Pengertian Modal Kerja Menurut Para Ahli

Pengertian Modal Kerja Menurut Para Ahli

Pengertian Modal Kerja Menurut Para Ahli Modal kerja itu berasal dari modal sendiri dan modal asing. Modal sendiri adalah modal yang berasl dari dalam perusahaan sendiri. Misalnya setoran dari pemilik perusahaan.  Sedangkan Modal Asing adalah modal yang bersumber dari luar perusahaan. Misalnya    modal yang berupa pinjaman bank.

 Perusahaan yang bergerak di bidang apa pun baik itu perusahaan jasa maupun perusahaan produksi selalu membutuhkan modal kerja untuk membiayai usahanya, dengan harapan dana yang telah dikeluarkan dapat kembali masuk kedalam perusahaan dalam jangka yang relatif pendek.

Pengertian modal kerja dalam perusahaan menurut para ahli sangat beragam. Belum terdapat suatu kesatuan pendapat para ahli ekonomi yang memberikan definisi dari modal. Beberapa definisi modal menurut para ahli adalah sebagai berikut:

Lukas Setia Atmaja (2003) mendefinisiskan bahwa modal sebagai “dana yang digunakan untuk pendapatan aktiva dan operasi perusahaan. Modal terdiri dari item-item yang ada disisi kanan suatu neraca, yaitu: hutang saham biasa, saham preferen, dan laba ditahan”. Dengan demikian modal juga sama dengan dana yang digunakan oleh perusahaan untuk membiayai biaya operasional Perusahaan Sehari-hari.

Agnes Sawir (2005) mengatakan bahwa “ modal kerja adalah keseluruhan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan atau dapat pula dimaksudkan sebagai dana yang harus tersedia untuk membiayai kegiatan operasi perusahaan sehari-hari”. Artinya bahwa Modal kerja artinya seluruh kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan untuk melakukan operasinya sehari-hari.

Menurut S. Munawir (2004) yang mengatakan bahwa “ modal kerja berarti Net working capital atau kelebihan aktiva lancar terhadap hutang lancar, sedangkan untuk modal kerja sebagai aktiva lancar digunakan istilah modal kerja bruto (Gross working capital)”.

  1. Utang lancar merupakan bagian investasi dari pinjaman yang besar. Aktiva lancar dan hutang lancar merupakan pos yang cepat berubah.
  2. Investasi dalam aktiva tetap bisa dikurangi misalnya dengan menyewa, tetapi investasi dalam kas dan persediaan seringkali tidak mungkin dihindarkan.

Bambang Riyanto (1984) mengatakan bahwa memberikan suat batasan mengenai pembelanjaan: “ pembelannjaan dalam arti luas meliputi semua aktiva perusahaan dalam usaha mendapatkan dana yang dibutuhkan dan usaha menggunakan dana tersebut secara efisien”.

Menurut Alex S. Nitisenito (1983) mengatakan bahwa modal adalah elemen-elemen dalam aktifa suatu neraca yang berupa uang kas bahan baku, mesin, gedung dan sebagainya. Sedangkan sumber dana modal adalah apa yang dapat dilihat dalam passiva suatu neraca yaitu: hutang lancar, hutang jangka panjang dan modal sendiri.

Beberapa Konsep Pengertian Modal Kerja

Bambang Riyanto (2001) secaralebih rincimendefinisikan bahwa pengertian modal kerja dapat dikemukakan adanya beberapa konsep yaitu:

  1. Konsep kuantitatif
  2. Konsep kualitatif
  3. Konsep fungsional.

 Konsep kuantitatif mendasarkan pada kuantitas dari dana yang tertanam dalam unsur-unsur aktiva lancar dimana aktiva ini merupakan aktiva yang sekali berputar kembali dalam bentuk semula atau aktiva dimana dana yang tertanam didalamnya akan bebas lagi dalam waktu yang pendek. Dengan demikian modal kerja menurut konsep ini adalah keselurhan dari jumlah aktiva lancar, modal kerja dalam pengertian ini sering disebut modal kerja bruto (Gross Working Capital).

 Konsep kualitatif apabila pada konsep kuantitatif modal kerja itu hanya dikaitkan dengan besarnya jumlah aktiva lancar saja, maka pada konsep kualitatif ini pengertian modal kerja juga dikaitkan dengan besarnya jumlah utang lancar atau utang yang segera harus dibayar. Dengan demikian maka sebagian dari aktiva lancar ini harus disediakan untuk memenuhi kewajiban finansial yang segera harus dilakukan, dimana bagian aktiva lancar ini tidak boleh digunakan untuk membiayai operasinya dalam menjaga likuiditas perusahaan.

 Oleh karenanya maka modal kerja menurut konsep ini adalah sebagian dari aktiva lancar yang benar-benar dapat digunakan untuk membiayai operasinya perusahaan tanpa mengangu likuiditasnya, yaitu yang merupakan kelebihan aktiva lancar diatas utang lancarnya. Modal kerja dalam pengertian ini sering disebut modal kerja neto (Net Working Capital).

 Konsep fungsional mendasarkan pada fungsi dari dana dalam menghasilkan pendapatan (income). Setiap dana yang dikejarkan atau digunakan dalam suatu periode akuntansi tertentu yang seluruhnya langsung menghasilkan pendapatan bagi periode tersebut (Current Income) dan ada sebagian dana lain yang juga digunakan selama periode tersebut tetapi tidak seluruhnya digunakan untuk menghasilkan Current Income.

Demikianlah beberapa definisi dan pengertian modal kerja menurut para ahli yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan selamat belajar serta berkarya tanpa batas (maglearning.id).

%%footer%%

Tinggalkan Balasan