Pengertian serta hubungan Antara Aksiologi dan Ilmu

Pengertian serta hubungan Antara Aksiologi dan Ilmu

Pengertian serta hubungan Antara Aksiologi dan Ilmu – Aksiologi dan ilmu (ilmu pengetahuan) sangat terkait erat. Bagaimana hubungan di antara keduanya? Marilah kita bahas di sini secara singkat. Kita akan mulai dengan membahas tentang “apa itu ilmu” terlebih dahulu.

Definisi Ilmu

Apa itu ilmu? Ilmu adalah istilah yang berasal dari kata Yunani yaitu “scientia” yang berarti ilmu, atau dalam kaidah atau perspektif bahasa Arab, ilmu berasal dari kata “‘ilm” yang berarti pengetahuan. Ilmu atau sains adalah pengkajian sejumlah pernyataan-pernyataan yang terbukti dengan fakta-fakta dan ditinjau yang disusun secara sistematis dan terbentuk menjadi hukum-hukum umum.

Perbedaan dan Fungsi Ilmu

Perbedaan Ilmu, dan Pseudo Ilmu

Dari definisi ilmu di atas setidaknya kita bisa menarik satu kesimpulan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang dirumuskan secara sistematis, dapat diterima oleh akal melalui pembuktian-pembuktian empiris. Disisi lain ada sebuah kategori yaitu Pseudo Ilmu.

Secara garis besar pseudo ilmu adalah pengetahuan atau praktik-praktik metodologis yang di klaim sebagai pengetahuan. Namun berbeda dengan ilmu, pseudo ilmu tidak memenuhi persyaratan-persyaratan yang di diterima oleh akal melalui pembuktian-pembuktian empiris. 

Keberadaan ilmu timbul karena adanya penelitian-penelitian pada objek-objek yang sifatnya empiris. Berbeda halnya dengan pseudo ilmu yang lahir atau timbul dari penelaahan objek-objek yang abstrak. Landasan dasar yang dipakai dalam pseudo ilmu adalah keyakinan atau kepercayaan. Perbedaan keduanya dapat kita ketahui dari penampakan yang menjadi objek penelitian masing-masing bidang. Atau dengan kata lain perbedaan tersebut ada pada sisi epistemologinya.

Tujuan dan Fungsi Ilmu

Sebelumnya kita telah berbicara mengenai bagaimana perbedaan ilmu dan pseudo ilmu dilihat dari karakter objek penelitiannya. Berikutnya kita akan membicarakan apa sebenarnya tujuan dan kegunaan pengetahuan. Tujuan ilmu pengetahuan adalah upaya para peneliti menjadikan alat atau jalan untuk menambah kesenangan hidup di dunia ini.

Sebagian menyatakan bahwa ilmu pengetahuan merupakan alat untuk meningkatkan kebudayaan dan kemajuan bagi umat manusia secara keseluruhan. Adapun dalam agama bahwa ilmu pengetahuan merupakan alat untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi dari sekedar tujuan ilmu pengetahuan itu sendiri. Karena di balik kehidupan materi ini ada lagi kehidupan yang mereka lalaikan, yakni kehidupan akhirat, maka tujuan ilmu pengetahuan dalam agama adalah untuk menggapai ridlo Tuhan dalam meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Argumen-argumen yang dikemukakan dalam pengetahuan kemudian menjadi satu bentuk konsep yang terangkum dalam sebuah teori. Teori mempunyai tiga fungsi dilihat dari kegunaan teori tersebut dalam menyelesaikan masalah.

  • Pertama, Teori sebagai alat Eksplanasi. Dalam fungsi ini teori berusaha menjelaskan melalui gejala-gejala yang timbul dalam satu permasalahan. Misalnya: berbagai perbedaan pendapat tentang penghapusan UN (Ujian Nasional) di mana selama ini pelaksanaan proses pembelajaran yang kita lakukan cenderung menggunakan pandangan behaviorisme, di mana lebih mengutamakan nilai, kualifikasi, atau rangking untuk memotivasi siswa agar rajin belajar. Tujuan utamanya lebih pada pencapaian nilai ujian.
  • Kedua, Teori sebagai alat Peramal. Dalam fungsi ini teori memberikan bentuk prediksi-prediksi yang dilakukan oleh para ilmuwan dalam menyelesaikan suatu masalah. Misalnya: isu global warming. Digambarkan dalam kasus ini bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ternyata di satu sisi memberikan dampak buruk terhadap ekosistem alam. Prediksi yang dilakukan oleh para ilmuwan yang menggambarkan tentang keseimbangan alam yang rusak oleh perilaku manusia itu sendiri.
  • Ketiga, Teori sebagai Alat pengontrol. Dalam fungsi ini ilmuwan selain mampu membuat ramalan berdasarkan eksplanasi gejala, juga dapat membuat kontrol terhadap masalah yang terjadi. Kita bisa melihat dari solusi yang ditawarkan oleh para ilmuwan.

Jadi ilmu tidak akan diakui sebagai ilmu, melainkan sebagai pseudo ilmu, bila tidak dapat diuji atau dibuktikan secara empiris. Makanya diperlukan berbagai penelitian yang sistematis untuk mengembangkan dan membuktikan ilmu. Ilmu jelas berbeda dengan pengetahuan. Karena pengetahuan tidak harus diperoleh atau dirumuskan secara sistematis.

Pengertian Aksiologi dan hubungannya dengan Ilmu

Aksiologi merupakan cabang filsafat ilmu yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya. Aksiologi adalah istilah yang berasal dari kata Yunani yaitu “axios” dan “logos”. Axios berarti berharga atau bernilai Sedangkan logos yang berarti logika atau teori.

Aksiologi dipahami sebagai teori nilai. Jujun S. Suriasumantri mengartikan aksiologi sebagai teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh. Menurut John Sinclair, dalam lingkup kajian filsafat, nilai merujuk pada pemikiran atau suatu sistem seperti politik, sosial dan agama. sedangkan nilai itu sendiri adalah sesuatu yang berharga, yang diidamkan oleh setiap insan.

Aksiologi ialah ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat nilai, pada umumnya ditinjau dari sudut pandangan kefilsafatan. Di dunia ini terdapat banyak cabang ilmu yang bersangkutan dengan masalah-masalah nilai yang khusus seperti epistimologis, etika, dan estetika. Epistimologi bersangkutan dengan masalah kebenaran, etika bersangkutan dengan masalah kebaikan, dan estetika bersangkutan dengan masalah keindahan.

Secara historis, istilah yang lebih umum dipakai adalah etika (ethics) atau moral (morals). Tetapi dewasa ini, istilah axios (nilai) dan logos (teori) lebih akrab dipakai dalam dialog filosofis. Jadi, aksiologi bisa disebut sebagai the theory of value atau teori nilai. Bagian dari filsafat yang menaruh perhatian tentang baik dan buruk (good and bad), benar dan salah (right and wrong), serta tentang cara dan tujuan (means and ends).

Aksiologi mencoba merumuskan suatu teori yang konsisten untuk perilaku etis. Ia bertanya seperti apa itu baik (what is good?). Tatkala yang baik teridentifikasi, maka memungkinkan seseorang untuk berbicara tentang moralitas, yakni memakai kata-kata atau konsep-konsep semacam “seharusnya” atau “sepatutnya” (ought / should). Demikianlah aksiologi terdiri dari analisis tentang kepercayaan, keputusan, dan konsep-konsep moral dalam rangka menciptakan atau menemukan suatu teori nilai. Jadi aksiologi merupakan cabang filsafat yang mempelajari nilai.

Sekian dulu bahasan kami tentang pengertian serta hubungan antara aksiologi dan ilmu. Semoga bermanfaat dan jaga kesehatan, tetap belajar dengan menyenangkan (maglearning.id).

%%footer%%

One comment

Tinggalkan Balasan