Penggunaan Teknologi DNA dalam Ilmu Forensik

Penggunaan Teknologi DNA dalam Ilmu Forensik

Penggunaan Teknologi DNA Ilmu forensik melibatkan penggunaan prosedur ilmiah untuk mengumpulkan bukti terkait dengan masalah hukum. Sel-sel dari semua organisme mengandung asam deoksiribonukleat (DNA), dan DNA dari salah satu organisme adalah unik.

Ilmuwan forensik telah belajar untuk mengumpulkan dan menganalisis DNA untuk membantu menentukan organisme, misalnya manusia serta jenis-jenis organisme lainnya yang hadir di tempat kejadian kejahatan atau bencana. DNA dapat digunakan untuk mencapai sejumlah tujuan khusus dalam penyelidikan forensik.

Mengidentifikasi Orang Individu

Karena urutan DNA setiap orang adalah unik, dapat dicocokkan padanya seperti sidik jari. Menurut Oak Ridge National Laboratory pemerintah AS, ilmuwan forensik menggunakan bukti DNA untuk mengidentifikasi orang dalam kasus pidana dan paternitas.

Bukti DNA tidak selalu mengidentifikasi tersangka atau pria sebagai ayah dari seorang anak, kadang-kadang bukti forensik exonerates tersangka atau menentukan bahwa manusia bukanlah ayah dari seorang anak. Bukti DNA juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi korban bencana, seperti bencana alam atau serangan teroris.

Mengidentifikasi Spesies Hewan

Ada hukum yang mengatur konservasi dan perburuan spesies yang terancam punah. Jika seseorang diduga secara ilegal menangkap dan mengangkut spesies yang terancam punah, ilmuwan forensik dapat menggunakan analisis DNA untuk mengonfirmasi atau menyingkirkan apakah spesimen hewan tersebut sebenarnya milik spesies yang dilindungi.

Sehelai rambut sedikit atau bahkan sel-sel kulit dari hewan tersebut akan cukup untuk menghasilkan hasil tes yang akurat, sehingga transporter hewan yang dicurigai atau pemburu tidak perlu ditangkap dengan binatang yang sebenarnya.

Aplikasi Lainnya

Bukti DNA dapat digunakan untuk mengidentifikasi jenis bakteri atau parasit yang mungkin telah menyebabkan kematian seseorang. Informasi ini dapat berguna dalam kasus-kasus kelalaian medis atau orang tua.

Asal-usul bahan habis pakai mahal seperti minuman keras dan caviars dapat diverifikasi menggunakan analisis DNA. Contoh terakhir dari penggunaan teknologi DNA, sampel DNA dapat membantu para profesional medis menemukan donor organ cocok untuk orang-orang yang membutuhkan transplantasi organ untuk bertahan hidup.

Demikianlah apa yang bisa kami sajikan mengenai Penggunaan Teknologi DNA dalam Ilmu Forensik. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi dengan kami di lain kesempatan (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan