Fungsi Pencantuman Sumber Pada Media Pembelajaran

Gambar atau foto sering kita jumpai dalam buku, bahan ajar, maupun berbagai media pembelajaran. Biasanya gambar tersebut disertai keterangan sumber gambar, baik sumber dari luar atau produksi kita sendiri.

Kira-kira fungsi atau maksud pencatuman sumber tersebut apa ya?. Mungkin sebagian besar dari kita tidak menganggap penting hal ini. Namun, bagi pengembang media pembelajaran atau penulis buku hal ini adalah salah satu hal yang penting untuk diperhatikan.

Pencantuman sumber gambar atau foto biasanya  dilakukan karena ada beberapa tujuan, diantaranya adalah:

1. Pensitasian

Gambar yang kita gunakan sebagai representasi, media transformasi, atau maksud lain dalam karya ilmiah tentunya harus cara membuat atau mendapatkannya harus sesuai dengan kaidah ilmiah. Bila gambar tesebut adalah hasil karya atau pemikiran ilmiah orang lain maka kita wajib melakukan sitasi sesuai dengan kaidah ilmiah yang berlaku.

Gambar yang kita peroleh dari buku atau karya ilmiah orang lain yang berhak cipta, bila kita gunakan dalam media atau karya kita maka wajib mengikuti aturan hak cipta tersebut. Biasanya kita harus mencantumkan nama penulis dan tahun terbitan kemudian menambahkan identitas lengkapnya dalam daftar rujukan karya kita. Namun ada yang masih perlu kita perhatikan, yaitu tidak semua gambar bisa kita pakai dengan hanya mencantumkan sumbernya. Kita harus tahu bagaimana aturan pemakaian gambar tersebut. Misalnya bila ada aturan untuk mendapatkan ijin secara tertulis maka kita harus memenuhinya terlebih dahulu.

2. Tuntutan Lisensi

Loading...

Seperti saya singgung di atas, ketika sebuah foto atau gambar karya orang lain kita gunakan untuk mendukung karya kita, maka kita harus patuh pada tuntutan lisensi yang melekat pada gambar tersebut. Ada beberapa jenis lisensi yang menuntut kita sebagai  pengguna gambar tersebut untuk mencantumkan atribut pemilik lisensi. Bila kita tidak punya hak penggunaan misalnya, gambar dari salah satu portal berita kita tidak boleh menggunakan gambar tersebut walaupun sudah memberi atribusi tanpa ijin pemilik gambar.

Sama halnya bila gambar tersebut kita gunakan di luar dari lisensi yang di berikan, misalnya sebuah gambar berlisensi CC.BY.NC dimana gambar tersebut hanya boleh digunakan untuk keperluan nonkomersial. Bila kita gunakan untuk buku cetak dan dijual maka tidak diperkenankan untuk menggunakan gambar tersebut walaupun kita sudah mencantumkan atribusi.

3. Pemberian Apresiasi.

Bila pada gambar berlisensi CC.BY kita wajib memberi atribusi pada gambar yang kita pakai, maka pada lisensi CC.0 atau public domain kita tidak diwajibkan untuk memberikan atribusi. Bila kita memberikan atribusi biasanya dimaksudkan untuk memberikan apresiasi saja. Misalnya gambar-gambar di unsplash.com pemberian atribusi pada gambar-gambar ini hanya bersifat penghargaan saja.

4. Pendukung Gambar

Loading...

Pencantuman sumber gambar bisa untuk mendukung informasi pembelajaran yang disampaikan melalui gambar tersebut. Misalnya gambar tersebut diambil dari koran atau harian online ternama bisa dimaksudkan untuk mendukung bahwa informasi dalam gambar adalah kejadian nyata. Dalam konteks pembelajaran pencantuman sumber juga dimaksudkan untuk menambah persepsi kontekstual.

Pemberian keterangan sumber gambar juga mampu memperkuat kredibilitas gambar tersebut, sehingga membuat informasi yang disampaikan melalui gambar tersebut bisa dianggap sebagai informasi yang kredibel. Dari sisi kesesuaian dengan bidang Pembelajaran keterangan sumber belajar akan membantu siswa lebih cepat dalam membuat hubungan ke topik pembelajaran.

Demikian ulasan singkat saya tentang pencantuman sumber gambar atau foto dalam media pembelajaran kita. Bukan tidak mungkin ada maksud-maksud lain yang belum saya ulas. Silahkan beri komentar atau tambahan di menu komentar, Terimakasih….

Tinggalkan Balasan