Sejarah Perkembangan Teknologi Pendidikan Dari Masa Ke Masa

Sejarah Perkembangan Teknologi Pendidikan Dari Masa Ke Masa

Mengetahui sejarah perkembangan teknologi pendidikan dari masa ke masa dapat membawa kita pada pemahaman bagaimana perkembangan peran teknologi pendidikan pada proses pembelajaran siswa. Walaupun belum ditemukan bukti tertulis yang dapat memberitahu kita secara persis awal mula teknologi pendidikan diaplikasikan, namun paling tidak kita bisa mempelajari apa yang telah terjadi selama beberapa dekade ke belakang.

Sudut pandang atau perspektif setiap pendidik, ilmuwan, dan filsuf bisa saja berbeda. Terlebih pada interval waktu yang berbeda juga berdampak pada pendefinisian yang berbeda dari Teknologi Pendidikan.

Teknologi pendidikan adalah proses multifaset dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, perangkat, dan organisasi, di mana teknologi dari berbagai bidang ilmu dipinjam sesuai kebutuhan dan persyaratan pendidikan untuk melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola solusi untuk masalah-masalah yang terlibat dalam semua aspek belajar manusia. Namun di satu sisi teknologi pendidikan juga didefinisikan sebagai alat yang digunakan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran, terutama alat-alat terbaru hasil inovasi atau invensi.

Setidaknya dari tahapan perkembangan teknologi pembelajaran di dunia kita bisa mempelajari bagaimana teknologi mewarnai pendidikan. Juga kaitannya dengan perkembangan teknologi komputer yang begitu dominan dalam mewarnai perkembangan setiap sendi kehidupan tak terkecuali bidang pendidikan.

Artikel ini sengaja memberikan dua perspektif sejarah perkembangan teknologi pendidikan, yaitu dari perspektif umum dan perspektif perkembangan teknologi komputer. Berikut ini adalah penjelasan singkatnya.

Lima Tahap Sejarah Perkembangan Teknologi Pendidikan

Sejarah perkembangan teknologi pendidikan secara umum setidaknya telah melewati lima tahap, yaitu:

  • Tahap pertama teknologi pendidikan digabungkan dengan penggunaan alat bantu seperti grafik, peta, simbol, model, spesimen dan bahan beton. Teknologi pendidikan adalah istilah yang digunakan sebagai sinonim untuk alat bantu visual. Teknologi ini adalah teknologi pendidikan yang tertua, namun sayangnya tidak ada bukti tertulis awal mula teknologi ini digunakan. Sangat dimungkinkan sudah mulai digunakan sejak awal mula manusia ada di bumi ini.
  • Tahap kedua dari teknologi pendidikan dikaitkan dengan “revolusi elektronik” dengan pengenalan dan pembentukan hardware canggih disertai perangkat lunak (software) pendukung. Penggunaan berbagai alat bantu audio visual seperti proyektor, tape-recorder, radio dan televisi membawa perubahan revolusioner dalam skenario pendidikan. Dengan demikian, konsep teknologi pendidikan yang diambil dalam hal ini adalah instrumen canggih dan peralatan untuk presentasi yang efektif dari bahan ajar.
  • Tahap ketiga dari teknologi pendidikan terkait dengan perkembangan media massa yang pada gilirannya menyebabkan “revolusi komunikasi” untuk tujuan instruksional. Computer-Assisted Instruction (CAI) yang digunakan untuk pendidikan sejak tahun 1950-an juga menjadi populer pada era itu.
  • Tahap keempat dari teknologi pendidikan adalah ketika teknologi pendidikan dipandang sebagai proses instruksi (pembelajaran). Penemuan pembelajaran diprogram dan instruksi diprogram memberikan dimensi baru pada teknologi pendidikan. Sistem belajar mandiri yang dibangun berdasarkan bahan diri instruksional dan mesin mengajar mulai muncul.
  • Tahap kelima dari teknologi pendidikan dipengaruhi oleh konsep rekayasa sistem atau pendekatan sistem yang berfokus pada laboratorium bahasa, mengajar mesin, instruksi yang diprogram, teknologi multimedia, dan penggunaan komputer dalam instruksi. Pada tahap ini teknologi pendidikan adalah cara sistematis merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses total belajar mengajar dalam hal tujuan spesifik berdasarkan penelitian.

Sejarah Perkembangan Teknologi Pendidikan dalam Perspektif Komputer

Meskipun sebuah “teknologi” bisa berwujud apa saja, mulai dari pensil sampai lingkungan virtual yang modern, sebagian besar sejarah teknologi pendidikan telah dibentuk oleh perkembangan teknologi digital seperti komputer. Ada empat era dalam sejarah dari teknologi digital yang terkait dengan perkembangan teknologi pendidikan.

Era Sebelum Komputer Mikro

Jangan dibayangkan komputer mikro adalah sebuah komputer berukuran kecil yang sudah bisa digenggam tangan manusia. Pada awalnya komputer dibuat sebesar ruang kamar dan komputer mikro adalah komputer yang seukuran desktop yang bisa diletakkan di meja belajar yang dilengkapi monitor tabung yang besar, serta keyboard yang terpisah.

Kebanyakan guru mulai menggunakan sistem komputer ketika mikrokomputer sudah umum digunakan, tetapi komputasi pendidikan sudah berkembang sebelum era mikrokomputer. Komputer pertama yang digunakan untuk pengajaran adalah pada awal tahun 1950-an. Di akhir 1960-an, IBM merintis IBM 1500, instruksional mainframe yang pertama, atau komputer yang terhubung dalam skala besar dengan banyak pengguna terhubung melalui terminal.

Pada saat itu satu paket IBM 1500 yang merupakan terminal atau stasiun multimedia pembelajaran mampu menampilkan animasi dan video. Bersama dengan IBM, pada tahun 1975 sebanyak 25 universitas menggunakan sistem ini untuk mengembangkan Computer-Assisted Instruction (CAI) melalui koneksi jarak jauh.

Computer-Assisted Instruction (CAI) adalah perangkat lunak yang dirancang untuk membantu mengajarkan informasi dan atau keterampilan yang berkaitan dengan suatu topik . Yang paling menonjol dari upaya adalah proyek dari Stanford Universitas yang dipimpin oleh profesor dan “Kakek dari CAI” Patrick Suppes. Beliaulah yang mengembangkan bahasa pemrograman Coursewriter.

Perusahaan seperti Computer Curriculum Corporation (CCC, didirikan oleh Suppes ) dan Programmed Logic for Automatic Teaching Operations (PLATO) mengembangkan sistem ini dan mendominasi bidang teknologi pendidikan berbasis komputer selama sekitar 15 tahun. Perguruan tinggi juga mengembangkan CAI untuk skala komputer yang besar, seperti aplikasi computer-managed instruction (CMI), atau program untuk melacak data kinerja siswa berdasarkan pada penguasaan model belajar.

Namun teknologi ini pada saat itu masih sangat mahal dan membutuhkan biaya pemeliharaan yang tidak sedikit. Sehingga hanya sedikit saja lembaga pendidikan di negara maju pada saat itu yang mampu mengaplikasikannya. Pada akhir 1970-an, baru muncul sedikit dukungan untuk komputer berbasis kurikulum yang dikendalikan oleh kabupaten atau perusahaan untuk pengolahan data.  

Era Komputer Mikro

Jaringan komputer terpadu mulai dibuat baik dan lebih bahkan portabel awal tahun 1975, dan guru mulai ada yang membawa komputer kecil, independen, desktop yang disebut dengan mikrokomputer. Mikro komputer adalah sistem yang dirancang untuk digunakan oleh hanya satu orang pada suatu waktu, dalam ruang kelas mereka. Ini adalah gerakan signifikan untuk merebut kendali komputer pendidikan dari perusahaan, universitas, dan pemerintah sehingga kendali sepenuhnya dipegang oleh guru dan sekolah.

Beberapa inisiatif muncul untuk membentuk sistem pengembangan teknologi pembelajaran dengan kontrol berpusat pada guru, di antaranya:

  • software publikasi atau layanan untuk memfasilitasi guru berkembang dalam pembelajaran;
  • organisasi untuk mereview perangkat lunak dan membantu guru memilih produk berkualitas ;
  • organisasi profesional, jurnal, dan majalah mulai mempublikasikan ulasan software dan merekomendasikan “top produk” teknologi pendidikan.

Guru merasa ingin lebih terlibat dan memberi masukan dalam desain perangkat pembelajaran berbasis teknologi, sehingga perusahaan menciptakan bahasa dan sistem authoring (misalnya, PILOT, SuperPILOT, Genis, PASS). Namun, keterlibatan guru dalam mengembangkan sendiri aplikasinya ternyata terlalu memakan waktu mereka, sehingga minatnya memudar.

Sebagian sekolah mulai mencari cara untuk membangun CAI dengan biaya yang lebih murah, pemerintah mulai membeli jaringan sistem belajar terintegrasi (integrated learning systems / ILSs ), atau sistem jaringan yang menyediakan baik CAI berdasarkan kurikulum dan fungsi CMI. Kontrol dari pembelajaran berbasis komputer pindah lagi ke pusat server di sekolah dan kantor pemerintahan.

Tiga inisiatif teknologi lainnya bisa ditandai dalam sejarah perkembangan teknologi pendidikan modern karena cukup menonjol di era ini, yaitu :

  • Gerakan literasi komputer. Ketika keterampilan menggunakan komputer dianggap penting bagi guru, maka sekolah mencoba untuk menerapkan kurikulum melek komputer. Namun, upaya ini akhirnya tidak maksimal karena kesulitan dalam mendefinisikan dan mengukur keterampilannya.
  • VideoDisc berbasis kurikulum. Perusahaan-perusahaan Optical data Perusahaan bergabung menawarkan kurikulum pembelajaran berbasi VideoDiscs, mulai dari belajar mandiri (level 1) sampai terhubung ke mikrokomputer (level 3). Namun, ketika bentuk lain dari penyimpanan optik dan digital menggantikan teknologi VideoDisc, kurikulum tidak ditransfer.
  • Gerakan Logo. Fokus akhir dari periode itu adalah pemrograman Logo, sebuah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang awalnya dirancang sebagai sebuah kecerdasan buatan (AI). Bahasa yang dirancang untuk meniru keputusan atau membentuk kemampuan dari pikiran manusia, tetapi digunakan oleh Seymour Papert (1980) untuk mendukung tampilan komputer yang dapat digunakan sebagai sebuah bantuan untuk mengajar pemecahan masalah. Dan penelitian menunjukkan hal itu berguna dalam beberapa konteks, peneliti bisa menangkap ada dampak Logo pada matematika atau kurikulum keterampilan lainnya. Namun ketertarikan pada Logo juga berkurang pada awal tahun 1990-an.

Era Internet

Sejarah perkembangan teknologi pendidikan mencatat pada awal tahun 1990-an, universitas-universitas di seluruh dunia terkoneksi dengan jaringan komputer yang bisa saling bertukar informasi dengan menggunakan suatu perangkat lunak standar yang sudah beroperasi selama bertahun-tahun. Kemudian World Wide Web (WWW) diperkenalkan pada tahun 1993.

WWW adalah suatu sistem dalam satu jaringan Internet yang memungkinkan menampilkan grafis dari situs Internet melalui hypertext link, atau potongan dari teks atau gambar yang memungkinkan pengguna untuk melompat ke lokasi lain yang terhubung oleh jaringan. Software Browser pertama (Mosaic) dirancang agar memungkinkan pengguna untuk menggunakan link ini. Ini adalah tanda awal dari era ketiga dari teknologi pendidikan.

Guru dan siswa bergabung dalam kerumunan dari pengguna di dalam “Superhighway Informasi”, dan perkembangan teknologi komputer ini berpotensi meningkatkan pembelajaran dengan sangat signifikan. Pada awal tahun 2000-an, email, multimedia online, dan konferensi video menjadi standar dari pengguna Internet. Website menjadi sebuah bentuk komunikasi primer bagi pendidik, sekaligus pendidikan jarak jauh menjadi semakin berkembang di semua tingkat pendidikan.

Makna “secara online” berubah dari hanya di dalam komputer menjadi terhubung ke dalam internet. Di Indonesia kemudian diadaptasi dengan istilah daring (dalam jejaring).

Sekolah virtual yaitu sekolah di mana siswa dan guru yang dipisahkan oleh jarak dan / atau waktu yang kemudian hanya berinteraksi melalui komputer dan / atau teknologi telekomunikasi. Pada tahun 2000-an mulai tumbuh dan berkembang menjadi suatu andalan dari masyarakat pendidikan.

Era Teknologi Seluler, Media Sosial, dan Akses Terbuka

Era ini dimulai sekitar awal 2000-an, ketika perangkat portabel (gawai) seperti smartphone dan tablet membuat akses internet dan komputer semakin leluasa dilakukan di mana saja. Individu semakin leluasa membuat jaringan sosial seperti Facebook dan Twitter sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini ternyata sejalan dengan perubahan komunikasi pendidikan.

Kemudahan komunikasi dan akses ke sumber daya online mendorong banyak perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, di antaranya adalah:

  • Pembelajaran jarak jauh (PJJ). Sebuah peningkatan dramatis dalam jumlah dan jenis pendidikan jarak jauh terjadi. Dimulai dari pendidikan tingkat tinggi dan kemudian berkembang sampai pendidikan tingkat dasar.
  • Buku elektronik (e-book atau e-text). Teks dalam bentuk digital pada komputer, pembaca e-book, dan ponsel semakin populer menjadi alternatif media cetak. Guru dan siswa menjadi sangat bebas dalam menentukan sumber belajar yang sesuai dengan kebutuhan atau preferensi mereka.
  • Akses seluler. Para peserta didik memiliki kebebasan dan kemudahan yang luar biasa dalam mengakses pembelajaran yang mereka ikuti. Juga mengakses sumber belajar hanya dari gerakan jari-jari mereka. Kemudahan akses ini semakin luas ketika perangkat seluler hadir semakin kecil dan ringkas. Baik guru maupun siswa bisa mengajar dan belajar kapan saja dan di mana saja.
  • Akses terbuka. Sekitar tahun 2008, banyak universitas menawarkan akses terbukayang dengan disebut Massive Open Online Courses ( MOOCs ), yang memungkinkan siapa saja di mana pun di seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam kuliah terbuka. Pada tahun 2011, MOOC sebagai proyek MIT, Harvard, dan Stanford dipopulerkan. Kemudian MOOCs semakin banyak digunakan perguruan tinggi lain. Satu dekade selanjutnya konsep MOOC berevolusi dan diakuisisi oleh banyak lembaga pendidikan di seluruh dunia.

Demikianlah ringkasan kami tentang sejarah perkembangan teknologi pendidikan dari masa ke masa. Semoga bermanfaat dan salam belajar menyenangkan (maglearning.id).

%%footer%%