LITERASI VISUAL DIGITAL

Pembelajaran visual pada umumnya umumnya menggunakan pendekatan integratif, dimana saat ini visual digital sudah menjadi bagian penting dalam pembelajaran. Sebagian besar media pembelajaran adalah komponen visual.

Saat ini visual sudah dapat dimanipulasi oleh pengguna, juga mempunyai berkontribusi pada kekayaan repositori informasi visual dan laman situs. Lingkungan ini selalu berubah dalam hal jenis informasi yang dapat ditangkap dan dibagikan. Banyak visual yang dulu dianggap pribadi sekarang tersedia online dan bebas diakses.

Mereka yang melek secara visual dapat dengan mudah menangkap momen sensorik dan secara kognitif menganalisis citra digital untuk memahami pesan visual yang tersemat, interpretasi kemungkinan, dan mungkin informasi apa yang belum ditampilkan dalam gambar. Kesadaran penting lainnya adalah menyadari bagaimana gambar digital memperkuat informasi. Terutama pada seleksi informasi yang akan mengarahkan perhatian pemirsa. Sebagian besar halaman web dan sumber online mengintegrasikan bentuk-bentuk visual dalam menyampaikan informasi.

Literasi visual digital merupakan kesadaran terhadap lingkungan visual dan informasi digital di mana kita hidup, bekerja, bertukar ide, dan berbagi indera tentang dunia. Ada enam bidang kompetensi utama dalam literasi visual digital, yaitu:

  1. Konten dan Sumber Daya
  2. Teknologi Capture, Creation, Editing, Deployment, dan Storage
  3. Pemaknaan
  4. Hukum dan Etika yang Terkait
  5. Persepsi Visual Manusia
  6. Peran dalam Media Pembelajaran dan E-Learning

Konten dan Sumber Daya

Salah satu bagian literasi visual yang paling mudah diakses berkaitan dengan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menemukan dan menggunakan visual digital. Yaitu, pengetahuan tentang jenis sumber daya visual yang tersedia, dari gambar diskrit, video, hingga ruang imersif.

Kesadaran akan bentuk-bentuk gambar digital juga mencakup kejelasan tentang bagaimana mereka digunakan, dengan cara simbolis atau indrawi, serta untuk tujuan pembelajaran yang mana. Hal ini juga terkait dengan kesadaran akan saluran penerbitan dan distribusi serta metode untuk mengakses sumber daya ini untuk kebutuhan pengajaran dan pembelajaran tertentu.

Berikut pemahaman standar tentang konten dan sumber daya visual digital.

  • Konten visual yang digambarkan
  • Kekayaan metadata dan sumber informasi yang perlu diketahui
  • Hal-hal apa yang dibutuhkan dalam mewakili aspek tertentu dari pembelajaran
  • Jenis teknologi yang terkait dengan gambar, sistem manajemen pembelajaran, repositori, dan perangkat penyimpanan fisik
  • Bagaimana gambar kredibel dalam domain pembelajaran tertentu
  • Bagaimana gambar dapat mendorong pembelajaran kumulatif dan rasa harmoni
  • Bagaimana gambar diintegrasikan dengan informasi tekstual
  • Apakah gambar harus statis atau dinamis
  • Apa standar aksesibilitas gambar tertentu

Teknologi Capture, Creation, Editing, Deployment, dan Storage

Teknologi pengambilan (capture) dan pembuatan gambar visual semakin canggih dari waktu ke waktu. Literasi visual terkait dengan kesadaran umum tentang kamera, pemindai (scanner), dan sensor jarak jauh (remote censor). Literasi juga mencakup kesadaran akan perangkat lunak yang digunakan untuk mengedit dan membuat gambar. Cara mengakses dan menggunakan repositori gambar secara efektif juga penting. Cara membuat dan menampilkan gambar digital yang mungkin portabel dan dapat ditukar atau diubah saat ini juga menjadi hal yang penting ketika kita bekerja secara kelompok.

Pemirsa gambar digital harus menyadari bahwa semua ini adalah pendekatan dari sesuatu yang nyata atau fakta. Teknologi hanya menangkap sebagian dari data visual yang tersedia.  Secanggih apapun gambar digital tetap saja tidak mampu membuat tiruan sepenuhnya dari sesuatu yang ada di alam nyata. Jutaan warna hanya mampu didekati dengan kisaran warna dan derajat iluminasi tertentu dari dunia nyata.

