BELAJAR MELALUI INKUIRI

Pembelajaran melalui inkuiri merupakan pembelajaran yang memanfaatkan berbagai sumber daya yang mempunyai akses untuk mencari informasi, data, pengetahuan, dan ide-ide, baik konvensional maupun digital. Berbagai sumber daya tersebut termasuk buku, gambar, teks yang diucapkan, diagram, animasi, video, bank data, perpustakaan, dan repositori, dalam bentuk konvensional maupun digital.

Sumber daya juga dapat berupa lokasi, seperti museum, galeri seni, dan pameran, atau situs yang menarik bagi pendidikan, seperti bangunan bersejarah, situs arkeologi, pabrik, laboratorium, komunitas, dan lokasi lain, tergantung pada disiplin ilmu. Lokasi pada pembelajaran tradisional biasanya dibawa ke lingkungan belajar melalui deskripsi dalam dokumen (gambar dan atau narasi teks), audio, dan video, tetapi saat ini lingkungan belajar dapat dibawa ke lokasi, melalui penggunaan teknologi seluler.

Baik teknologi konvensional maupun digital dapat mendukung siswa dalam proses penyelidikan (inkuiri). Kita dapat menganggap pembelajaran inkuiri sebagai aktivitas pembelajaran yang digunakan siswa untuk mengubah narasi guru menjadi milik mereka sendiri.

Belajar melalui inkuiri harus berarti bagi siswa, karena daripada harus “mengikuti alur cerita”, seperti dalam belajar melalui akuisisi, mereka bisa mengendalikan urutan informasi, dan dapat “mengikuti jalur penyelidikan mereka sendiri” dalam pembelajaran inkuiri. Pembelajaran ini membuat siswa lebih aktif, dan memberi mereka rasa kepemilikan dan tanggung jawab yang lebih besar terhadap pembelajaran mereka sendiri.

Siswa bisa menggunakan media naratif dan informasi yang sudah tersedia, tetapi terlibat lebih aktif dengan mengambil pendekatan kritis dan analitis, dan dengan demikian sampai pada pemahaman yang lebih penuh tentang hal-hal yang dipelajarinya. Teknologi konvensional seperti perpustakaan tetap mendukung bentuk pembelajaran ini dengan sangat baik, karena menyediakan akses ke teks yang relevan, sistem katalog untuk mencari, dan didukung oleh staf yang ahli dalam literasi informasi, serta dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan ini sebagai bagian dari kegiatan .

Loading...

Bentuk konvensional pembelajaran inkuiri ini masih banyak digunakan dalam pembelajaran di tingkat perguruan tinggi terutama di kelas master, tetapi saat ini sudah mulai banyak ditekankan ke tingkat yang lebih bawah, bahkan sampai ke siswa tingkat menengah dan dasar. Namun, penerapan pembelajaran inkuiri ini dirasa belum sepenuhnya optimal.

Mengirim siswa ke perpustakaan dengan dipersenjatai daftar bacaan dan pertanyaan esai belumlah cukup untuk memastikan bahwa mereka akan melakukan penyelidikan kritis dan analitis terhadap sumberdaya. Jadi, kita masih harus melihat dan mencari apa saja yang diperlukan untuk membantu mereka melakukan pembelajaran inkuiri menggunakan sumberdaya apapun, walaupun setiap sumberdaya mempunyai karakteristik yang berbeda-beda.

Selain buku dan jurnal, setiap disiplin ilmu memiliki dan menggunakan media yang paling tepat untuk memberikan contoh autentik dari teori atau konsep ke dalam dunia praktis. Misalnya kasus klinis untuk kedokteran, studi kasus bisnis untuk pendidikan manajemen, jalan-jalan alam untuk biologi, teks tertulis untuk literatur, bank data untuk ilmu sosial, kunjungan lapangan untuk antropologi.

Loading...

Dunia digital sekarang memberi dampak signifikan pada setiap pembelajaran di berbagai disiplin ilmu, karena mampu mengubah sifat akses kita ke berbagai sumber daya. Teknologi digital menyuguhkan kemudahan sampai kompleksitas akses sumberdaya. Dimensi waktu dan ruang yang semakin sempit dapat dieksplorasi secara maksimal dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Penciptaan ruang imersif dan realitas virtual yang bisa diakses kapan dan dimana saja sangat membantu proses pembelajaran setiap siswa secara lebih adil dan merata.

Tetapi, bagaimana teknologi dapat mengubah pendekatan kita terhadap desain pembelajaran? Apakah perpustakaan digital mengubah kualitas proses pembelajaran inkuiri? Bisakah kita menambah/meningkatkan apa yang ditawarkan teknologi konvensional dengan menggunakan teknologi digital untuk pembelajaran inkuiri? Apakah ada lagi yang bisa kita lakukan dengan pendekatan konvensional atau digital untuk meningkatkan cakupan Kerangka Kerja Percakapan, dan mendukung aspek “penyelidikan” dari proses pembelajaran secara lebih efektif?. Beberapa pertanyaan ini bisa menuntun kita untuk memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran inkuiri.  

Pembelajaran berbasis inkuiri dipandang penting karena melatih siswa dalam keterampilan dasar belajar yang penting untuk mengembangkan pengetahuan mereka sendiri, yang harus terus diadaptasi, dan disempurnakan. Ini adalah sarana dimana siswa berupaya untuk belajar cara belajar. Akan tetapi, kebutuhan ini seringkali kurang terakomodir dalam kurikulum, serta cenderung bias. Minat guru sebagian besar masih mengarah pada akuisisi daripada pembelajaran inkuiri, membuat siswa harus menemukan sendiri keterampilan ini.   Jadi, menjadi penting bagi ahli teori pendidikan atau siapa saja yang peduli untuk mempromosikan nilai inkuiri sebagai keterampilan belajar yang sangat penting. Perlu ada perubahan mendasar dalam pendekatan guru. Guru harus mampu mendorong siswa untuk aktif “mengajukan pertanyaan” dan haus akan pengetahuan. Hanya ketika siswa menganggap inkuiri sebagai suatu keniscayaan, maka pembelajaran signifikan akan terjadi.

Tinggalkan Balasan