Komunikasi yang Efektif dalam Pembelajaran

Komunikasi yang Efektif dalam Pembelajaran

Komunikasi yang Efektif dalam Pembelajaran – Dalam proses belajar mengajar pasti terjadi apa yang disebut dengan komunikasi, yaitu komunikasi antara guru dengan siswa, juga antar siswa. Sejatinya, komunikasi merupakan suatu proses sosial yang sangat mendasar dan vital dalam kehidupan manusia.

Dikatakan mendasar karena setiap manusia, baik yang primitif maupun yang modern, berkeinginan mempertahankan suatu persetujuan mengenai berbagai aturan sosial dilakukan melalui komunikasi. Dikatakan vital karena setiap individu memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan individu-individu lainnya sehingga meningkatkan kesempatan individu itu untuk tetap hidup.

Dalam setiap komunikasi, manusia saling menyampaikan informasi yang dapat berubah pikiran, gagasan, maksud, perasaan, maupun emosi secara langsung. Kegiatan komunikasi ini berlangsung dari hari ke hari, dari waktu ke waktu, selama manusia hidup dan selama melakukan aktivitasnya. Kalau kita mengamati sekitar kita, kita akan melihat bahwa komunikasi merupakan aktivitas yang paling penting dalam suatu kehidupan bermasyarakat.

Komunikasi dalam pembelajaran dewasa ini mendapatkan perhatian yang luar biasa. Hal ini dilatarbelakangi pentingnya memilih cara komunikasi dalam proses pembelajaran agar kegiatan tersebut mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Komunikasi yang efektif berkorelasi dengan tingkat keberhasilan pembelajaran.

Pengertian Komunikasi

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan dari sumber atau pengirim pesan kepada penerima pesan melalui suatu media atau saluran dan dapat terhambat oleh berbagai gangguan (noise). Proses penyampaian pesan ini bertujuan supaya si penerima pesan memiliki makna atau pemahaman yang sama dengan pemberi pesan. Untuk itu, diperlukan upaya komunikasi yang efektif supaya pesan dapat sampai sebagaimana yang diharapkan.

Pada proses komunikasi yang efektif dalam pembelajaran, terdapat beberapa elemen penting yang sangat berperan dalam penyampaian pesan. Elemen-elemen tersebut adalah:

  1. Source, yaitu sumber pesan. Sumber pesan dapat berupa manusia lain atau media massa, dan merupakan pihak yang memiliki dan menyampaikan isi pesan.
  2. Message, yaitu pesan yang disampaikan dan dapat berupa ucapan verbal, elemen non-verbal, dan isyarat lainnya. Pesan ini dapat berisi informasi, ide, maupun nilai-nilai yang dimiliki source dan ingin disampaikan kepada pihak lain.
  3. Receiver, yaitu penerima pesan. Receiver merupakan pihak yang menerima pesan yang disampaikan oleh source, namun penerimaan makna pesan dapat berbeda dengan apa yang diharapkan. Hal ini karena bergantung lagi kepada kondisi, pengalaman, dan persepsi yang dimiliki receiver.
  4. Channel, yaitu alat, saluran atau media yang digunakan source dalam menyampaikan pesan kepada receiver.
  5. Noise, yaitu gangguan yang menghambat proses komunikasi. Noise ini dapat berupa kondisi lingkungan sekitar atau kondisi internal dari penerima pesan.
  6. Feedback, yaitu respons yang diberikan receiver kepada source atas pesan yang diterimanya. Namun tidak semua proses komunikasi dapat mendapatkan feedback, apalagi komunikasi satu arah. Feedback dapat ditemukan kemungkinan besar pada komunikasi yang bersifat dua arah.

Pengertian Pembelajaran

Pembelajaran berasal dari kata dasar belajar, hal yang telah kita lakukan sedari kecil. Bahkan sebenarnya kita sudah belajar sedari lahir, belajar makan, minum, berjalan, dan lain sebagainya. Belajar bukan saja proses formal di kelas, namun proses mempelajari segala sesuatu yang dirasa penting dan bermanfaat untuk berbagai elemen dalam kehidupan.

Pembelajaran sendiri merupakan proses yang membutuhkan interaksi antara pengajar dan pembelajar, di mana pengajar menyampaikan materi atau hal-hal yang ingin diajarkan. Sedangkan pembelajar akan menerima atau menangkap materi tersebut untuk dipahami sesuai dengan pemahamannya.

Proses pemahaman pembelajaran sama halnya dengan proses pemaknaan pesan komunikasi, yaitu semuanya bergantung lagi kepada individu yang menerimanya. Karena itu satu materi bisa diterima dengan cara yang berbeda oleh orang yang berbeda, meskipun yang mengajarkannya sama.

Proses pembelajaran bertujuan untuk menghasilkan perubahan perilaku, atau membuat orang lain memiliki perilaku tertentu yang diharapkan terjadi oleh pengajar. Pembelajaran sendiri merupakan sebuah sistem yang mana seorang pembelajar memperhatikan, melakukan observasi, mendengarkan, membaca, hingga mencoba apa yang telah diajarkan.

