bullying dalam Islam

Bagaimana Pandangan Tentang Bullying dalam Islam

Bagaimana Pandangan Tentang Bullying dalam Islam – Sampai saat ini, kita sering sekali mendengar kata atau pepatah tentang asumsi-asumsi tentang humor, salah satu yang paling populer adalah pepatah yang mengatakan “bercanda bisa mengubah mood seseorang yang awalnya bad menjadi good”, bahkan bisa juga mengurangi stress atau malah bisa membuat pertemanan semakin erat tatkala bertemu.

Dengan asumsi tersebut, tak heran jika kemudian bercanda adalah hal yang dianggap wajar di dalam sebuah pergaulan. Ya tentu saja. Bercanda adalah sebuah kewajaran dan itu adalah benar adanya. Hanya saja, kadang seseorang lupa bahwa bercanda batasannya, dan bahan candaan ataupun kata-kata yang dilontarkan bahkan sering sekali menyakiti perasaan lawan bicaranya.

Dan jika hal tersebut dilakukan secara kontinu atau secara terus-menerus, diulang-ulang, maka perbuatan tersebut bisa saja mengarah kepada perilaku bullying. Dalam bahasa Indonesia bullying mempunyai kata baku yaitu “rundung” atau “merundung” yang artinya mengganggu atau mengusik terus-menerus; menyusahkan. Lalu, bagaimana bullying dalam perspektif Islam?

Bullying Dalam Pandangan Islam

Tahukah kamu, bahwa sejak dulu, jauh sebelum istilah bullying ini tenar ataupun popular, Islam sendiri telah menyampaikan hal ini melalui firman Allah. Di dalam kitab sucinya al-Qur’an, lewat kata-kata indah Nya, Allah memberikan panduan, seperti apa seharusnya seorang muslim ketika berbicara.

Nah, sebelum kita bahas bullying dalam perspektif al-Quran, kita akan membahas tentang bullying menurut Wikipedia. Menurut Wikipedia, bullying adalah penindasan, penggunaan kekerasan, paksaan, ancaman, yang bertujuan untuk mengintimidasi atau menakut-nakuti orang lain yang bisa saja memberikan dampak tidak hanya sekedar menyakiti fisik seseorang tapi juga mentalnya, bahkan psikologi.

Jika kamu merasa seorang muslim, dan sampai saat ini sering melakukan hal ini, kerap melakukan  candaan dengan mengkritik fisik seseorang, sesungguhnya hal tersebut adalah salah, dan tidak sesuai dengan aturan dalam Islam. Karena Islam, sama sekali tidak pernah mengajarkan perbuatan yang demikian. Bahkan Islam sudah melarang kita untuk terus melakukan perusakan mulai dari bentuk fisik ataupun non fisik, yang bercanda ini kemudian berujung bullying .

Bullying sendiri dalam al-Quran telah diterangkan dalam beberapa surat antara lain yitau: surat al-Hujurat ayat 11, at-Tawbah ayat 79, al-Hud 38-39, al-Baqarah 212, al-An’am 10-11. Bulliying dalam al-Quran berhubungan dengan beberapa hal, yaitu:

  • berhubungan dengan kata menghina (yaskhar)
  • berhubungan dengan kata permusuhan (i’tada-ya‟tadi),
  • berhubungan dengan kezaliman (zalama-yazlimu),
  • berhubungan dengan pembunuhan (qatala-yaqtulu),
  • berhubungan dengan perbuatan yang merusak (fasadayafsudu atau ‘asyiya-ya’syau), dan
  • berhubungan dengan cacian (istahzaa-yastahziu)

Sebagaimana dalam Surat al-Hujurat ayat 11 sebagai berikut:

Yaaa ayyuhal laziina aamanuu laa yaskhar qawmum min qawmin ‘asaaa anyyakuunuu khairam minhum wa laa nisaaa’um min nisaaa’in ‘Asaaa ay yakunna khairam minhunna wa laa talmizuuu bil alqoob; bi’sal ismul fusuuqu ba’dal iimaan; wa mal-lam yatub fa-ulaaa’ika humudzoolimuun

Terjemahan ayat di atas kurang lebih adalah sebagai berikut:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh Jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan). dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan). dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan jangan kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.”

Tafsirnya adalah sebagai berikut:

Setelah Allah menerangkan bahwa orang-orang mukmin adalah bersaudara, ayat ini menjelaskan tuntunan agar persaudaraan itu tetap terjaga. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum, yakni kelompok pria, mengolok-olok kaum, yakni kelompok pria yang lain karena boleh jadi mereka yang diperolok-olokkan lebih baik dari mereka yang mengolok-olok, dan jangan pula perempuan-perempuan mengolok-olokkan perempuan lain karena boleh jadi perempuan yang diperolok-olokkan lebih baik dari perempuan yang mengolok-olok.

Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dengan ucapan, perbuatan atau isyarat, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang dinilai buruk oleh orang yang kamu panggil itu sehingga menyakiti hatinya. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk fasik setelah iman. Yakni seburuk-buruk panggilan kepada orang-orang mukmin adalah bila mereka disebut orang-orang fasik sesudah mereka dahulu disebut sebagai golongan yang beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, setelah melakukan kefasikan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim kepada diri sendiri dan karena perbuatannya itu maka Allah menimpakan hukuman atasnya.

Dalam ayat ini, Allah mengingatkan kaum mukminin supaya jangan ada suatu kaum yang mengolok-olok kaum lain karena boleh jadi, mereka yang diolok-olok itu pada sisi Allah jauh lebih mulia dan terhormat dari mereka yang mengolok-olok. Demikian pula di kalangan perempuan, jangan ada segolongan perempuan yang mengolok-olok perempuan yang lain karena boleh jadi, mereka yang diolok-olok itu lebih baik dan lebih terhormat disisi Allah. Allah melarang kaum mukminin mencela kaum mereka sendiri, karena seluruh kaum mukmin dipandang sebagai satu tubuh yang saling terikat dengan adanya persatuan dan kesatuan.

Bulliying Yang Masih Umum Terjadi

Sampai saat ini, kita semakin sering mendapatkan berita tentang banyaknya korban dari bullying ini, bahkan ada yang sampai bunuh diri karena dibully (mendapatkan perundungan). Sampai kapan kita akan terus mendengar berita duka tentang adanya kasus bunuh diri yang dilakukan seseorang hanya karena tidak lagi kuat menghadapi berbagai hinaan baik dalam bentuk verbal atau nonverbal?

Bahkan yang masih teringat di dalam kepala kita adalah berita duka yang datang dari seorang resimen mahasiswa. Dia melakukan tindakan bunuh diri, padahal sedang menempuh pendidikan program pendidikan dokter spesialis di salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia. Siapa sangka dia kelihatannya hidup bahagia, glamour, dengan mobil yang mewah, ternyata bisa melakukan aksi bunuh dirinya dengan menenggak cairan kimia sendiri untuk membunuh dirinya?

Pada faktanya, mental resimen mahasiswa tersebut tidak lagi kuat untuk menghadapi berbagai bullying yang diterimanya, yang bagi pelaku hanya dikatakan sebagai candaan semata. Tak hanya itu saja bahkan masih ada banyak kasus lain yang bisa kita temukan. Aksi bullying ini terbukti sangat signifikan dalam menghancurkan dan membunuh karakter orang lain ya.

Maka cobalah untuk berpikir berkali-kali dalam mengungkapkan candaan-candaan yang kita kira hanya sebuah rumor belaka. Hanya untuk mengundang gelak tawa, masihkah kita terus menganggap bahwa perkara bercandaan hanyalah perkara yang remeh? Padahal Al-Quran telah mengaturnya di dalam Alquran al-Ahzab ayat 70.

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, kemudian katakanlah kata-kata yang benar.

Dari ayat tersebut kita dapat melihat bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah mengingatkan kita agar terus menjaga ucapan kita tatkala akan berucap, karena pada hakikatnya lidah kita memang tidak bertulang namun ada berbagai macam hal buruk yang terjadi jika dia tidak dikendalikan dengan baik.

Jangan memanggil seseorang dengan panggilan yang buruk. Panggillah mereka dengan nama-nama yang baik. Panggilan yang buruk dilarang untuk diucapkan setelah orangnya beriman karena gelar-gelar itu mengingatkan kepada kedurhakaan yang sudah lewat, dan sudah tidak pantas lagi dilontarkan.

Barang siapa tidak bertobat, dan terus memanggil dengan panggilan yang buruk itu, maka ia juga di cap oleh Allah sebagai orang-orang yang zalim terhadap diri sendiri dan pasti akan menerima konsekuensinya berupa azab dari Allah pada hari kiamat. Yuk mulai menjaga lisan kita, sebab berkata sesuka hati bukanlah ajaran yang benar dalam Islam.

Saya kira cukup sekian dulu bahasan saya tentang bullying dalam pandangan Islam. Semoga uraian saya di atas semakin menambah wawasan kita tentang bullying menurut perspektif Islam. Beberapa ayat yang terkait dengan bullying dalam al Quran juga menjadi pedoman kita dalam hidup bermasyarakat.

Akhir kata, semoga bermanfaat dan salam belajar menyenangkan di mana saja dan kapan saja dari maglearning.id.

%%footer%%

Tinggalkan Balasan