Milenial Tidak Suka Kerja Kantoran

Alasan Milenial Tidak Suka Kerja Kantoran

Loading...

Alasan Milenial Tidak Suka Kerja Kantoran – Memasuki tahun 2021 dan era abad 21, kita mendapati sebuah kondisi di mana berbagai industri di dunia ini semakin beragam. Budaya, trend dan kebiasaan zaman dulu mulai ditinggalkan. Di dunia kerja juga akan mengalami sebuah perubahan yang belum pernah terjadi di era sebelumnya.

Generasi milenial mulai menunjukkan taringnya di dunia kerja. Mereka mempunyai keterampilan, pemikiran dan pengalaman yang tidak dimiliki oleh generasi sebelumnya. Hal ini membuat generasi melenial memiliki budaya yang berbeda dalam hal memilih pekerjaan.

Kaum Milenial kebanyakan tidak tertarik dengan pekerjaan kantoran. Terlebih dengan semakin banyaknya pilihan kerja yang di zaman dulu masih terbatas dan tradisional. Terlebih karena karakter bawaan generasi ini berbeda karena perubahan lingkungan dan globalisasi.

Pekerjaan yang ada saat ini sangat berbeda dengan beberapa tahun lalu, bahkan tidak ada sama sekali atau belum pernah dipikirkan siapa pun. Demikian halnya pekerjaan yang memang sudah ada sejak beberapa tahun lalu, namun sekarang jelas dilakukan dengan cara berbeda.

Misalnya saja pekerjaan jual beli atau perdagangan, kita bisa melihat saat ini penjual dan pembeli bisa bertransaksi dengan jarak yang amat jauh dan berlangsung amat cepat. Dunia pendidikan tak tertinggal, sudah semakin banyak pembelajaran online, apalagi di masa pandemi seperti sekarang.

Nah kembali ke masalah pekerjaan para milenial ternyata ada beberapa alasan milenial tidak suka kerja kantoran. Berikut ini adalah bahasan singkatnya.

Waktu kerja

Salah satu karakter dominan generasi milenial adalah tidak suka dikekang. Termasuk urusan jam kerja. Hal ini tentu terbalik dengan budaya yang ada di pekerjaan kantoran. Kita disuruh untuk menaati berbagai aturan. Seperti aturan jam kerja. Datang jam 9 pagi pulang jam 5 sore dan aturan-aturan lainnya.

Generasi milenial menyukai pekerjaan yang disesuaikan dengan jadwal produktif mereka. Mereka menyukai pekerjaan yang menghabiskan sebagian waktu mereka dalam hidup. Selain itu faktor generasi milenial yang melek teknologi membuat mereka tertarik dengan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat remote dan lebih fokus pada kinerja dibanding ritual.

Ruang kerja yang membosankan

Alasan kenapa milenial tidak suka kerja kantoran adalah suasana kantor yang membosankan. Seharian duduk di kursi dihadapkan dengan berbagai lembar kerja yang tak kunjung usai, sering membuat gairah kerja menurun.

Milenial menginginkan gebrakan baru dalam dunia kerja. Bekerja di tempat terbuka, ditemani dengan udara segar yang tak bisa didapatkan dalam ruangan.

Kantor yang suka mengambil keputusan sepihak

Para milenial ingin mendapatkan lingkungan kerja yang kolaboratif dan sportif.  Mereka tidak menyukai kantor yang suka memberi aturan sepihak. Meskipun bekerja sebagai bawahan tidak membuat generasi milenial takut untuk bersuara.

Generasi milenial menuntut keterbukaan antara perusahaan dan karyawan. Mereka akan ikut andil dalam pemilihan keputusan yang dilakukan perusahaan.

Menghabiskan waktu

Milenial memiliki pola pikir yang berbeda dari generasi sebelumnya. Ini juga alasan penting mengapa milenial tidak suka kerja kantoran.

Milenial lebih tertarik dengan hal-hal berbau entrepreneur. Mereka terbuka dengan adanya peluang-peluang baru di dunia bisnis. Bagi sebagian milenial bekerja kantoran bukanlah tujuan mereka. Pekerjaan kantoran dianggap terlalu menghabiskan waktu.

Milenial sangat konsen dengan pembagian waktu. Mereka ingin Pekerjaan yang memiliki waktu ideal untuknya berkembang. Dan hal ini memang akan sulit bila bekerja secara kantoran.

Budaya perusahaan

Salah satu faktor yang sering membuat milenial tidak melirik kerja kantoran adalah budaya kerjanya. Ada banyak kantor yang hanya mementingkan keuntungan dan melupakan perkembangan karyawan. Jam kerja yang menyita waktu namun tidak diimbangi dengan upah yang layak.

Faktor-faktor ini akhirnya menjadikan milenial tidak menginginkan kerja di kantor. Milenial mempunyai keingintahuan yang tinggi, mereka menginginkan pekerjaan yang bisa membuatnya berkembang. Penguasaan teknologi yang mereka miliki juga membuat mereka tidak mau dibodohi oleh sistem perusahaan.

Tidak bahagia

Berbeda dengan generasi sebelumnya yang memisahkan kehidupan kerja dan kehidupan untuk senang-senang atau rekreasi. Generasi milenial menganggap kerja adalah bagian dari kesenangan mereka.

Jadi, kalau para pekerja generasi tua menganggap kerja merupakan dunia terpisah yang tidak bisa dinikmati dan selepas kerja baru berlibur atau menikmati hasil kerja di masa tua nanti. Itu tidak berlaku bagi para milenial. Mereka harus menikmati pekerjaan mereka. Pekerjaan harus menyenangkan bagi mereka.

Itulah sebabnya mengapa milenial tidak suka kerja kantoran. Kalaupun mereka memilih kerja kantoran, maka ia akan memilih kantor yang mempunyai aturan yang fair, ada kebebasan berkreasi dan berbasis kinerja, dan paling penting adalah menyenangkan.

Nah, itulah tadi bahasan kita tentang milenial yang cenderung tidak menyukai kerja kantoran. Semoga bermanfaat dan salam sukses selalu (maglearning.id).

Loading...

2 comments

Tinggalkan Balasan