Empat Cara Belajar Yang Paling Sering Dilakukan Siswa

Setiap manusia punya cara, kesempatan, dan lingkungan yang berbeda-beda dalam belajar, namun sejatinya ada empat jenis pembelajaran yang pada umumnya dilakukan oleh setiap manusia. Berikut ini adalah beberapa jenis pembelajaran yang umumnya dilakukan oleh setiap orang.

Transmisi (transmission) adalah proses di mana informasi, pengetahuan, ide dan keterampilan diajarkan kepada orang lain melalui pengharapan, penyampaian akan kesadaran, demonstrasi, dan bimbingan. Walaupun secara historis metode ini adalah metode pembelajaran yang paling tradisional dan saat ini tetap paling umum digunakan diseluruh belahan dunia manapun, sayangnya pembelajaran ini ternyata tidak terlalu efektif dalam kaitannya dengan retensi jangka panjang.

Akuisisi (acquisition) adalah pilihan sadar untuk belajar. Materi dalam pembelajaran ini biasanya menarik atau sesuai dengan minat siswa. Termasuk dalam metode ini diantaranya adalah mengeksplorasi, bereksperimen, belajar mandiri, penyelidikan, dan keingintahuan. Karena akuisisi menyiratkan komitmen emosional dari siswa itu sendiri, dengan demikian proses pembelajaran akan lebih efektif daripada transmisi. Mungkin Anda ingat tentang prinsip mental aktif dalam pembelajaran atau Anda bisa membacanya Di Sini.

Loading...

Akresi (accretion) adalah proses pembelajaran secara bertahap yang sering kali terjadi di bawah sadar, yang dengannya kita mempelajari hal-hal seperti bahasa, budaya, kebiasaan, prasangka, serta aturan dan perilaku sosial. Kita biasanya tidak menyadari bahwa proses bertambahnya pengetahuan dan kemampuan sedang terjadi, namun ternyata metode ini telah menyumbang banyak hal terkait dengan yang diketahui dan dilakukan manusia. Model pembelajaran sosial dan perilaku adalah model pembelajaran yang dirancang dengan dasar meniru pembelajaran akresi ini, serta banyak pembelajaran lain yang juga menanamkannya walaupun tidak menjadi fitur utamanya seperti halnya kurikulum tersembunyi atau terselubung.

Loading...

Penumbuhan (emergence) adalah hasil dari pola, penataan, dan konstruksi ide dan makna baru yang tidak ada sebelumnya, tetapi yang muncul dari otak melalui refleksi, wawasan dan ekspresi kreatif atau interaksi kelompok. Bentuk pembelajaran ini menjelaskan kapasitas internal sintesis, kreativitas, intuisi, kebijaksanaan, dan pemecahan masalah. Metode ini sangat tergantung pada alokasi waktu, dan peluang untuk mencerminkan dan membangun pengetahuan baru. Metode ini memainkan peran penting dalam hal inspirasi dan orisinalitas. Sayangnya sekolah jarang menerapkan jenis pembelajaran ini karena membutuhkan waktu yang tidak sedikit dan program yang dirancang dengan jelas.

Jika kita merenungkan bagaimana pembelajaran diselenggarakan di masyarakat kita, baik pembelajaran formal, non-formal, maupun informal maka ada banyak hal yang perlu kita diskusikan bersama. Silakan sumbangkan ide dan pemikiran Anda tentang apa yang dapat kita ubah dengan mengkonfigurasi ulang bagaimana kita mengelola sekolah dan bagaimana kita mengatur lingkungan belajar yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan