Pemikiran dan Kesenian, Seni Adalah Hasil Olah Pikir

Pemikiran dan Kesenian, Seni Adalah Hasil Olah Pikir ?

Pemikiran dan Kesenian, Seni Adalah Hasil Olah Pikir ? – Karya seni lahir dari sebuah pemikiran positif, bersandar pada kekuatan rasa dan merasakan. Dengan berbagai medianya, karya seni mampu menjangkau perasaan orang-orang para penikmat seni. Sebuah karya seni adalah manifestasi olah nalar dan olah rasa.

Desingan bunyi-bunyi, gerak laku manusia, dan berbagai kata-kata yang tak ada bisa untuk dijelaskan. Mengapa begitu, mengapa begini, itu simpan saja. Karena seni hanya mampu dibaca oleh perasaan orang-orang sesuai dengan pengalaman bersentuhannya orang-orang dengan keindahan.

Mendiskusikan tentang keindahan adalah mustahil mencari titik temu. Karena keindahan itu hanya bisa terukur dari seberapa jauh orang memandang karya seni sebagai buah dari intelektualitas diri. Kata ‘intelektualitas’ merupakan sebuah kata yang jarang ditempelkan pada karya seni dan senimannya. Karya seni lebih banyak diperdebatkan sebagai barang, dan secara tak langsung tercebur dalam dunia industri.

 

Berkarya Seni dan Bernalar, Mengapa ?

Pemikiran dan Kesenian. Begitu istimewanya karya seni terlahir, membuat banyak orang terkagum-kagum, dan kekaguman itu tersimpan dalam benak yang terdalam. Sangat sulit membincangkan seni  jika karya seni hanya dilihat dari persoalan bentuk-bentuk.  Padahal di balik bentuk-bentuk itulah terletak ruh yang paling abadi dan yang paling jujur.

Terkadang kita tak habis pikir, mengapa lukisan sebuah paku saja bisa berharga tinggi, mengapa sebuah lagu “Ayah” karya Bing Slamet begitu menempel pada hati banyak orang, mengapa kita dibuat bingung film berjudul “Pasir Berbisik” karya Christine Hakim dapat memukau dewan juri dalam berbagai ajang film internasional, mengapa hanya sebuah foto-foto yang mengabadikan manusia menjadi begitu penting. Dan mengapa.. mengapa.. mengapa.  Begitu sulit kita mencari jawabnya. Jawabnya adalah dalam pikiran kita yang terdalam.

Sependek pengalaman menikmati karya seni, penulis menemukan sebuah kata “NGGAK PENTING“. Ternyata kata inilah yang membuat para pekerja seni berkarya. Segala hal yang tidak pernah dipikirkan orang lainlah yang menjadi segala pusat inspirasi berkarya.

Sesuatu yang “nggak penting” bisa menjadi sesuatu yang penting jika seorang kreator mampu mengeksplorasi sumber inspirasi itu. Semakin matang mengeksplorasi segala yang berhubungan dengan sesuatu yang tidak penting tadi, karya semakin bisa memberikan arti.

Mengeksplorasi “sesuatu” perlu yang namanya penalaran, ya penalaran yang kadang dicampur dengan imajinasi dan mimpi. Jadi.. berangkat dari sana, mulailah untuk tidak bertanya mengapa begini mengapa begitu. Seni terlahir bukan untuk diperdebatkan, tetapi untuk dirasakan, menggetarkan ruh kita atau tidak.

 

Jadi pemikiran dan kesenian tidak bisa dipisahkan. Kesenian adalah penjelmaan dari pemikiran, penggalian, dan upaya perwujudan.

Semoga tulisan pendek ini ada manfaatnya untuk kita semua (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan