IPA Kelas 5 Tema 7 Subtema 2 “Perubahan Sifat Benda”

IPA Kelas 5 Tema 7 Subtema 2 “Perubahan Sifat Benda”

Loading...

Halo jumpa lagi dengan modul BDR online dari maglearning.id. Kali ini kita akan mempelajari materi IPA Kelas 5 Tema 7 Subtema 2 dengan materi Perubahan Sifat Benda.

Setiap benda dapat mengalami perubahan. Pernahkah kamu memegang cokelat dengan tanganmu? Apa yang terjadi dengan cokelat itu? Ternyata cokelat itu meleleh, bukan? Dapatkah cokelat yang sudah meleleh menjadi padat kembali?

Kertas menjadi abu setelah dibakar. Dapatkah kertas yang telah menjadi abu berubah kembali menjadi kertas? Bagaimana bila tepung kanji dicampur air kemudian dimasak? Perubahan apa yang terjadi?

Faktor-faktor Penyebab Perubahan Benda

Suatu benda dapat mengalami perubahan. Ada yang berubah bentuknya. Ada yang berubah warnanya. Ada juga yang berubah kekerasannya.

Faktor-faktor apa yang menyebabkan perubahan benda? Beberapa faktor tersebut adalah pemanasan, pendinginan, pembakaran, pencampuran, pembusukan, dan perkaratan.

1. Pemanasan

Pada saat kamu memakan es krim, lama-kelamaan es krim tersebut akan mencair. Mencairnya es krim disebabkan karena suhu di luar lebih tinggi (panas) dari pada suhu es krim tersebut. Selain es krim, mentega juga mengalami hal yang sama ketika dipanaskan.

Bagaimana jika air dipanaskan? Pemanasan air akan mengakibatkan air berubah wujud menjadi uap air (gas). Jadi pemanasan mengakibatkan benda mengalami perubahan wujud. Benda padat apabila dipanaskan akan berubah menjadi cair dan benda cair apabila dipanaskan akan berubah menjadi uap air.

2. Pendinginan

Es krim atau es yang biasa kamu beli di sekolah atau warung dekat rumahmu sebenarnya berasal dari bahan-bahan yang berbentuk cairan. Apabila cairan tersebut didinginkan maka akan berubah wujud menjadi padat, yaitu es.

Mentega yang dicairkan setelah dipanaskan akan kembali menjadi padat setelah didinginkan. Jadi, pendinginan menyebabkan benda mengalami perubahan wujud. Benda cair akan berubah wujudnya menjadi benda padat.

3. Pembakaran

Dalam kegiatan yang kamu lakukan sebelumnya, kamu membakar ketas yang berwarna putih. Pada saat di bakar kertas tersebut mengalami perubahan warna dan bentuk.

Sebelum dibakar kertas tersebut berwarna putih, namun setelah dibakar warna kertas berubah menjadi hitam. Selain perubahan warna, kertas juga mengalami perubahan bentuk dari berupa lembaran menjadi abu.

Jika kamu membakar karet maka selain bentuk dan warnanya akan berubah, kelenturan dan baunya pun menjadi berubah. Oleh karena itu, pembakaran dapat menyebabkan benda mengalami perubahan bentuk, warna, kelenturan, dan bau.

4. Pencampuran

Misalnya ketika memasak campuran tepung kanji dan air? Semula, tepung kanji berwarna putih, kering, dan berupa butiran halus.

Setelah dicampur air dan dimasak, campuran itu akan menjadi bubur dan lengket. Jika tidak terlalu kental, campuran bubur itu dapat dimakan. Campuran itu juga dapat dimanfaatkan sebagai lem.

Contoh lain adalah pencampuran air dan semen. Semen akan mengalami perubahan sifat jika dicampur dengan air.

Semen menjadi sangat pekat dan lengket. Karena sifatnya yang demikian, semen digunakan untuk bahan perekat dalam bangunan. Semen yang terkena air juga cepat sekali mengeras.

Selain dengan air, semen dapat dicampur dengan pasir, batu split/koral. Campuran tersebut berguna untuk menambah kekuatan bangunan.

Semen yang dicampur dengan pasir dan air dimanfaatkan untuk menempelkan batu bata. Campuran semen, pasir, air dan koral digunakan untuk membuat beton. Semen yang dicampur dengan air saja digunakan untuk menghaluskan dinding atau lantai.

5. Pembusukan

Apa yang akan terjadi jika kamu menyimpan buah di udara terbuka dalam waktu beberapa hari? Tentunya buah itu akan menjadi lembek, layu, dan warnanya pun berubah.

Hal ini terjadi karena buah yang dibiarkan di udara terbuka akan mengalami pembusukan. Jadi, pembusukan juga mengakibatkan benda mengalami perubahan bentuk, warna, dan bau.

6. Perkaratan

Kamu mungkin pernah melihat besi atau rantai sepedamu berkarat. Logam seperti besi, dapat mengalami perkaratan apabila terkena air atau uap air dan dibiarkan dalam waktu yang lama.

Perkaratan ini menyebabkan warna besi berubah dan besi menjadi rapuh. Perkaratan dapat menyebabkan benda mengalami perubahan warna dan kekuatan.

Perubahan Sementara dan Tetap (IPA Kelas 5 Tema 7 Subtema 2)

Pemanasan lilin termasuk perubahan sementara. Coba kamu perhatikan lelehan lilin tersebut! Adakah sifat lilin yang berubah? Sifat lilin tidak berubah.

Lilin hanya berubah wujud dari padat menjadi cair. Perubahan ini dapat berlangsung bolak-balik. Perubahan yang demikian disebut perubahan fisika.

Coba kamu bandingkan dengan kertas yang terbakar! Kertas yang terbakar akan berubah menjadi abu. Kertas terbuat dari serat-serat kayu.

Kertas merupakan selulosa. Sebaliknya, abu merupakan karbon. Selulosa dan karbon adalah dua benda yang berbeda. Pada pembakaran kertas terjadi perubahan sifat dan wujud benda.

Abu tidak dapat diubah kembali menjadi kertas. Perubahan yang demikian disebut perubahan kimia. Perubahan kimia bersifat tetap.

Hal yang sama terjadi jika kamu merebus telur. Telur yang mentah akan mengeras dan matang. Coba kamu kupas kulitnya! Tentu kamu akan menemukan telur yang padat, bukan? Dapatkah telur yang padat menjadi cair kembali? Tentu tidak, bukan? Pemasakan telur termasuk perubahan kimia.

Pemasakan tepung kanji dan air juga termasuk ke dalam perubahan kimia. Bubur kanji atau lem tidak dapat dipisahkan lagi menjadi tepung dan air.

Hal berbeda terjadi pada campuran gula dan air. Kristal gula dapat kamu peroleh kembali.

Kalor Mengubah Suhu Benda

Kalor didefinisikan sebagai energi panas yang dimiliki oleh benda. Secara umum, mengetahui adanya kalor yang dimiliki oleh benda dapat dilakukan dengan cara mengukur suhu benda tersebut.

Jika suhu benda tinggi, kalor yang dikandung oleh benda juga besar. Sebaliknya, jika suhu benda rendah, kalor yang dikandung oleh benda juga kecil.

Kalor yang dimiliki oleh suatu benda bisa berubah-ubah. Bisa naik, bisa juga turun karena kalor dapat berpindah dari suhu tinggi menuju suhu rendah.

Contoh bahwa kalor dapat mengubah suhu benda: Air panas memiliki suhu tinggi. Air dingin memiliki suhu rendah. Apabila kedua air dicampur, campuran itu akan menghasilkan suhu baru. Suhu rendah akan meningkat karena menerima panas yang bersuhu tinggi.

Video Materi IPA Kelas 5 Tema 7 Subtema 2 “Perubahan Sifat Benda”

Video pembelajaran tematik muatan Materi IPA Kelas 5 Tema 7 Subtema 2 tentang Perubahan Sifat Benda di atas bisa kamu manfaatkan untuk memperjelas pemahaman kamu tentang materi ini. Jadi silakan pilih gaya belajar kamu ya….

Latihan Soal Materi IPA Kelas 5 Tema 7 Subtema 2 “Perubahan Sifat Benda”

Setelah mempelajari materi modul BDR Materi IPA Kelas 5 Tema 7 Subtema 2 tentang Perubahan Sifat Benda di atas silakan uji hasil belajar kamu menggunakan kuis online interaktif dengan link di bawah ini:

https://quizizz.com/join/quiz/5e96d6ff143752001b759576/start

Latihan Soal Materi IPA Kelas 5 Tema 7 Subtema 2 “Perubahan Sifat Benda”

Demikianlah modul belajar mandiri materi Perubahan Sifat Benda IPA Kelas 5 Tema 7 Subtema 2 ini kami sajikan. Semoga bermanfaat, selamat belajar dengan menyenangkan (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan