Pengertian Indikator Trading Forex dan Macam Macamnya

Pengertian Indikator Trading Forex dan Macam Macamnya

Pengertian indikator trading forex adalah alat yang digunakan oleh trader untuk membantu mengambil keputusan dalam menentukan arah pergerakan harga di masa yang akan datang. Indikator ini dapat diterapkan pada grafik harga untuk membantu trader mengenali tren, menentukan level support dan resistance, dan mengidentifikasi peluang trading.

Mengapa Trader Butuh Indikator Trading

Setelah memahami pengertian indikator trading forex di atas, kita akan bahas alasan penggunaan indikator trading dan macam macam indikator trading forex. Trader menggunakan indikator trading untuk membantu menganalisa pasar dan mengambil keputusan trading. Beberapa keuntungan menggunakan indikator trading adalah:

  1. Membantu mengenali tren: Indikator trading dapat membantu mengenali tren harga yang sedang terjadi, sehingga trader dapat membuat keputusan trading yang lebih baik.
  2. Menentukan level support dan resistance: Indikator trading dapat membantu menentukan level support dan resistance, yang merupakan area di mana harga kemungkinan akan memantul kembali.
  3. Mencari peluang trading: Indikator trading dapat membantu mencari peluang trading dengan mengidentifikasi sinyal beli atau jual yang muncul.
  4. Mengurangi faktor emosi: Indikator trading dapat membantu mengurangi pengaruh faktor emosi dalam keputusan trading, karena trader dapat mengandalkan sinyal yang diberikan oleh indikator tersebut.
  5. Membantu mengelola risiko: Indikator trading dapat membantu mengelola risiko dengan memberikan sinyal stop loss yang tepat.

Indikator Fundamental Trading

Indikator fundamental trading adalah data ekonomi dan politik yang mempengaruhi pergerakan harga di pasar finansial. Indikator fundamental ini digunakan oleh trader untuk memahami kondisi ekonomi suatu negara dan memprediksi pergerakan harga di masa yang akan datang.

Beberapa contoh indikator fundamental trading yang sering digunakan adalah:

  1. Tingkat suku bunga: tingkat suku bunga dapat mempengaruhi permintaan dan penawaran mata uang, sehingga mempengaruhi nilai tukar mata uang.
  2. Neraca perdagangan: neraca perdagangan menunjukkan jumlah barang dan jasa yang diimpor dan diekspor oleh suatu negara. Jika neraca perdagangan suatu negara surplus (lebih banyak barang dan jasa yang diekspor daripada yang diimpor), maka nilai mata uang negara tersebut kemungkinan akan menguat. Sebaliknya, jika neraca perdagangan negara tersebut defisit (lebih banyak barang dan jasa yang diimpor daripada yang diekspor), maka nilai mata uang negara tersebut kemungkinan akan melemah.
  3. Tingkat pengangguran: tingkat pengangguran menunjukkan persentase jumlah penduduk yang sedang mencari pekerjaan tetapi tidak dapat mendapatkannya. Tingkat pengangguran yang tinggi dapat menyebabkan melemahnya nilai mata uang suatu negara, karena menunjukkan bahwa ekonomi negara tersebut tidak sehat.
  4. Inflasi: inflasi adalah kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum. Bank sentral suatu negara sering menaikkan tingkat suku bunga untuk mengurangi inflasi. Jika tingkat inflasi suatu negara tinggi, maka nilai mata uang negara tersebut kemungkinan akan melemah.
  5. Keputusan politik dan kebijakan pemerintah: keputusan politik dan kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi suatu negara, dan oleh karena itu dapat mempengaruhi nilai mata uang negara tersebut.

Macam Macam Indikator Teknikal Trading Forex

Indikator teknikal ini diterapkan pada grafik harga dan menggunakan data harga masa lalu untuk memprediksi pergerakan harga di masa yang akan datang. Terdapat berbagai macam indikator yang dapat digunakan oleh trader forex, diantaranya adalah:

  1. Moving Average (MA) adalah indikator yang menghitung rata-rata harga dari sejumlah periode waktu tertentu. MA dapat membantu mengenali tren harga dan menentukan level support dan resistance.
  2. Relative Strength Index (RSI) adalah indikator yang mengukur kekuatan relatif dari suatu trend. RSI bisa membantu mengenali apakah suatu harga overbought atau oversold.
  3. Bollinger Bands adalah indikator yang terdiri dari tiga garis yang ditarik pada grafik harga. Garis tengah adalah Simple Moving Average (SMA) dari harga, sementara garis atas dan bawah mewakili level deviasi standar di atas dan di bawah garis tengah. Bollinger Bands bisa membantu mengenali tren harga, menentukan volatilitas, dan mencari peluang trading.
  4. Stochastic Oscillator adalah indikator yang mengukur posisi harga saat ini terhadap kisaran harga selama periode waktu tertentu. Stochastic Oscillator bisa membantu mengenali tren harga dan mencari peluang trading.
  5. Moving Average Convergence Divergence (MACD) adalah indikator yang mengukur perbedaan antara dua Moving Average (MA) yang berbeda periode. MACD bisa membantu mengenali tren harga, mencari peluang trading, dan mengidentifikasi sinyal beli atau jual.

 

Itu tadi penjelasan tentang pengertian indikator trading forex serta macam macam indikator trading. Semoga bermanfaat dan salam sukses selalu (maglearning.id).

 

 

%%footer%%

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan