Sebelum Merger Perusahaan, Aspek SDM apa yang Perlu disiapkan

Sebelum Merger Perusahaan, Aspek SDM apa yang Perlu disiapkan ?

Sebelum Merger Perusahaan, Aspek SDM apa yang Perlu disiapkan ? – Merger dan akuisisi (M&A) menjadi salah satu jalan pintas yang sering kali ditempuh untuk memperoleh pertumbuhan (growth) bisnis. Saat ini, semakin disadari bahwa bukan hanya aspek finansial saja yang perlu diperhatikan dalam aktivitas merger dan akuisisi, melainkan aspek lainnya seperti aspek SDM.

Mengapa aspek SDM? Aspek SDM punya peranan sangat penting, karena dalam suatu M&A, maka terjadi penggabungan antara dua pihak yang berbeda. Dari keduanya, diharapkan akan terjadi sinergi yang kemudian dapat membawa keuntungan finansial. Namun, jika tidak terjadi sinergi secara non-finansial, salah satunya SDM, maka sinergi finansial juga tidak akan tercapai.

 

Aspek SDM yang Perlu disiapkan Sebelum Merger Perusahaan

Berikut ini adalah beberapa aspek SDM yang perlu dipersiapkan dalam menganalisa M&A, sebelum melakukan merger perusahaan.

Seputar Pekerjaan

Merger dan akuisisi berpotensi menghasilkan tumpang tindih pekerjaan, karena terdapat divisi dobel, serta jumlah karyawan yang berlebih. Wajar jika hal yang pertama kali muncul di benak adalah kekhawatiran mengenai eksistensi pekerjaan mereka saat ini. Banyak pemikiran jangan-jangan yang muncul: “jangan-jangan divisi kita akan dibubarkan”, “jangan-jangan jabatan saya akan ditiadakan”, “jangan-jangan saya tidak bisa dapat promosi”, dan sejumlah kekhawatiran lainnya.

Intinya, kekhawatiran yang muncul adalah seputar job security, job description, kemungkinan perubahan posisi, kemungkinan perubahan divisi, jenjang karir, dan lainnya seputar pekerjaan.

Untuk meminimalisir ketidakpastian yang muncul, maka perusahaan harus mempertimbangkan hal-hal seperti ini. Tentukan pekerjaan maupun divisi mana yang masih akan dipertahankan, hingga perubahan lainnya seputar pekerjaan. Sering kali karyawan harus dimutasi di divisi lain, sehingga mereka harus berkutat dengan pekerjaan dan tim yang sama sekali baru.

Leadership

Leadership selanjutnya menjadi sorotan utama. Kepemimpinan merupakan salah satu kunci sukses dari M&A.; Kepemimpinan yang dilahirkan M&A haruslah solid dan mampu menciptakan sinergi dari dua perusahaan yang berbeda. Jelas bahwa M&A akan menciptakan kompleksitas dalam peran kepemimpinan, sehingga hal ini harus dipertimbangkan.

Hanya saja, yang terpenting adalah, desain suatu bentuk kepemimpinan yang terbaik bagi bisnis. Dan tentunya, tugas selanjutnya adalah memilih orang paling tepat yang mampu memimpin perusahaan.

Komunikasi

Seperti yang disebutkan pada poin pertama, M&A menciptakan ketidakpastian pada karyawan. Sehingga, komunikasi sangat berperan penting. Sampaikan informasi secara akurat kepada karyawan, bahkan jika perlu lakukan klarifikasi atas rumor maupun isu yang ada.

Yang lebih penting lagi, lakukan komunikasi dua arah dengan mereka, sehingga mereka dapat mengekspresikan kekhawatiran dan perasaannya secara langsung. Misalnya dengan melakukan group sharing. Sehingga, dengan demikian karyawan merasa bahwa mereka didengar, dan perusahaan juga dapat menyampaikan informasi dan klarifikasi seputar kekhawatiran yang dialami karyawan. Hal ini sangat penting dalam hal menciptakan employee engagement.

Culture

Budaya organisasi, sering tanpa disadari, mempunyai peran teramat penting dalam hal M&A.; Setiap organisasi punya budaya yang berbeda-beda, sehingga ketika terjadi M&A;, bisa terjadi sinergi, namun bisa juga tidak. Suatu budaya organisasi, biasanya sudah mengakar ke dalam karyawan, sehingga ketika terjadi M&A; dan terdapat perubahan budaya, maka terjadilah culture shock.

Ketidaksesuaian budaya ini bisa menjadi hal yang membuat karyawan menjadi tidak nyaman, dan mengalami emosi negatif, yang kemudian mengarah kepada disengagement. Misalnya, ketika perusahaan yang punya budaya kekeluargaan dan kreatif, dimana jam kerja fleksibel, komunikasi mengalir dengan baik kemudian diakuisisi oleh perusahaan dengan budaya dominan dan disiplin, dimana kepemimpinannya otoriter, dan komunikasi formal. Tentunya dalam hal ini karyawan perusahaan pertama akan mengalami culture shock. Hal-hal seperti ini perlu dipersiapkan dengan baik.

Demikianlah bahasan kami mengenai aspek SDM yang perlu disiapkan sebelum melakukan merger perusahaan. Semoga bermanfaat dan salam sukses selalu (maglearning.id).

%%footer%%

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan