Pengertian Konflik Menurut Para Ahli

PENANGANAN DAN CARA MENGELOLA KONFLIK

Konflik yang terjadi dalam suatu organisasi harus dapat dicari solusi penyelesaian oleh pihak-pihak yang berkepentingan, diantaranya pimpinan organisasi atau perusahaan yang didukung seluruh staf dan karyawan, sehingga konflik yang terjadi tidak berkepanjangan.

Ada beberapa cara yang dapat digunakan dalam menangani konflik di antaranya sebagai berikut:

  1. Introspeksi Diri
    Sebelum menyelesaikan dan menghilangkan konflik, maka kita melakukan introspeksi terhadap apa yang sudah kita lakukan, apakah yang kita lakukan sesuai dengan norma-norma yang ada atau belum.
  2. Mengadakan Evaluasi Pihak-Pihak yang Terlibat
    Sangat penting bagi kita untuk mengetahui pihak-pihak yang terlibat dalam konflik. Kita dapat mengidentifikasi kepentingan apa saja yang mereka miliki, bagaimana sikap dan nilai mereka terhadap konflik tersebut, dan apa perasaan mereka atas terjadinya konflik. Kesempatan kita untuk sukses dalam menangani konflik semakin besar apabila kita melibatkan pihak-pihak yang terlibat dari berbagai sudut pandang, hal ini dilakukan dengan cara sebagai berikut:
  • Indentifikasi sumber konflik, sumber konflik atau pokok persoalan konflik dapat terindentifikasi, sehingga sasaran penanganannya lebih tepat dan terarah pada persoalan timbulnya konflik.
  • Mengetahui pilihan penyelesaian atau penanganan konflik yang ada dan memilih metode penyelesaian konflik yang tepat.

Menurut Spiegel (1994), bahwa untuk melakukan penanganan konflik dapat dilakukan dangan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Berkompetisi

Hal ini dilakukan jika kita memaksakan kepentingan sendiri di atas kepentingan pihak lain. Pilihan ini sukses dilakukan jika situasi saat ini memerlukan suatu keputusan yang cepat dan tepat.  Kepentingan salah satu pihak lebih utama dan pilihan kita sangat visual. Namun perlu diperhatikan situasi menang dan kalah dalam metode ini (win-win solution) akan terjadi di sini.

Pihak yang kalah akan merasa dirugikan dan dapat menjadi konflik yang berkepanjangan. Tindakan ini dapat dilakukan dalam kasus atasan dan bawahan, dimana atasan menempatkan kepentingan organisasi dari pada kepentingan bawahan.

  1. Menghindari Konflik
    Tindak ini dilakukan jika salah satu pihak menghindari dari situasi konflik tersebut secara fisik maupun psikologis. Sifat tindakan ini bersifat menunda konflik, situasi menang kalah terjadi lagi di sini. Menghindari konflik dapat dilakukan jika masing-masing pihak mencoba mendinginkan suasana dan membekukan konflik untuk sementara waktu. Dampak kurang baik bisa muncul jika pada saat yang kurang tepat konflik meletus kembali, ditambah lagi jika salah satu pihak menjadi stres karena masih memiliki hutang menyelesaikan persoalan tersebut.
  2. Akomodasi
    Akomodasi adalah jika kita mengalah dan mengorbankan beberapa kepentingan sendiri agar pihak lain mendapat keuntungan dari situasi konflik tersebut. Disebut juga sebagai self sacrifying behavior. Hal ini dilakukan jika kita merasa bahwa kepentingan pihak lain lebih utama, atau kita mementingkan kepentingan umum dibandingkan kepentingan pribadi dengan harapan menjaga hubungan baik dengan pihak lain.
  3. Kompromi
    Tindakan ini dilakukan apabila kedua belah pihak merasa mempunyai kepentingan yang sama, dan kepentingan bersama menjadi prioritas. Masing-masing pihak akan mengorbankan sebagian kepentingannya untuk mendapatkan solusi yang terbaik untuk kedua belah pihak.

Nah demikianlah informasi mengenai pengertian konflik menurut para ahli, jenis-jenis konflik dan bagaimana mengelola konflik. Apabila informasi di atas masih ada yang kurang lengkap. Anda bisa menambahkannya melalui kolom komentar. Semoga bermanfaat (maglearning.id).

2 comments

Tinggalkan Balasan