Fotografi Jurnalistik, Pengertian dan Karakteristiknya

Fotografi Jurnalistik, Pengertian dan Karakteristiknya

Fotografi Jurnalistik, Pengertian dan Karakteristiknya – Pada tahap awal munculnya fotografi di dunia, foto senantiasa bertugas sebagai alat dokumentasi (pribadi/resmi) sebuah institusi, bahkan negara. Sebagai alat dokumentasi, foto menjadi salah satu hal penggerak perubahan dunia, bahkan hingga saat ini foto tetap menjadi salah satu media untuk merekam sebuah peristiwa yang terjadi dalam sebuah waktu.

Agar sebuah foto bisa menjadi sebuah media dokumentasi yang berisi informasi dan bisa diketahui oleh banyak pihak, foto membutuhkan sebuah tempat yang bernama media massa. Di dalam media massa inilah foto diolah menjadi sebuah berita untuk memberi ide, gagasan, atau tindakan kepada orang lain untuk melakukan perubahan.

Foto yang memuat sebuah berita inilah yang acap kali dikenal dengan istilah foto jurnalistik. Foto jurnalistik menghentikan waktu dan memberi kita gambaran nyata bagaimana waktu membentuk sejarah lewat sebuah kejadian.

Foto jurnalistik menghubungkan manusia di seluruh dunia dengan bahasa gambarnya yang sesuai dengan fakta, sehingga foto jurnalistik menjadi alat terbaik untuk melaporkan sebuah peristiwa yang dialami umat manusia secara ringkas dan efektif.

Dalam dunia fotografi jurnalistik, efek yang ingin ditimbulkan oleh seorang pembuat foto jurnalistik adalah efek sosial dari sebuah efek visual yang dibuatnya, dan dari dalam sebuah foto jurnalistik yang tercipta tersimpanlah sebuah cerita perubahan jaman yang di masa depan akan menjadi sebuah sejarah.

 

Definisi Fotografi Jurnalistik

JURNALISTIK – JURNALISME adalah kegiatan/pekerjaan mencari, mengumpulkan, mengolah dan menyebarkan berita/informasi melalui media massa.

FOTO adalah potret/gambar yang dibuat dan di hasilkan dengan sebuah alat bernama kamera dengan tujuan untuk menjadi sebuah alat penyimpan informasi (dokumentasi).

Berikut ini beberapa definisi fotografi jurnalistik menurut beberapa ahli, yakni :

  1. Wilson Hick redaktur senior majalah ‘Life’ (1937-1950) dalam buku World and Pictures (new York, Harper and Brothers, Arno Press 1952, 1972), foto jurnalistik adalah media komunikasi verbal dan visual yang hadir bersamaan.
  2. Henri Cartier-Bresson, salah satu pendiri agen foto terkemuka di dunia ‘Magnun Photos’ yang terkenal dengan teori ‘Decisive Moment’ — menjabarkan, foto jurnalistik adalah berkisah dengan sebuah gambar, melaporkannya dengan sebuah kamera, merekamnya dalam waktu, yang seluruhnya berlangsung seketika saat suatu citra tersebut mengungkap sebuah cerita.
  3. Oscar Motuloh dalam sebuah pelatihan fotografi berpendapat fotojurnalistik adalah suatu medium sajian informasi untuk menyampaikan beragam bukti visual atas berbagai peristiwa kepada masyarakat seluas-luasnya secara cepat.
  4. Tokoh foto jurnalistik asal Surabaya Zainuddin Nasution berpendapat, foto jurnalistik adalah jenis foto yang digolongkan foto yang bertujuan dalam pemotretannya, karena keinginan bercerita kepada orang lain. Jadi foto-foto dalam jenis ini berkepentingan dalam menyampaikan pesan (message) kepada orang lain dengan maksud agar orang lain melakukan sesuatu tindakan psikologis.
  5. Menurut Guru Besar Universitas Missouri, USA, Cliff Edom, foto jurnalistik adalah Paduan kata words dan pictures.
  6. Definisi lainnya dari foto jurnalistik adalah : kombinasi dari kata dan gambar yang menghasilkan satu kesatuan komunikasi saat ada kesamaan antara latar belakang pendidikan dan sosial pembacanya. Wilson Hicks, editor foto majalah life : 1973-1950.
  7. Foto jurnalistik adalah gambar/foto “biasa” yang dipadu dengan kata tetapi memiliki nilai berita atau pesan yang “layak” untuk diketahui orang banyak dan disebarluaskan lewat media massa, atau foto yang punya nilai berita (bisa menceritakan kejadian/peristiwa)

Sebuah foto jurnalistik juga harus didukung dengan katakata yang terangkum dalam kalimat yang disebut dengan teks foto/photo caption, dengan tujuan untuk menjelaskan gambar dan mengungkapkan pesan atau berita yang akan disampaikan ke publik. Jika tanpa teks foto maka sebuah foto hanyalah gambar yang bisa dilihat tanpa bisa diketahui apa informasi dibaliknya.

 

Karakteristik Foto Jurnalistik

fotografi jurnalistik memiliki beberapa karakter diantaranya yakni :

  1. Foto jurnalistik adalah komunikasi melalui foto (communication photography). Komunikasi yang dilakukan akan mengekspresikan pandangan wartawan foto terhadap suatu subjek, tetapi pesan yang disampaikan bukan merupakan ekspresi pribadi,
  2. Medium foto jurnalistik adalah media cetak koran atau majalah dan media kabel atau satelit juga internet seperti kantor berita (wire services),
  3. Kegiatan foto jurnalistik adalah kegiatan melaporkan berita,
  4. Foto jurnalistik adalah panduan dari foto dan teks foto,
  5. Foto jurnalistik mengacu pada manusia. Manusia adalah subyek sekaligus pembaca foto jurnalistik.
  6. Foto jurnalistik adalah komunikasi dengan orang banyak (mass audiences). Ini berarti pesan yang disampaikan harus singkat dan harus segera diterima Orang yang beraneka ragam,
  7. Foto jurnalistik juga merupakan hasil kerja editor foto.
  8. Tujuan foto jurnalistik adalah memenuhi kebutuhan mutlak penyampaian informasi kepada sesama, sesuai amendemen kebebasan berbicara dan kebebasan pers (freedom of speech and freedom of press).

 

Jadi, Foto jurnalisik adalah suatu media sajian informasi berupa bukti visual (gambar) atas berbagai peristiwa yang disampaikan kepada masyarakat seluas-luasnya dengan tempo dan waktu yang cepat.

 

Demikianlah ringkasan yang bisa kami sajikan mengenai fotografi jurnalistik. Semoga bermanfaat dan selamat berkarya (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan