Dampak Negatif Penggunaan Teknologi Terhadap Pendidikan

Dampak Negatif Penggunaan Teknologi Terhadap Pendidikan

Dampak Negatif Penggunaan Teknologi Terhadap Pendidikan – Saat ini, manusia hidup di zaman modern di mana teknologi telah mengungguli manusia. Teknologi memegang peran yang sangat penting dalam setiap aspek kehidupan manusia, tidak terkecuali dalam pendidikan.

Ada banyak pakar pendidikan yang meyakini bahwa teknologi telah meningkatkan sistem pendidikan di dunia, dan memang benar sampai batas tertentu. Akan tetapi ada juga banyak pihak lain yang sangat yakin bahwa kemajuan penggunaan teknologi ini juga berdampak negatif pada pendidikan.

Sebenarnya ada sebuah paradoks yang mungkin tidak banyak disadari oleh masyarakat, bahwa kemajuan teknologi itu sendiri adalah buah dari sistem pendidikan, namun sebaliknya justru masih sangat banyak sistem pendidikan yang belum tersentuh oleh teknologi. Dampaknya adalah kita sering kali menggunakan teknologi dengan kurang tepat.

Nah, inilah yang menjadi sumber sudut pandang bahwa ternyata ada dampak penggunaan teknologi terhadap dunia pendidikan. Pendapat ini tidak salah, juga tidak sepenuhnya benar.

Marilah kita buka ruang diskusi kita kali ini dengan membahas bagaimana dampak negatif teknologi dalam pendidikan. Setidaknya kita mulai dari yang mudah kita lihat dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, karena penggunaan teknologi yang kurang pas, siswa menjadi lebih bergantung pada alat untuk menyelesaikan pekerjaan mereka daripada pada pengetahuan mereka sendiri. Ini jelas merupakan hal negatif bagi pertumbuhan pendidikan dan kemanusiaan di dunia modern.

Memang banyak efek positif penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan. Namun jangan lupakan efek samping penggunaan teknologi bagi pendidikan siswa. Berikut ini adalah beberapa  dampak negatif penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan, meliputi :

1. Pengeluaran Biaya yang Cukup Besar

Saat ini siswa tidak bergantung pada pena dan kertas. Hal ini disebabkan karena penggunaan teknologi yang menawarkan komputer dan perangkat lain telah menggantikan pena dan kertas. Perangkat berteknologi tinggi ini menawarkan kepada pengguna banyak fitur canggih yang jauh lebih berguna daripada menggunakan pena dan kertas.

Akan tetapi, dengan menggunakan perangkat ini membutuhkan banyak uang bagi pemiliknya. Jadi bisa dikatakan bahwa teknologi membuat pendidikan menjadi mahal.

Mungkin hal ini tidak terasa di negara maju, atau masyarakat di negara berkembang yang punya penghasilan yang cukup, tapi coba lihatlah bagaimana mereka yang hanya punya pendapatan pas-pasan. Kadang mereka harus berbagi gawai dengan orang tuanya untuk keperluan pembelajaran.

Efek samping dari masalah ini adalah semakin meningkatnya ketimpangan ekonomi dalam masyarakat, yang kemudian masuk ke dalam area yang lebih vital yaitu pendidikan. Dimana, bila di Indonesia setiap warga negaranya berhak mendapatkan pendidikan yang layak.

2. Metode Pengajaran yang Tidak Memadai

Dengan kemajuan teknologi saat ini, guru tidak mengetahui bagaimana cara mengajar siswa dengan teknik modern sebagaimana mestinya. Ingat, bahwa kemajuan teknologi pendidikan selalu sulit diikuti oleh sebagian besar guru. Teknologi berkembang begitu cepat sedangkan guru harus fokus pada pembelajaran dan sering kali kewalahan bila harus dituntut untuk mengejar kemajuan teknologi pendidikan.

Sementara guru lebih mengenal metode pengajaran sebelumnya, di mana sistem belajar ini dilakukan dengan melalui pengajaran tatap muka dengan berinteraksi langsung dengan siswa. Pada pembelajaran tatap maya pun, guru masih menggunakan metode dan karakter yang tidak jauh berbeda dengan tatap muka. Pembelajaran blended learning atau hybrid learning belum sepenuhnya diadaptasi.

Penelitian telah membuktikan bahwa pengajaran sebelumnya adalah cara terbaik bagi siswa untuk belajar. Namun, dengan penggunaan teknologi dan perangkat canggih, bagian interaksi dalam pengajaran benar-benar dihilangkan. Siswa hanya mempelajari topiknya sendiri dan tidak membahas topik apa pun. Ini merupakan salah satu hal buruk pada siswa.

3. Buang-buang Waktu

Software dan hardware pada komputer adalah buatan manusia. Sehingga teknologi atau perangkat yang dibuat oleh manusia juga dapat mengalami error di dalamnya. Kesalahan ini menyebabkan hilangnya waktu. Seperti masalah server dan masalah konektivitas membutuhkan banyak waktu untuk diperbaiki.

Karena hal ini dapat mengganggu aliran normal pengajaran dan menyebabkan frustrasi bagi guru dan siswa. Membuang waktu karena masalah yang tidak perlu merupakan salah satu kerugian bagi siswa, karena setiap detik proses belajar mengajar sangat penting.

4. Sumber Utama Gangguan

Penelitian telah mengungkapkan bahwa lebih dari 60% sekolah dan perguruan tinggi di dunia menggunakan perangkat modern seperti laptop dan tablet sebagai alat pembelajaran. Sehingga siswa juga menggunakan alat yang sama agar sesuai dengan ajaran gurunya.

Saat ini, media sosial telah berkembang pesat, dengan 80% populasi dunia menggunakan media sosial. Jadi alat-alat yang disediakan bagi siswa untuk belajar malah digunakan untuk aktif di media sosial.

Sehingga siswa tidak dapat belajar dengan bantuan perangkat ini, mereka tertarik untuk memeriksa postingan dan pembaruan status orang yang dekat, dan banyak hal lainnya. Hal ini merupakan salah satu gangguan terbesar bagi siswa saat menggunakan alat teknologi. Sehingga hal ini dapat memperbesar jarak antara siswa dan pendidik.

5. Ciptakan Peluang yang Cukup untuk Cheat

Kemajuan teknologi membuat siswa malas dan menjadi penyebab utama seseorang berbuat curang. Karena dalam hal ini tidak sedikit siswa atau pelajar yang melakukan curang dengan menyontek.

Sedangkan menyontek itu sendiri adalah perilaku ilegal, tetapi teknologi mempermudah semua sumber daya yang dikandungnya. Ada banyak situasi di mana siswa dapat menyontek dengan sangat mudah tanpa ketahuan. Misalnya di ruang ujian siswa dapat menggunakan smartphone untuk menyontek.

Oleh karena itu, dengan kemajuan teknologi, smartphone dilengkapi dengan berbagai fitur dan aksesibilitas internet yang dikembangkan. Sehingga hal ini bisa memudahkan siswa dalam mencari jawaban dengan bantuan internet. Hal ini merupakan salah satu dampak negatif bagi seseorang dalam penggunaan teknologi.

Demikianlah bahasan singkat kami tentang dampak negatif penggunaan teknologi terhadap pendidikan. Semoga tulisan ini bisa menjadi ruang diskusi bagi siapa pun yang tertarik untuk membahas hal ini. Akhir kata, mohon maaf dan semoga bermanfaat (maglearning.id).

%%footer%%

Tinggalkan Balasan