Gambar digital yang sangat canggih berasal dari tangkapan multi-kamera yang biasanya digunakan untuk ilustrasi stereo dan ilustrasi 3D. Gambar-gambar yang disatukan menciptakan efek visual baru. Hologram, fraktal, dan seni mesin memberikan visual lain yang mempunyai beberapa fitur-fitur yang lebih banyak.

Pemaknaan

Loading...

Salah satu bagian terpenting dari literasi visual adalah memaknai gambar digital. Visual memiliki tata bahasa dan semantik mereka sendiri. Visual memiliki makna pribadi dan sosial serta nilai-nilai praktis dan estetika. Visual berisi ekspresi diri serta ekspresi komunal. Ada implikasi budaya dan juga lintas budaya. Gambar membangkitkan makna yang berbeda bagi pengguna yang berbeda.

Makna dibuat tidak hanya dalam pengertian umum tetapi juga dalam aspek unik dari berbagai bidang domain dengan konvensi aslinya. Bahkan berbagai jenis gambar memiliki tata bahasa mereka sendiri, misalnya diagram ekonomi, peta, citra satelit, sampai gambar 3D. Seseorang yang melek visual harus dapat menganalisis gambar digital yang digunakan dalam bidang domainnya untuk mempelajari tentang standar penggunaan gambar. Bila ia adalah pengembang media pembelajaran, ia harus dapat bekerja dengan ahli materi pembelajaran untuk memahami kerangka kerja analitis untuk menganalisis dan menggunakan gambar. Seorang individu juga harus memahami pendekatan pengambilan gambar yang unik di berbagai bidang.

Hukum dan Etika yang Terkait

Hukum utama yang terkait dengan gambar visual adalah hak kekayaan intelektual, merek dagang, paten, dan undang-undang rahasia dagang. Hukum lain terkait dengan ini adalah masalah privasi, fitnah, penistaan, dan pencemaran nama baik.

Etika etis dalam penggunaan visual digital bervariasi tergantung pada budaya dan konteksnya. Misalnya masalah akurasi sumber, pemberian kredit yang tepat, dan sumber yang jelas.

Uraian lebih jelas terkait masalah lisensi gambar bisa Anda baca DI SINI.

Persepsi Visual Manusia

Memahami persepsi visual manusia adalah bagian penting dari literasi visual karena gambar dibuat untuk mempersepsikan sesuatu. Nuansa persepsi visual dan memori visual adalah area belajar yang penting, sama dengan kognisi.

Loading...

Banyak hal yang terkait dengan persepsi visual misalnya cara kita memandang foreground dan background, bentuk obyek terbuka dan tertutup, tekstur, dan garis. Teori warna telah diteliti secara luas sejak penemuan hubungan warna Sir Isaac Newton pada spektrum tatanan alam dan efek getaran warna pelengkap. Berbagai karya telah ditulis tentang nada warna (warna terang atau gelap); tint (kecerahan warna yang diciptakan dari penambahan putih); shade (kegelapan warna dengan penambahan hitam), dan hue (ketika warna mengarah pada nada). Cahaya memengaruhi persepsi intensitas warna. Reflektansi mengacu pada jumlah cahaya yang memantul pada permukaan seperti logam atau air.

Peran dalam Media Pembelajaran dan E-Learning

Dalam pembelajaran peran kunci dari literasi visual adalah kesadaran dan keterampilan dalam menciptakan dan menggunakan gambar digital dalam penelitian dan pembelajaran. Aspek literasi ini melibatkan kesadaran peran dalam hal fungsi di sepanjang produksi visual digital sampai media penyampaiannya pada pebelajar.

Saat ini sedang terjadi “kelaparan besar” gambar digital dalam pembelajaran siswa di generasi ini. Ada semacam tekanan untuk mendokumentasikan fenomena dengan cara yang objektif dan kreatif. Dalam pemelajaran terutama e-learning, pencitraan gambar dapat digunakan untuk berbagai upaya pembelajaran, desain proyek, pemodelan mental, dan tujuan lain.

Ada banyak nuansa bagaimana cara efektif merancang solusi visual untuk tantangan belajar dan mengajar. Desain gambar untuk “pemrosesan pra-perhatian” akan berbeda dengan merancang gambar yang akan digunakan secara menyeluruh. Merancang visualisasi untuk pembelajaran dan e-learning tidak hanya tentang perancangan untuk dapat digunakan kembali di masa datang, tetapi juga kemungkinan digunakan di berbagai sistem teknologi, serta umur simpan yang lebih lama.

Tinggalkan Balasan