Perbedaan daftar referensi dan daftar pustaka

Perbedaan Daftar Referensi dan Daftar Pustaka

Loading...

Perbedaan Daftar Referensi dan Daftar Pustaka – Pada tulisan sebelumnya saya sudah membahas penjelasan tentang apa sebenarnya perbedaan sitasi dan referensi, nah sekarang kita akan membahas perbedaan antara daftar referensi dan daftar pustaka. Daftar referensi ini dalam bahasa inggris adalah bibliography yang kemudian diserap dalam Bahasa Indonesia menjadi bibliografi.

Nah, ternyata bibliografi ini dalam Bahasa Indonesia memiliki sinonim daftar pustaka. Lalu apa perbedaan daftar referensi (bibliography) dengan daftar pustaka?

Baiklah, kita akan membandingkan antara kata referensi dan daftar pustaka, juga kata bibliografi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terlebih dahulu. Berikut ini adalah definisi ketiga istilah tersebut dalam KBBI:

  • Referensi adalah sumber acuan (rujukan, petunjuk)
  • Daftar Pustaka adalah daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit, dan sebagainya yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku, dan disusun menurut abjad
  • Bibliografi adalah daftar buku atau karangan yang merupakan sumber rujukan dari sebuah tulisan atau karangan atau daftar tentang suatu subjek ilmu; daftar pustaka

Secara etimologi, kata “referensi” berasal dari bahasa Inggris, yaitu “refer to” yang artinya “mengacu pada” atau “merujuk pada” sesuatu atau pernyataan seseorang. Sehingga, kata referensi dapat diartikan sebagai sebuah rujukan yang menggambarkan informasi dari sumber terkait.

Bila di atas kita telah membahas bahwa referensi adalah dokumen yang disitasi dalam sebuah artikel ilmiah, namun dari sisi tujuan referensi adalah suatu dokumen yang dapat dijadikan sebagai rujukan atau sumber acuan untuk mempertegas suatu pernyataan yang disampaikan baik dalam artikel ilmiah maupun dokumen lain.

Ada juga yang berpendapat bahwa referensi adalah dokumen yang digunakan oleh pemberi informasi untuk mendukung atau memperkuat pernyataannya. Jadi pada intinya referensi adalah sebuah dokumen, yaitu dokumen yang dirujuk (disitasi) dalam sebuah tulisan.

Lalu apa perbedaan daftar referensi dan daftar pustaka? Nah sekarang sudah menjadi jelas bahwa sebenarnya kedua kata ini tidak sebanding untuk dibedakan. Yang sebanding untuk dibedakan adalah kata “referensi” dan kata “daftar pustaka”, karena keduanya merupakan satu kesatuan kata, sedangkan “daftar referensi” adalah dua kata.

Silakan saja cek kata-kata ini dalam KBBI. Dengan demikian kita tidak bisa membandingkan antara daftar referensi dan daftar pustaka. Yang kita bisa bandingkan berbedaannya adalah “referensi” dengan “daftar pustaka” atau dengan “bibliografi”.

Jadi pada dasarnya antara daftar referensi, daftar pustaka, dan bibliografi adalah sesuatu yang sama, alias tidak berbeda. Namun kata bakunya adalah daftar pustaka atau bibliografi, sedangkan daftar rujukan tidaklah baku bila dianggap sebagai satu kata.

Perbedaan Antara Daftar Referensi dan Daftar Pustaka

Jadi dapat disimpulkan bahwa pengertian daftar pustaka atau bibliografi adalah catatan daftar yang mencantumkan data referensi, yaitu judul buku/artikel ilmiah atau dokumen lain, nama pengarang, penerbit, dan sebagainya yang disusun menurut abjad dan ditempatkan pada bagian akhir suatu karya tulis atau buku.

Artinya, sitasi dan referensi dalam daftar pustaka harus selalu sinkron. Referensi yang disitasi dalam sebuah artikel harus ada dalam daftar pustaka, begitu pula sebaliknya referensi yang ada dalam daftar pustaka harus disitasi dalam artikel atau buku.

Namun, ada yang berpendapat bahwa daftar pustaka hanya susunan referensi sebagai bahan tambahan atau informasi yang dapat dibaca oleh pembaca sebuah karya tulis, yaitu untuk memperkaya informasi. Meskipun daftar pustaka dijadikan sumber bacaan penulis, akan tetapi tidak dirujuk atau disitasi langsung ke dalam tulisan.

Nah, di sinilah akhirnya muncul perbedaan penggunaan daftar pustaka dengan daftar referensi karena ternyata ada banyak referensi yang dijadikan sumber bacaan bagi penulis, tetapi tidak dirujuk atau dikutip langsung ke dalam tulisannya.

Menurut The Australian Handbook bahwa di dalam daftar pustaka (bibliografi) dapat dibedakan antara referensi atau dokumen yang disitasi langsung (references) dengan daftar bacaan lanjutan (suggested further reading).

Dengan demikian, ada yang menganggap bahwa daftar pustaka bisa memuat lengkap sumber bacaan lengkap yang tidak dirujuk namun terkait dengan masalah atau topik tulisan maupun sumber referensi yang disitasi langsung.

Nah, dengan demikian perbedaan daftar referensi dan daftar pustaka menjadi eksplisit. Di mana daftar referensi hanya memuat rujukan atau sitasi langsung, sedangkan daftar pustaka lebih luas dari daftar referensi karena disamping memuat referensi yang disitasi langsung (references) juga memuat referensi yang tidak disitasi, namun berfungsi sebagai bacaan lanjutan.

Demikianlah bahasan kami tentang perbedaan daftar referensi dan daftar pustaka. Semoga bermanfaat, mohon koreksi, masukan, dan saran bila pembaca mempunyai pendapat maupun referensi yang lebih baik (maglearning.id).

Loading...

2 comments

Tinggalkan Balasan