Mengapa Harus Menggunakan Manajemen Referensi?

Penggunaan manajemen referensi sudah menjadi syarat wajib yang diberlakukan oleh berbagai penerbit. Banyak penerbit terutama penerbit jurnal ilmiah yang mewajibkan artikel yang dikirimkan sudah menggunakan salah satu aplikasi manajemen referensi. Penulis disarankan untuk menggunakan salah satu perangkat manajemen referensi yang direkomendasikan oleh penerbit. Contoh rekomendasi penggunaan manajemen referensi bisa dilihat di gambar berikut.

Gambar di atas adalah laman salah satu jurnal terkreditasi yang menyarankan penulis untuk mengirimkan artikel yang sudah menggunakan aplikasi manajemen referensi dalam melakukan sitasi. Di laman-laman jurnal nasional lain sebagaian besar juga menyarankan hal yang serupa.

Gambar di atas adalah cuplikan persyaratan artikel yang bisa disubmit ke jurnal internasional terindeks Scopus. Pada poin kedua disampaikan bahwa daftar rujukan hanya berisi identitas dokumen yang dirujuk dalam artikel vice versa. Artinya referensi yang ditulis di dalam artikel juga harus ada dalam daftar rujukan.

Loading...

Ketidakpatuhan pada persyaratan ini bisa menjadi masalah besar bagi penulis, karena editor bisa menganggap kita tidak berkompeten walaupun mungkin kita tidak sengaja melakukannya. Nah, dengan bantuan aplikasi manajemen referensi makan kesalahan semacam ini bisa dihindari.

Cuplikan laman di atas adalah penjelasan dimana sebagian besar jurnal di Elsevier menggunakan template yang menggunakan aplikasi manajemen referensi. Namun jangan lupa sebelum disubmit file sudah bebas dari kode-kode manajemen referensi tersebut.

Loading...

Selain persyaratan penerbit ada alasan lain yang mau tidak mau kita harus menggunakan aplikasi manajemen referensi yaitu bisa dengan mudah mengganti style/gaya sitasi. Bagi penulis pemula seperti saya, perkara ditolak oleh editor jurnal adalah hal biasa. Dengan berbagai alasan kita harus bisa cepat-cepat move on agar tidak terlalu kecewa. Kita bisa mencoba submit ke jurnal lain, tentunya setelah memperbaiki artikel tadi.

Nah, masalah yang seringkali muncul adalah gaya sitasi yang digunakan oleh jurnal tersebut belum tentu sama. Bila kita tidak menggunakan aplikasi manajemen referensi maka bisa jadi kita tidak jadi move on karena ogah repot lagi. Bila kita menggunakan aplikasi manajemen referensi maka hal itu bukan suatu perkara “material” begitu kata orang akuntansi. Demikian tulisan singkat saya semoga bisa membantu.

Tinggalkan Balasan