Makan, Minum, dan Tidur Berpahala

Makan, Minum, dan Tidur Berpahala? Kok Bisa?

Loading...

Makan, Minum, dan Tidur Berpahala? Kok Bisa? Terlahir dan tumbuh menjadi seorang muslim adalah anugerah terbesar bagi semua manusia. Dengan menjadi muslim, semua aktivitas adalah kebaikan yang melahirkan pahala sebagai bekal menuju pertemuan dengan Allah kelak di hari akhir.

Bahkan, makan, minum, dan tidurnya seorang Muslim bisa bernilai ibadah. Bukankah ini adalah sebuah anugerah yang indah? Bagaimana bisa aktivitas remeh seperti makan, minum, dan tidurnya seorang muslim dihitung sebagai kebaikan yang melahirkan ganjaran pahala?

Mungkin, hal ini terasa aneh bagi sebagian orang, namun tidak bagi mereka yang mengerti akan hakikat penciptaannya, dan bagaimana ia harus menghabiskan waktu-waktunya. Lantas, bagaimana makan minum dan tidur seorang muslim dapat bernilai ibadah?

Ada beberapa alasan mengapa aktivitas sederhana tersebut bisa dinilai ibadah oleh Allah yang akan dicatat sebagai kebaikan oleh malaikat. Jadi, alangkah sayangnya jika selama ini kita hanya sekedar melakukan aktivitas yang tiga tadi untuk memuaskan nafsu belaka yang tidak akan menghasilkan apa-apa selain kepuasan pribadi.

Diniatkan untuk Allah

Dalam Islam, niat mempunyai kedudukan yang sangat penting. Bahkan Rasulullah sendiri sampai memperingatkan umatnya untuk terus menjaga kemurniat niat. Rasulullah pernah bersabda melalui Umar bin Khattab, “Sesungguhnya, segala sesuatu tergantung pada niatnya. Dan semua orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkan. Apabila niat hijrahnya adalah karena Allah dan Rasul Nya, maka hijrahnya karena Allah dan Rasul Nya, dan jika niat hijrahnya karena dunia ataupun wanita yang ingin dinikahi, maka hijrahnya bernilai seperti yang ia niatkan.” (HR. Bukhari)

Maka, sangat terlihat, bahwa jika Anda meniatkan makan, minum, dan tidur untuk Allah, sudah pasti akan dibalas dengan pahala oleh Allah. Maksud untuk Allah di sini adalah Anda niatkan untuk semakin mendekatkan diri kepada Nya. Misal, Anda makan, minum, dan tidur agar mempunyai stamina yang lebih kuat sehingga bisa beribadah semaksimal mungkin.

Dan sebaliknya, jika Anda meniatkan makan, minum, dan tidur hanya untuk mengenyangkan perut, melepaskan dahaga, agar tidak ngantuk semata, maka Anda hanya akan mendapatkan apa yang Anda tuju, tak ada nilai ibadah di sana. Sayang sekali bukan?

Dengan Sunnah

Islam adalah agama terbaik yang telah mengatur secara rinci apa saja yang harus dilakukan oleh pemeluknya sejak bangun dari mati kecilnya hingga ia mati kembali (bangun tidur hingga tidur lagi). Bahkan, hal-hal kecil tak luput dari agama Rahmatan lil ‘alamin ini.

Semua sudah diatur sedemikian rupa, mulai dari adab ketika bangun tidur, masuk kamar mandi, hingga adab makan, minum, dan tidur. Jika sudah Anda niatkan untuk Allah, maka agar mendapatkan pahala yang lebih, Anda bisa melakukan aktivitas tersebut dengan mengikuti sunnah.

Ketika makan, minum, dan tidur, ada sunnah yang bisa Anda terapkan. Misal, ketika makan dan minum Anda senantiasa membaca doa lalu memuji Allah kemudian dianjutkan dengan sunnah lain, seperti makan dengan kondisi duduk, dan menggunakan tangan kanan. Sementara ketika akan tidur, Anda berwudu, membaca doa, mengibaskan tempat tidur, dan sebagainya.

Jika serangkaian sunnah Anda lakukan, bukankah hanya dengan aktivitas sederhana tersebut saja Anda bisa mendapatkan pahala? Bagaimana kegiatan lainnya? masyaAllah.

Maka mulai sekarang, mulailah untuk melakukan apa pun didasarkan karena Allah dan memasukkan sunnah di dalamnya. Ya, apa pun yang Anda lakukan. Mulailah dengan memperbaiki niat, meluruskan niat, dan terus belajar untuk meraih rahmat Nya, maka semua aktivitas sederhana kita pasti akan bernilai ibadah di hadapan Nya.

Demikianlah mengapa Makan, Minum, dan Tidur saja bisa berpahala. Tulisan ini sebenarnya lebih kepada pengingat kepada admin sendiri. Semoga hidup kita semua lebih bermakna lagi. Salam bahagia dari maglearning.id.

Loading...

Tinggalkan Balasan