Sifat-Sifat Cahaya

Materi IPA Kelas 4 Tema 5 Subtema 1 “Sifat-Sifat Cahaya”

Loading...

Halo jumpa lagi dengan modul BDR online dari maglearning.id. Kali ini kita akan mempelajari materi IPA Kelas 4 Tema 5 Subtema 1 dengan kajian pengertian dan sifat-sifat cahaya.

Apa itu Cahaya ?

Cahaya adalah salah satu dari gelombang elektromagnetik sehingga dapat merambat dalam ruang hampa yang karena memiliki sifat-sifat tertentu yang menyebabkan kita dapat melihat berbagai benda serta keindahan alam yang beraneka warna. Bahkan dengan kualitas yang semakin baik sehingga objek benda tersebut dapat kita lihat dengan sempurna.

Cahaya adalah suatu bentuk energi yang sangat penting yang dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup yang ada di bumi. Tanpa adanya cahaya kehidupan di bumi pun dipastikan tidak dapat berjalan sempurna. Semua makhluk hidup menggantungkan hidupnya baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap keberadaan cahaya.

Tumbuh-tumbuhan memanfaatkan cahaya untuk proses fotosintesis yang dapat menghasilkan karbohidrat dan kemudian bisa dimanfaatkan untuk kehidupan manusia. Binatang juga memanfaatkan cahaya untuk memperoleh informasi tentang keberadaan lingkungannya.

Manusia juga sangat bergantung terhadap keberadaan cahaya. Tanpa cahaya kita tidak akan bisa apa-apa, sebagai contohnya proses melihat meskipun mata kita normal tapi jika tidak ada cahaya maka kita tidak akan bisa melihat. Lalu bagaimana pengertian cahaya menurut para ahli ?

Cahaya menurut Newton (1642 – 1727) terdiri dari partikel-partikel ringan berukuran sangat kecil yang dipancarkan oleh sumbernya ke segala arah dengan kecepatan yang sangat tinggi. Sementara menurut Huygens (1629 – 1695), cahaya adalah gelombang seperti halnya bunyi. Perbedaan antara keduanya hanya pada frekuensi dan panjang gelombangnya saja.

Dua pendapat di atas sepertinya saling bertentangan. Sebab tak mungkin cahaya bersifat partikel sekaligus sebagai partikel. Pasti salah satunya benar atau kedua-duanya salah, yang pasti masing-masing pendapat di atas memiliki kelebihan dan kekurangan.

Pada zaman Newton dan Huygens hidup, orang-orang beranggapan bahwa gelombang yang merambat pasti membutuhkan medium. Padahal ruang antara bintang-bintang dan planet-planet merupakan ruang hampa (vakum) sehingga menimbulkan pertanyaan apakah yang menjadi medium rambat cahaya matahari yang sampai ke bumi jika cahaya merupakan gelombang seperti dikatakan Huygens.

Inilah kritik orang terhadap pendapat Hygens. Kritik ini dijawab oleh Huygens dengan memperkenalkan zat hipotetik (dugaan) bernama eter. Zat ini sangat ringan, tembus pandang dan memenuhi seluruh alam semesta. Eter membuat cahaya yang berasal dari bintang-bintang sampai ke bumi.

Sifat-Sifat Cahaya

Cahaya merupakan gelombang yang mempunyai sifat elektromagnetik, sehingga cahaya mempunyai beberapa sifat-sifat tertentu yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya. Berikut sifat-sifat cahaya, antara lain:

a. Cahaya Dapat Dipantulkan

Pemantulan (refleksi) atau pencerminan adalah proses terpancarnya kembali cahaya dari permukaan benda yang terkena cahaya. Pemantulan cahaya dapat dibedakan menjadi dua yaitu pemantulan teratur dan pemantulan baur.

  • Pemantulan cahaya secara teratur. Ketika cahaya mengenai benda yang permukaannya datar dan mengkilap, maka cahaya akan dipantulkan secara teratur. Contohnya cahaya mengenai kaca, maka akan dipantulkan secara teratur. Sudut datang cahaya sama dengan sudut pantul cahaya.
  • Pemantulan baur. pemantulan tidak teratur sering disebut dengan pemantulan baur atau difus. Pemantulan tidak teratur terjadi ketika cahaya mengenai benda yang permukaannya kasar, bergelombang, dan tidak mengkilap. Contohnya cahaya mengenai permukaan aspal, pemukaan air, dan permukaan batu.

b. Cahaya Dapat Dibiaskan

Cahaya dapat dibiaskan ketika cahaya tersebut melewati dua medium yang berbeda. Misalnya pada kasus sebatang pensil yang dicelupkan di dalam gelas yang berisi air. Dari samping, akan terlihat pensil patah. Padahal pensil tidak patah.

Kemudian contoh pembiasan pada kolam renang yang dalam akan terlihat dangkal. Jika cahaya merambat dari medium yang kurang rapat (udara) menuju medium yang lebih rapat (contohnya air) maka akan dibiaskan mendekati garis normal.

c. Cahaya Merambat Lurus

Cahaya akan merambat lurus jika melewati satu medium perantara. Misalnya pada saat kita menyalakan lampu senter, maka lampu senter tersebut akan mengarah lurus. Hal ini dimanfaatkan pada sinar laser.

Pada senjata yang dilengkapi dengan sinar laser merah, sinar laser tersebut diarahkan kepada lawan. Fungsi sinar laser merah tersebut berfungsi sebagai penentu arah tembak senjata.

d. Cahaya Menembus Benda Bening

Benda bening adalah benda yang dapat ditembus oleh cahaya. Pada saat senter yang telah kita nyalakan kemudian diarahkan pada plastik yang bening, maka cahaya terlihat tembus. Demikian juga Cahaya dapat masuk ke dalam rumah melalui celah-celah serta juga dapat melalui kaca jendela bening yang ada di rumah.

Jika cahaya mengenai benda yang hitam atau tidak tembus cahaya maka akan timbul bayangan. Misalnya pada waktu siang hari berjalan, maka kita akan melihat bayangan kita.

b. Cahaya Dapat Diuraikan

Dispersi adalah gejala peruraian cahaya putih (polikromatik) menjadi cahaya berwarna-warni (monokromatik). Cahaya putih yang diarahkan ke prisma akan terurai menjadi cahaya berwarna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.

Cahaya-cahaya ini memiliki panjang gelombang yang berbeda. Setiap panjang gelombang memiliki indeks bias yang berbeda. Semakin kecil panjang gelombang, semakin besar indeks biasnya. Contoh dispersi cahaya yaitu terbentuknya pelangi.

Jenis-Jenis Berkas Cahaya

Cahaya ini bergerak menurut suatu garis lurus yang disebut dengan sebutan berkas cahaya, selanjutnya disebut juga dengan sinar. Dalam fisika, Terdapat tiga macam berkas cahaya yakni  sebagai berikut :

  • Berkas mengumpul atau konvergen. Merupakan jalannya sinar-sinar yang menuju pada 1 (satu) titik yang sama. Peristiwa berkas mengumpul tersebut dapat terjadi pada pemantulan cahaya pada cermin cekung dan juga pembiasan cahaya pada lensa cembung.
  • Berkas menyebar atau divergen. Merupakan jalannya sinar-sinar dari satu titik yang sama yang setelah itu menyebar ke berbagai arah dengan secara teratur. Peristiwa berkas menyebar tersebut terjadi pada pemantulan cahaya pada cermin cembung dan juga  pembiasan cahaya pada lensa cekung.
  • Berkas sejajar atau pararel. Merupakan jalannya sinar-sinar dari suatu sumber menuju arah yang sama di dalam satu garis lurus. Peristiwa berkas sejajar ini terjadi pada pemantulan cahaya pada cermin datar dan juga pada sinar senter pada saat dinyalakan.

Manfaat Cahaya

Cahaya ini memiliki manfaat atau juga kegunaan yang sangat besar bagi kehidupan yang terdapat di Bumi. Beberapa manfaat cahaya, yaitu :

Video Materi IPA Kelas 4 Tema 5 Subtema 1 “sifat-sifat cahaya”

Video pembelajaran tematik muatan Materi IPA Kelas 4 Tema 5 Subtema 1 tentang pengertian dan sifat-sifat cahaya di atas bisa kamu manfaatkan untuk memperjelas pemahaman kamu tentang materi ini. Jadi silakan pilih gaya belajar kamu ya….

Latihan Soal Materi IPA Kelas 4 Tema 5 Subtema 1 “sifat-sifat cahaya”

Setelah mempelajari materi modul BDR Materi IPA Kelas 4 Tema 5 Subtema 1 tentang pengertian dan sifat-sifat cahaya di atas silakan uji hasil belajar kamu menggunakan kuis online interaktif dengan link di bawah ini:

https://quizizz.com/join/quiz/5c7fa0895d4739001c75d866/start

Latihan Soal Materi IPA Kelas 4 Tema 5 Subtema 1 “sifat-sifat cahaya”

Demikianlah bahan ajar online Materi IPA Kelas 4 Tema 5 Subtema 1 tentang pengertian dan sifat-sifat cahaya yang bisa kami sajikan. Semoga bermanfaat, selamat belajar dengan menyenangkan (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan