Desain Penelitian (Research Design)

Istilah Desain Penelitian (research design) mungkin kurang begitu familiar bagi kita. Kita lebih sering mendengar istilah metode penelitian ketika berbicara mengenai penelitian. Padahal peran desain penelitian sangat penting dalam setiap penelitian, tidak peduli metode apa pun yang digunakan.
Metode penelitian hanyalah teknik untuk mengumpulkan data penelitian. Metode penelitian lebih terkait dengan instrumen yang dipakai, biasanya spesifik setiap penelitian, seperti kuesioner atau jadwal wawancara terstruktur, atau observasi partisipan dimana peneliti mendengarkan dan mengawasi orang lain.
Desain penelitian lebih cenderung sebagai kerangka kerja untuk pengumpulan dan analisis data. Pilihan desain penelitian mencerminkan keputusan tentang prioritas yang diberikan kepada berbagai dimensi proses penelitian. Hal ini termasuk kepentingan yang terkait dengan:
Bentuk hubungan kausal antara variabel;
Penggeneralisasian kelompok-kelompok individu yang lebih besar daripada yang menjadi bagian dari penyelidikan;
Memahami perilaku dan makna perilaku itu dalam konteks sosialnya yang spesifik;
Memiliki dimensi waktu (yaitu, dari waktu ke waktu) apresiasi fenomena sosial dan interkoneksinya.

Loading...
Loading...

Secara umum ada lima desain penelitian yang banyak digunakan oleh para peneliti. Kelima desain itu adalah: desain eksperimental dan variannya, termasuk eksperimen semu; desain cross-sectional atau survei; desain longitudinal; desain studi kasus; dan desain komparatif.
Selain itu ada masih ada beberapa desain penelitian yang digunakan oleh para peneliti untuk melakukan penyelidikan dan menarik simpulan. Misalnya desain ex post facto, grounded theory, pengembangan, naratif dan masih banyak lagi.
Memahami desain-desain penelitian ini akan membawa kita pada pemahaman alur penarikan simpulan yang bisa dipercaya dan terukur. Selain itu proses penelitian menjadi jelas, sehingga memudahkan penelitian untuk melaksanakan tahapan-tahapan penelitian.
Hasil penelitian dengan desain yang jelas dan eksplisit akan memudahkan peneliti lain dalam mempelajari proses dan simpulan yang dihasilkan. Kemungkinan melakukan replikasi juga sangat terbuka, sehingga kontribusi nyata pada masyarakat akan lebih nampak.

Tinggalkan Balasan