Pengertian Komunikasi yang Efektif dalam Pembelajaran

Komunikasi pembelajaran adalah proses penyampaian gagasan dari seseorang kepada orang lain supaya mencapai keberhasilan dalam mengirim pesan kepada yang dituju secara efektif dan efisien.

Dalam kegiatan belajar mengajar, komunikasi antar pribadi merupakan suatu keharusan, agar terjadi hubungan yang harmonis antara pengajar dengan peserta belajar. Keefektifan komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar ini sangat tergantung dari kedua belah pihak. Akan tetapi karena pengajar yang memegang kendali kelas, maka tanggung jawab terjadinya komunikasi dalam kelas yang sehat dan efektif terletak pada tangan pengajar.

Keberhasilan pengajar dalam mengemban tanggung jawab tersebut dipengaruhi oleh keterampilannya dalam melakukan komunikasi ini. Terkait dengan proses pembelajaran, komunikasi dikatakan efektif jika pesan yang dalam hal ini adalah materi pelajaran dapat diterima dan dipahami, serta menimbulkan umpan balik yang positif.

Dilihat dari prosesnya, komunikasi dibedakan atas komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Komunikasi verbal adalah komunikasi dengan menggunakan bahasa, baik bahasa tulis maupun bahasa lisan. Sedangkan komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang menggunakan isyarat, gerak gerik, gambar, lambang, mimik muka, dan sejenisnya.

Sebagai komunikator atau mediator, guru harus menyadari bahwa sekolah berada di tengah-tengah masyarakat, karenanya sekolah tidak boleh menjadi “menara gading” yang jauh dan terasing dari masyarakat. Sekolah didirikan mengemban amanat dan aspirasi masyarakat (dan peserta didik adalah anak-anak dan sekaligus sebagai bagian dari anggota komunitas masyarakat).

Menghindari persoalan tersebut, maka guru harus memerankan dirinya untuk mampu menjadi “bridging” (menjembatani) atau menjadi mediator antara sekolah dan masyarakat melalui upaya cerdas dalam memilih dan menggunakan pola, pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang memungkinkan saling menguntungkan antara keduanya. Jadikan masyarakat, lembaga, peristiwa, benda, situasi, kebudayaan, serta industri sebagai sumber belajar bagi peserta didik.

Menerapkan Komunikasi Pembelajaran yang Efektif

Dengan menerapkan beberapa bentuk penerapan komunikasi efektif dalam pembelajaran antara lain adalah sebagai berikut.

1. Tidak membanding-bandingkan

Komunikasi yang efektif bisa dilakukan dengan membuat pesan yang berisi sebuah pesan yang menghargai masing-masing individu dan tidak mencederai atau menyerang kepercayaan diri yang mereka miliki. Hal itu disebabkan karena apabila setiap siswa dibanding-bandingkan, maka kepercayaan diri mereka akan runtuh dan pesan dari guru tidak akan banyak didengarkan karena mereka merasa itu semua sudah percuma untuk dilakukan.

2. Memerhatikan apa yang dikatakan oleh lawan bicara

Dengan memerhatikan pesan komunikan, atau feedback yang diberikan oleh komunikan dalam komunikasi yang tengah berlangsung ataupun pada komunikasi sebelumnya, maka komunikasi yang efektif lebih besar kemungkinannya untuk diwujudkan.

3. Mencoba untuk memahami dan tidak berkomentar

Dengan mencoba untuk memahami dan tidak langsung mengomentari, terutama dengan nada atau kesan yang menggurui, merupakan suatu bentuk upaya untuk bisa melakukan komunikasi dengan efektif pada siswa didik.

4. Mencoba untuk memahami seutuhnya

Selain masalah tidak diperhatikan, komunikasi yang efektif juga tidak akan bisa berjalan apabila kita hanya memahami sebagian pesan dari yang disampaikan oleh komunikan atau lawan bicara kita. Oleh karena itulah, agar komunikasi yang efektif bisa berjalan, dibutuhkan suatu upaya untuk memahami terlebih dahulu pesan dan juga maksud yang dibuat oleh komunikan atau lawan bicara kita.

5. Fokus pada topik pembicaraan

Komunikasi yang efektif dalam pembelajaran berikutnya adalah berkaitan dengan topik apa yang sedang dibicarakan. Dalam hal ini, topik pembicaraan yang dibicarakan dalam ranah pembelajaran idealnya tentu saja berkaitan dengan masalah pembelajaran itu sendiri. Dengan fokus pada topik pembicaraan yaitu mata pelajaran yang sedang dipelajari, maka guru atau murid bisa berkomunikasi dengan efektif pada topik tersebut.

6. Menghadirkan suasana yang nyaman

Suasana yang nyaman dalam komunikasi merupakan salah satu syarat dan bentuk komunikasi yang efektif dalam pembelajaran. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, seorang guru berperan cukup besar dalam masalah komunikasi pembelajaran. Salah satu peran seorang guru dalam hal ini adalah untuk memberikan kondisi komunikasi yang nyaman dalam belajar.

Demikianlah bahasan kami tentang komunikasi yang efektif dalam pembelajaran. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat bagi sobat semua. Salam belajar kapan saja di mana saja untuk siapa saja (maglearning.id).

%%footer%%

One comment

Tinggalkan Balasan