Salah Pilih Sekolah

Salah Pilih Sekolah, Anak Jadi Korban

Salah Pilih Sekolah, Anak Jadi Korban – Pemilihan sekolah penting agar anak dapat terus berkembang dalam proses pembelajaran. Memilih sekolah ibarat memilih rumah kedua untuk anak. Sehingga harus memberikan rasa yang nyaman dan aman bagi anak.

Setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya, begitu pula dalam memilih sekolah. Namun hingga saat ini belum ada panduan bagaimana memilih sekolah yang sesuai dengan anak Anda. Jadi wajar saja jika kita merasa bingung untuk memilihnya.

Kebanyakan hanya mendapatkan informasi tentang sekolah dengan mendengarkan orang-orang yang telah menyekolahkan anaknya dan terpaku pada informasi yang tersedia di brosur atau website sekolah. Hal ini belum tentu memberikan rasa aman kepada anak selama proses pembelajaran.

Memilih sekolah yang salah akan berdampak negatif pada anak baik dari segi perilaku maupun cara berpikirnya. Maka dari itu, orang tua harus berhati-hati dalam memilih tempat belajar bagi anaknya. Berikut ini dampak buruk ketika ketika kita salah sekolah bagi anak, di antaranya meliputi :

Merasa stres

Akibat paling umum dari salah memilih sekolah adalah anak mudah stres. Hal ini ditandai dengan perubahan perilaku. Pada dasarnya, stres adalah hal yang wajar ketika anak menghadapi lingkungan atau tantangan baru. Stres merupakan respons alami yang memberikan pesan bahwa anak-anak sedang menghadapi situasi yang melebihi batas kemampuannya.

Tetapi ketika seorang anak menghadapi sumber stres setiap hari untuk waktu yang lama. Maka stres tersebut berubah dari respons alami menjadi gangguan. Stres yang mengganggu ditandai dengan anak yang mudah merasa cemas, berperilaku sangat pasif atau menjadi agresif, mudah putus asa dan sulit tidur.

Bersikap negatif di sekolah

Dampak buruk selanjutnya ketika kita terlanjur salah pilih sekolah membuat anak-anak merasa tidak nyaman di sekolah, cenderung mereka akan bersikap negatif terhadap teman, guru, dan sekolah. Mereka merasa lebih mudah untuk melihat kelemahan daripada kekuatan orang lain. Sehingga anak akan mengalami depresi yang akan melihat lingkungannya sebagai ancaman atau sumber stres.

Memiliki sikap negatif juga ditunjukkan dengan keengganan pergi ke sekolah. Selain itu, biasanya hasil yang paling parah adalah perubahan perilaku dari yang baik menjadi sering mencari masalah dengan temanya.

Benci belajar

Stres yang berlebihan akan dihadapi anak dengan melakukan perubahan pada dirinya. Misalnya, anak sudah capek mengerjakan soal, tapi tidak punya kesempatan untuk melepaskan rasa capeknya. Selain itu, anak juga akan memaksakan diri untuk terus mengerjakan masalah tersebut.

Dari beberapa pertanyaan mungkin berhasil diselesaikan, tetapi dampak negatif dari anak membentuk persepsi negatif belajar yang kemudian berkembang menjadi perasaan benci belajar. Sekolah harus menumbuhkan semangat dan kegigihan belajar anak. Jika akibatnya anak itu tidak suka belajar, maka Anda menyekolahkannya ke sekolah yang salah.

Masalah emosional dan sosial

Sekolah harus mengembangkan kemampuan hidup secara utuh. Apabila sekolah tidak melaksanakan tanggung jawab tersebut. Maka akan menghasilkan anak yang menonjol dalam satu bidang (biasanya secara akademis). Namun lemah dalam keterampilan emosional dan sosial. Sehingga mereka mengalami kesulitan dalam menghadapi masalah emosi seperti diejek teman dan kesulitan.

Menghindari tantangan yang berat

Sekolah yang tidak sesuai akan menghadirkan tantangan yang jauh melampaui kemampuan anak. Jika anak kesulitan tantangan sedikit di atas kemampuan, maka anak tersebut akan meningkatkan usahanya. Hal ini dapat mengakibatkan anak-anak cenderung menghindari tantangan yang sulit.

Seperti kemampuan anak mengerjakan 3 soal dalam 15 menit. Saat diberi tantangan 4 pertanyaan, anak akan berusaha lebih keras lagi. Namun ketika diberikan tantangan berupa 10 pertanyaan, bukannya berusaha menyelesaikannya, tapi anak cenderung mencari jalan pintas yang mudah.

Kepatuhan semu

Pilihan sekolah yang salah sering kali gagal memotivasi anak untuk mengambil tindakan dari dalam diri mereka sendiri. Anak dimotivasi oleh motivasi ekstrinsik seperti suap atau ancaman hukuman. Akibatnya anak kehilangan inisiatif, tidak belajar jika tidak disuruh. Itulah beberapa pembahasan yang dapat di jelaskan mengenai dampak buruk pada anak jika salah dalam pilih sekolah. Semoga ada manfaatnya, dan jangan salah pilih sekolah (maglearning.id).

%%footer%%

Tinggalkan Balasan