang digunakan untuk penyampaian informasi adalah berbagai media. Mulai dari media cetak, elektronik, hingga internet, semua disesuaikan dengan kebutuhan organisasi yang bersangkutan.

4. Strategi yang akan digunakan. Strategi dalam komunikasi Public Relations sangat beragam sesuai dengan tujuan yang diharapkan oleh organisasi. Public Relations bisa menggunakan strategi langsung (face to face) atau tidak langsung.

Syarat-Syarat Penulisan (Writing) Public Relations Yang Baik

Menurut Dr. Willard G. Bleyer, berita yang baik adalah segala sesuatu yang hangat atau aktual dan menarik perhatian sejumlah pembaca (anything timely that interest a number of readers). Jadi, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam penulisan Public Relations yang baik:

  1. Informasi yang disampaikan harus berdasarkan fakta (akurat) dan sesuai dengan kenyataan.
  2. Aktual (tepat waktu).
  3. Objektif (berdasarkan kenyataan, bukan opini seseorang).
  4. Menarik (informasi yang disampaikan harus tertata dan menimbulkan pertanyaan bagi pembaca serta khas).

Jenis-Jenis Kegiatan Penulisan (Writing) Public Relations

Loading...

Soemirat dan Ardianto (2004) mengembangkan konsep dasar Ivy Lee (Bapak PR) mengenai kegiatan-kegiatan dalam Public Relations Writing. Berikut beberapa jenis kegiatan PR writing:

1. Press Release (PRL).

Press release (PRL) adalah segala informasi yang dikemas dalam bentuk berita yang dibuat oleh Public Relations organisasi dan kemudian dipublikasikan oleh pengelola pers atau redaksi media massa, seperti surat kabar, majalah, televisi, radio, dan sebagainya.

2. Feature (karangan khas).

Feature atau karangan khas disajikan lebih lengkap dan terperinci ketimbang press release. Isi feature hampir sama dengan press release. Feature bukanlah informasi untuk mempromosikan produk. Feature memiliki bermacam-macam bentuk, tidak hanya berupa tulisan dan foto, namun bisa dilengkapi dengan video, bagan, dan grafik. Feature dapat dijumpai di majalah, buletin, televisi, dan sebagainya.

3. Artikel.

Artikel adalah tulisan lepas berisi opini seseorang yang membahas masalah tertentu yang sifatnya aktual dan kadang-kadang kontroversial. Artikel bertujuan memberikan informasi (informative), memengaruhi (persuasive), meyakinkan (argumentative), dan menghibur publik (Sumadiria, 2004).

4. Advertorial.

Menurut Hutabarat, advertorial atau pariwara tidak terlalu berbeda dengan feature. Bedanya, advertorial lebih banyak bobot promosinya daripada informasinya. Advertorial dapat digunakan untuk membangun citra perusahaan. Advertorial merupakan gabungan dari iklan dan tajuk. Iklan mempromosikan sesuatu sedangkan tajuk berisi opini publik, terutama citra dari subjek tulisan tersebut.

5. Penulisan Surat (Komentar Pembaca).

Perusahaan perlu memelihara citra positif yang telah dimilikinya. PR writing memberikan media bagi publik untuk dapat menyampaikan masukan, kritik, atau sarannya kepada organisasi atau perusahaan. Setiap surat kabar kini memberikan keleluasaan kepada publik untuk mengirimkan pendapatnya yang kemudian akan diterbitkan. Namun, tidak semua opini akan diterbitkan. PR lah yang harus menyaringnya. Bahkan, PR bisa saja harus mengundang orang yang memberikan opini tersebut.

6. Selebaran.

Banyak bentuk selebaran yang dirancang oleh PR. Bentuk-bentuk selebaran yang sering kita temui antara lain:

  • Brosur atau buklet: Selebaran berbentuk buku kecil yang dirangkaikan dengan dijepit atau dijilid.
  • Katalog: Brosur yang dilengkapi dengan gambar dan keterangan harga serta jenis produk.
  • Diaries: Agenda yang diterbitkan setahun sekali.
  • Daftar harga dan formulir pemesanan: Daftar harga dan formulir pemesanan produk yang biasanya dilengkapi dengan jumlah barang dan cara pembayaran.
  • Kartu garansi: Kartu jaminan garansi atau perbaikan gratis dari pembelian produk.

7. Jurnalistik.

Loading...

Berbicara tentang jurnalistik artinya kita akan menyinggung soal wartawan, berita, dan informasi. Jurnalistik adalah proses penyampaian informasi melalui media tertentu kepada masyarakat. Menurut Soebandang, jurnalistik adalah seni dan keterampilan mencari, mengumpulkan, mengolah, menyusun, dan menyajikan berita tentang peristiwa untuk disampaikan kepada masyarakat melalui media. Karya jurnalistik tidak hanya berupa tulisan, tetapi juga gambar, foto, video, dan sebagainya. Adapun seorang jurnalis memiliki ciri-ciri:

  • Rasa ingin tahu yang besar.
  • Skeptis.
  • Memiliki keyakinan akan kebenaran yang bersifat sementara.

Proses Dasar Kegiatan Penulisan (Writing) Public Relations

Proses dasar PR writing ada tiga:

1) Perencanaan.

  1. Merumuskan maksud atau tujuan informasi yang akan disampaikan.
  2. Mendasarkan tulisan pada pokok-pokok pikiran.
  3. Menganalisis publik (sasaran, kebutuhan, dan harapan publik).
  4. Menetapkan media yang akan digunakan.

2) Penulisan.

  1. Membuat draf terlebih dahulu.
  2. Informasi yang ditulis haruslah sederhana, jelas, dan terarah.
  3. Melakukan pengaturan pada bentuk dan teknik penyajian pesan (struktur dan daya tarik pesan).
  4. Evaluasi.

Tahap ini dilakukan untuk memeriksa atau mengecek hasil tulisan. Evaluasi dilakukan dengan riset secara berkala untuk kelayakannya, apakah diterima oleh masyarakat atau tidak.

Media Pembelajaran Interaktif Public Relations

Anda bisa belajar dengan mudah secara offline menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis Android yang telah kami sediakan di Android Play Store. Silakan unduh aplikasinya di SINI.

Media Pembelajaran Interaktif Public Relations

Sekian dulu pembahasan kami tentang Kegiatan Penulisan dalam Public Relations. Semoga bermanfaat, Salam belajar menyenangkan kapan saja di mana saja. (maglearning.id)

Loading...

Tinggalkan Balasan