Cara Mengatasi Anak Yang Tantrum

Cara Mengatasi Anak Yang Tantrum

Loading...

Cara Mengatasi Anak Yang Tantrum – Merawat anak memang bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Orang tua harus ekstra sabar dalam membimbing anak. Salah satu problem yang sering dialami orang tua adalah saat anak mengalami tantrum.

Anak mengekspresikan Emosi Negatif seperti: menangis, berteriak, memukul dan sebagainya. Hal ini memang lumrah terjadi kepada anak. Namun akan jadi masalah tersendiri bila kita kebingungan dan tidak tahu cara mengatasi kejadian tersebut.

Artikel ini akan membahas tentang cara mengatasi anak yang tantrum:

Kenali penyebabnya

Anak bisa mengalami tantrum tentunya ada faktor penyebab. Kita harus mengamati dan mencari faktor penyebabnya Tersebut. Anak-anak mengalami tantrum karena masih terbatasnya kemampuan komunikasi yang mereka sendiri. Umumnya terjadi saat anak memasuki usia 2-5 tahun.

Anak tantrum bisa disebabkan karena ia merasa kelelahan, kelaparan, menginginkan sesuatu dan sebagainya. Orang tua harus mencari faktor apa yang membuat anak tantrum. Sehingga meminimalisir tantrum terulang kembali.

Biarkan anak melepas emosinya

Mencegah amarah anak, hanya akan membuat emosinya meningkat. Saat anak tantrum berilah ruang untuknya melepas emosi. Biarkan ia menangis yang penting kita tetap mengawasi tantrumnya agar tidak terjadi hal-hal yang berbahaya.

Tantrum adalah cara anak melampiaskan emosinya, jadi berilah untuk anak melampiaskan emosinya tersebut. Baru setelah emosinya mereda, kita bisa menawarkan pelukan untuk memenangkan hatinya.

Tetap tenang dan jaga emosi

Cara mengatasi anak yang tantrum selanjutnya adalah dengan tetap menjaga emosi kita. Menghadapi anak yang tantrum memang tidaklah mudah, perlu kesabaran untuk menghadapi masalah ini. Jangan biarkan emosi kita mengambil alih saat anak mengalami tantrum. Biarkan saja mereka melepas emosinya. Yang penting kita tetap mengawasi agar anak tetap dalam keadaan aman. Jadilah pelindung saat anak mengalami tantrum.

Emosi yang dibalas dengan emosi hanya akan membuat memperburuk suasana, anak merasa tidak aman dan cenderung bersifat lebih destruktif lagi. Hadapi anak yang marah dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Jika anak merasa aman, perlahan-lahan fase tantrum akan menghilang.

Jangan selalu menuruti kemauan anak

Sering kali anak menjadi tantrum karena permintaannya tidak dituruti. Banyak orang tua sering terpaksa menuruti keinginan anaknya karena tidak mau anaknya mengalami tantrum. Padahal hal ini merupakan pandangan yang salah.

Menuruti kemauan anak secara terus-menerus hanya akan membuatnya merasa tidak puas. Bukannya menghilangkan tantrum. Trantrum bisa semakin parah. Karena anak merasa dengan tantrum orang tuanya pasti.

Minta bantuan tenaga profesional

Bila anak mengalami tantrum semakin lama tak kunjung membaik, frekuensi tantrum semakin meningkat. Jangan ragu untuk meminta bantuan orang lain seperti Psikiater serta dokter anak. Bisa jadi anak mengalami masalah tertentu baik dari sisi emosionalnya, kesehatannya dan yang lain-lain.

Normalnya anak akan mulai menurun tantrumnya saat memasuki usia 4 tahun. Di usia ini akan sudah mulai bisa mengendalikan emosi dan kemampuan komunikasinya meningkat pesat.

Demikianlah bahasan kami tentang bagaimana cara mengatasi anak yang tantrum. Semoga bermanfaat. Salam belajar menyenangkan (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan