PENELITIAN NARATIF

Istilah Penelitian Naratif (narrative) berasal dari kata Bahasa Inggris “to narrate yang artinya menceritakan atau mengatakan (to tell) suatu cerita secara detail. Dalam desain penelitian naratif, peneliti mendeskripsikan kehidupan individu. Ia mengumpulkan, mengatakan cerita tentang kehidupan individu, dan menuliskan cerita atau riwayat pengalaman individu tertentu.

Penelitian naratif adalah penelitian yang menceritakan sebuah cerita tentang individu atau kelompok, mengenai kehidupannya dalam berbentuk lisan atau tulisan. Dalam cerita naratif penulis berusaha untuk memahami pengalaman (diambil melalui dokumen atau sumber informasi pribadi) dari seseorang atau kelompok dengan cara mengumpulkan dan menganalisis  cerita kehidupannya. Dalam penelitian naratif penulis mencoba mengkomunikasikan cerita/kisah tersebut dengan tujuan agar dikenal banyak orang.

Penelitian naratif adalah kisah peristiwa dan tindakan yang berhubungan secara kronologis. Penelitian ini berevolusi dari beragam disiplin ilmu di bidang humaniora, seperti sastra, seni, dan film, serta dari disiplin ilmu seperti psikologi dan sosiologi. Akhir-akhir ini, bidang pendidikan juga banyak menggunakan penelitian naratif tentang pengajaran (instruksional) dan proses pembelajaran. Dalam bidang pendidikan, penelitian naratif tidak dirancang untuk menjadi catatan sejarah, namun dirancang untuk memahami perspektif narasumber dalam konteks kehidupannya.

Analisis naratif dapat dikategorikan berdasarkan siapa penulisnya, dengan karakteristik ini kita dapat mengidentifikasi analisis naratif sebagai otobiografi, biografi, narasi pribadi, kisah hidup, narasi kehidupan, testimonial, atau sejarah lisan. Otobiografi ditulis oleh individu. Dalam studi biografi, peneliti menulis dan mencatat pengalaman orang lain. Riwayat hidup, kisah hidup, atau narasi kehidupan merupakan penggambaran keseluruhan kehidupan, sedangkan cerita pengalaman pribadi berfokus pada satu episode atau beberapa episode. Riwayat lisan menceritakan refleksi pribadi dari kejadian serta sebab dan akibatnya. Testimoni adalah bentuk narasi testimonial yang berakar pada perspektif seseorang.

Loading...

Data dalam penelitian naratif mungkin berasal dari sumber primer (ingatan langsung) atau sumber sekunder (dokumen yang ditulis). Data dapat dikumpulkan melalui metode seperti wawancara dengan individu, anggota keluarga, teman dekat, catatan (buku harian, jurnal, surat, blog, memo, foto, kotak memori, rekaman audio atau artefak pribadi, keluarga, atau lainnya).

Penerapan penelitian naratif sudah digunakan secara luas di berbagai bidang. Dalam bidang medis atau kesehatan, penelitian naratif  digunakan untuk membantu pasien rumah sakit dalam proses pemulihan atau perubahan seseorang. Contohnya, untuk memahami pandangan pasien disabilitas, pada pasien yang menderita HIV / AIDS dan kanker, untuk memahami pilihan dalam melakukan aborsi atau memilih perawatan medis tertentu. Di bidang pendidikan, penelitian naratif telah digunakan untuk mengulas kembali mengenai siswa-siswa yang berprestasi, budaya remaja yang sedang berkembang, atau siswa yang mengalami perundungan, dan banyak hal lagi.

Berikut ini adalah langkah dasar dalam melakukan penyelidikan naratif:

  1. Identifikasi fenomena dan membahas masalah
  2. Memilih seseorang yang bisa Anda pelajari tentang fenomena tersebut (atau bisa menggunakan pengalaman peneliti sendiri).
  3. Mengumpulkan cerita dari individu yang mencerminkan pengalaman pribadi atau catatan-catatan.
  4. Menuliskan cerita termasuk nuansa yang dicatat oleh peneliti. Terkadang tidak apa yang dikatakan tapi, lebih tepatnya, bagaimana dikatakan atau apa yang tidak dikatakan.
  5. Metranskrip kembali cerita.
  6. Menganalisis cerita (Carilah unsur waktu, tempat, plot, dan adegan).
  7. Menulis kembali cerita yang koheren dan berkolaborasi dengan peserta tentang pengalaman pribadi dan sosial individu.
  8. Validasi keakuratan cerita dengan individu. Penting bagi peneliti untuk berkolaborasi dengan peserta selama ini.
Loading...

Selain langkah-langkah tersebut di atas, langkah-langkah ini juga bisa dijadikan pertimbangan dalam melaksanakan penelitian naratif.

  1. Menentukan problem penelitian atau pertanyaan terbaik yang tepat untuk penelitian naratif. Penelitian naratif adalah penelitian terbaik untuk menangkap cerita detail atau pengalaman kehidupan terhadap kehidupan tunggal atau kehidupan sejumlah individu.
  2. Menyeleksi satu atau lebih individu yang memiliki cerita atau pengalaman kehidupan untuk diceritakan, dan menghabiskan waktu (sesuai pertimbangan) bersama mereka untuk mengumpulkan cerita mereka melalui tipe majemuk informasi.
  3. Mengumpulkan cerita tentang konteks cerita tersebut.
  4. Menganalisa cerita partisipan dan kemudian restory (menceritakan ulang) cerita mereka ke dalam kerangka kerja yang masuk akal. Restorying adalah proses organisasi ulang cerita ke dalam beberapa tipe umum kerangka kerja. Kerangka kerja ini meliputi pengumpulan informasi, penganalisaan informasi untuk elemen kunci cerita (misalnya: waktu, tempat, alur, dan scene/adegan) dan menulis ulang cerita guna menempatkan mereka dalam rangkaian secara kronologis.
  5. Berkolaborasi dengan partisipan melalui pelibatan aktif mereka dalam penelitian. Mengingat para peneliti mengumpulkan cerita, maka mereka menegosiasikan hubungan, transisi yang halus, dan menyediakan cara yang berguna bagi partisipan.

Cukup sekian ulasan singkat tentang penelitian naratif, semoga bisa membantu anda dalam memperkaya pengetahuan tentang metode penelitian kualitatif.

Tinggalkan Balasan