Konsep Warna Sebagai Instrumen Desain Visual

Konsep Warna Sebagai Instrumen Desain Visual

Relativitas Warna

Ingatan kita akan akurasi warna biasanya tidak akurat karena warna itu relatif. Warna dipengaruhi oleh hal lain di sekitarnya. Misalnya, bunga berwarna-warni akan muncul lebih dramatis di ruangan abu-abu daripada di ruangan merah, atau warna-warni juga.

Saat memilih warna yang tepat untuk mewarnai rambut seseorang, penata rambut harus memahami bagaimana warna sintetis akan terlihat relatif terhadap warna mata dan warna kulit klien. Selain itu, nilai relatif terhadap nilai lain yang ada di sekitarnya.

Ini sangat berguna bagi pelukis: Jika Anda bisa mengubah nilai warna, Anda akan bisa menyatukan lukisan Anda dengan warna. Jika Anda seorang seniman tekstil, ini hal praktis karena Anda mungkin terbatas pada pilihan benang atau kain dan perlu memaksimalkan tiga pilihan warna.

Chroma atau saturasi juga relatif. Ingatlah bahwa warna-warna kusam bisa menjadi warna yang bagus untuk lukisan atau ruangan. Warna-warna netral akan memberi ruang pada warna lain untuk bernafas (eksis).

Pengetahuan tentang sifat warna memiliki banyak aplikasi praktis. Misalnya, jika warna cat untuk dinding atau perabot terlalu hijau, menambahkan warna merah akan menghilangkan dominasi warna hijaunya.

Memilih Warna

Salah satu cara mudah untuk menangani palet warna adalah dengan menjaga corak warna (color chord) dasar Anda tetap monokromatik. Yaitu, gunakan satu corak plus dan corak corak warna yang sesuai. Color chord atau corak warna adalah warna-warna yang dipilih untuk digunakan pada sebuah desain. Kita akan membahas corak warna ini secara khusus dalam teori warna yang di dalamnya ada konsep roda warna.

Sebagai alternatif, Anda dapat memperluas palet Anda tetapi tetap mempertahankan semua warna dalam satu kelompok yang sama dengan melewati roda warna ke warna yang berlawanan. Hal ini menciptakan corak warna komplementer.

Bayangkan biru adalah warna utama di dapur Anda. Untuk memperdalam rentang warna biru Anda, cari warna biru yang sedikit netral atau abu-abu dengan menggunakan pelengkap warna oranye. Dengan begitu, Anda dapat menenun beberapa abu-abu netral melalui ruang Anda dan semburat oranye di beberapa bantal atau bunga.

Ini adalah kunci untuk membuat corak warna tetap koheren dan dalam satu keluarga. Jika Anda menginginkan ruangan dengan lebih dari satu warna, atur palet Anda berdasarkan tri-chord,  yaitu tiga warna yang jaraknya sama satu sama lain pada roda warna. Tri-chord bisa memberi Anda banyak variasi warna.

Nah saya kira cukup sekian dulu bahasan kita tentang konsep warna sebagai salah satu instrumen desain visual yang paling vital. Sampai jumpa di lain kesempatan yang lebih berwarna (maglearning.id).

%%footer%%

Pages ( 2 of 2 ): « Balik1 2