Perbedaan Antara Referensi dan Sitasi

Kata referensi dan sitasi saat ini menjadi sering kita dengar ketika tren karya tulis ilmiah semakin dihargai di dunia akademis Indonesia belakangan ini. Bagi mahasiswa tingkat sarjana mungkin baru banyak mendengar istilah ini pada beberapa semester akhir masa kuliah. Mau tidak mau mereka harus belajar banyak tentang penelitian dan artikel ilmiah untuk pemenuhan tugas akhir mereka.

Bagi awam mungkin ada yang bingung atau sulit membedakan antara referensi dan sitasi, bahkan ada yang menganggap kedua hal ini adalah sama, padahal sejatinya berbeda sama sekali. Walaupun kedua istilah ini sangat berdekatan bahkan satu kesatuan.

Sitasi dan referensi ibarat dua sisi berbeda dari sebuah mata uang koin, keduanya berbeda namun diproduksi oleh satu peristiwa tunggal, yaitu tindakan menyitasi atau mengutip. Peristiwa ini terjadi ketika seorang penulis menggunakan referensi dari karya orang lain yang disitasi dalam artikelnya, maka sitasi diterima oleh karya yang dirujuk. Singkatnya referensi dibuat dalam dokumen dan sitasi diterima oleh dokumen lain yang digunakan sebagai referensi tersebut.

Perbedaan antara keduanya sebenarnya bersifat konseptual, tetapi penting dalam publikasi ilmiah. Pertama, hampir semua dokumen penelitian berisi referensi, namun tidak semua dokumen disitasi. Perbedaan kedua berkaitan dengan waktu. Referensi selalu dibuat untuk literatur masa lalu dan bersifat statis. Artinya, daftar referensi di sebuah artikel tidak akan pernah tumbuh atau berubah seiring waktu. Berbeda dengan sitasi yang berasal dari dokumen yang ditulis di masa depan. Karena itu, sitasi bersifat dinamis.

Contoh sitasi dan referensi

Loading...

Pada gambar di bawah ini adalah contoh referensi yang digunakan dalam sebuah artikel ilmiah. Walaupun jumlahnya banyak, bahkan sebagian jurnal mensyaratkan referensi yang digunakan dalam satu artikel yang disubmit minimal menggunakan referensi lebih dari 40, namun jumlah referensi dalam artikel ini tidak akan bertambah sampai kapanpun.

contoh referensi

Pada gambar di bawah ini adalah contoh indeks sitasi dari Google Scholar. Sebuah artikel yang pada tahun kemarin disitasi oleh misalnya 7 artikel lainnya, pada tahun ini bisa bertambah dan bertambah terus seiring berjalannya waktu.

contoh indeks sitasi
Loading...

Meskipun merupakan hasil dari tindakan yang sama, referensi dan sitasi adalah dua konsep yang berbeda. Dalam hal pengukuran dampak ilmiah penggunaan sitasi jauh lebih umum daripada referensi. Namun, referensi dapat menghasilkan banyak wawasan penting. Misalnya, referensi menunjukkan jenis penelitian apa yang telah digunakan untuk memberi informasi kepada bidang kerja atau keilmuan tertentu. Ini memiliki banyak aplikasi potensial. Usia karya yang dirujuk juga penting untuk menggambarkan aspek struktural keilmuan.

Bahasan lebih lengkap tentang dampak ilmiah dan indeks sitasi akan disampaikan pada tulisan lain. Sedangkan untuk referensi dan bagaimana mengaturnya menggunakan Mendeley bisa Anda baca DI SINI.

One comment

Tinggalkan Balasan