Indikator Kualitas Guru Sebagai Seorang Pribadi

Indikator Kualitas Guru Sebagai Seorang Pribadi

Indikator kualitas guru bisa dinilai dari berbagai sudut pandang. Baik sudut pandang profesional maupun sudut pandang pribadi. Ada setidaknya enam indikator kualitas guru bila dipandang sebagai seorang pribadi.

Beberapa guru mungkin efektif mengajar pada kelompok pelajar tertentu, namun bisa jadi tidak dengan kelompok yang lain. Guru seharusnya mampu memimpin proses pembelajaran dengan baik pada semua siswa. Baik di mata pelajaran tertentu atau tingkat kelas tertentu, dengan asumsi guru memiliki kemampuan yang diperlukan untuk tugas pengajaran yang diberikan.

Ada enam indikator kunci yang terkait dengan kualitas Guru sebagai seorang pribadi. Dapat dikatakan bahwa beberapa karakteristik ini tidak dapat diajarkan, hanya dimodelkan.

Pengembangan kesadaran tentang pentingnya masing-masing indikator kualitas utama adalah langkah pertama dalam proses membangun kualitas ini, yang akan diikuti dengan pemodelan dan umpan balik.

Indikator yang berhubungan dengan Guru sebagai seorang pribadi adalah perhatian, keadilan dan rasa hormat, perilaku sebagai seorang guru, interaksi sosial dengan siswa, menunjukkan antusiasme dan motivasi untuk belajar, dan reflektif (Stronge dkk, 2004). Berikut ini adalah penjelasan dari setiap indikator kualitas guru sebagai seorang pribadi.

  1. Perhatian (Caring). Perhatian dapat ditunjukkan dengan berbagai cara oleh guru, tapi pada intinya adalah bagaimana cara seorang guru memahami dan menilai siswa sebagai individu yang unik.
  2. Adil dan menghormati (Fairness and Respect). Adil dan menghormati dalam hal ini adalah memperlakukan siswa secara seimbang dan berpikiran terbuka serta memahami keadaan mereka. Kualitas ini disebut sebagai dasar dari pengajaran yang efektif.
  3. Sikap profesional (Attitude Toward the Teaching Profession). Sikap sebagai guru yang profesional merupakan sesuatu yang sangat penting, dimana akan menentukan kesediaan guru untuk mengembangkan diri dan tumbuh sebagai seorang profesional. Para guru yang profesional  lebih positif dan antusias dalam mengajar, sehingga kemungkinan para siswa mereka lebih antusias dalam belajar juga akan semakin besar.
  4. Interaksi sosial dengan siswa (Social Interactions with Students). Interaksi Sosial dengan siswa dapat terjadi di dalam kelas maupun di luar kelas, misalnya selama kegiatan olahraga dan kegiatan-kegiatan informal, misalnya kerja bakti. Ketika para guru menunjukkan perhatian terhadap kehidupan para siswa di luar kelas, siswa akan merasa terdorong untuk melakukan yang terbaik di kelas. Humor, peduli, menghormati, dan adil adalah modal dasar dalam membangun hubungan dengan siswa.
  5. Mendorong Antusiasme dan Motivasi Belajar Siswa (Promotion of Enthusiasm and Motivation for Learning). Promosi Antusiasme dan Motivasi Belajar oleh guru sering menghasilkan tingkat pencapaian belajar siswa yang lebih tinggi, serta tidak jarang siswa mampu berprestasi gemilang. Guru yang efektif mendorong siswa untuk bekerja dan mencapai potensi maksimal mereka.
  6. Merefleksi diri (Reflective Practice). Merefleksi diri adalah proses dimana seorang profesional mengembangkan keahliannya. Dengan melakukan analisis dari tindakan kita dan efeknya pada orang lain bahwa kita belajar dari pengalaman dan bergerak sepanjang kontinum dari pemula sampai menjadi guru ahli.

Guru yang baik memiliki kemampuan dalam hal keterhubungan. Mereka mampu menjalin jaringan kompleks dari koneksi antara mereka sendiri, relasi mereka, dan siswa mereka sehingga siswa dapat belajar menenun dunia untuk diri mereka sendiri. Metode yang digunakan sangat bervariasi: ceramah, dialog, percobaan laboratorium, pemecahan masalah kolaboratif, kekacauan kreatif. Koneksi yang dibuat oleh guru yang baik tidak terletak dalam metode tetapi dalam hati mereka, sebagai tempat dimana intelektual, emosi, dan semangat bertemu dalam diri manusia. (Palmer, 1997)

“Mengajar yang baik tidak dapat direduksi menjadi teknik; mengajar yang baik berasal dari identitas dan integritas guru”

Seorang guru dikatakan efektif bila ia memiliki beberapa elemen atau kombinasi elemen yang penting untuk disampaikan atau ditunjukkan kepada siswa secara terbuka dan apa adanya. Siswa tidak mengukur efektivitas guru hanya dalam hal teknik atau perintah tertentu. Namun, siswa ingin merasa yakin bahwa mereka belajar sesuatu yang signifikan (penting) serta diperlakukan seperti orang dewasa.

Demikianlah bahasan ringkas kami tentang indikator kualitas guru sebagai seorang pribadi. Semoga bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung ke maglearning.id.

%%footer%%