Apa itu skala likert?

Pengukuran sikap responden hampir selalu ada dalam penelitian sosial, tak terkecuali penelitian pendidikan. Sebagian besar penelitian sosial dan pendidikan menggunakan pengukuran semacam ini.

Teknik yang paling umum untuk melakukan pengukuran sikap seseorang adalah skala Likert. Pengukuran ini dinamai sesuai dengan nama pengembangnya yaitu Rensis Likert.

Skala Likert pada dasarnya adalah indikator berganda atau beberapa item dari serangkaian sikap yang berkaitan dengan area tertentu. Tujuan dari skala Likert adalah untuk mengukur intensitas perasaan tentang area yang dimaksud.
Dalam format yang paling umum, pengukuran ini terdiri dari serangkaian pernyataan (dikenal sebagai ‘item’) yang berfokus pada isu atau tema tertentu. Jadi dalam pengukuran sebuah sikap menggunakan beberapa item pertanyaan sebagai indikatornya.

Setiap responden kemudian diminta untuk menunjukkan tingkat persetujuannya dengan pernyataan tersebut. Biasanya, format untuk menunjukkan tingkat persetujuan adalah skala lima poin yang berasal dari ‘sangat setuju’ sampai ‘sangat tidak setuju’, selain itu bisa juga menggunakan skala tujuh poin. Format lain juga boleh digunakan. Namun, biasanya ada posisi tengah (netral) dalam setiap item, misalnya ‘ragu-ragu’ atau lainnya yang menunjukkan netralitas. Sehingga jumlah keseluruhan bentuk persetujuan itu adalah ganjil.

Loading...

Perlu digarisbawahi bahwa walaupun ada perbedaan format penskalaan, misalnya lima atau tujuh poin, namun bila mengukur konstruk yang sama setiap item harus setara. Bila satu item menggunakan lima poin maka item lain juga harus lima poin dalam satu konstruk. Jumlah berbeda bisa digunakan bila sudah berbeda konstruk.

Respons dari masing-masing responden pada setiap item diubah menjadi skor, dan kemudian skor dari setiap item dikumpulkan untuk membentuk skor keseluruhan. Dengan kata lain skor dari masing-masing item tersebut dijumlahkan menjadi skor total.
Biasanya, karena skala mengukur intensitas, penilaian dilakukan sehingga tingkat intensitas perasaan yang tinggi pada masing-masing indikator mendapatkan skor yang tinggi. Misalnya, pada skala lima poin, skor 5 untuk perasaan positif yang kuat tentang suatu hal dan skor 1 untuk perasaan yang sangat negatif.

Loading...

Ada beberapa hal yang perlu diingat tentang konstruksi skala Likert. Berikut ini adalah hal-hal yang sangat penting untuk diperhatikan:

  • Item harus berupa pernyataan, bukan pertanyaan.
  • Semua item harus berhubungan dengan objek yang sama (pekerjaan, organisasi, kelompok etnis, kepuasan, dll.).
  • Item-item yang membentuk skala harus saling terkait (reliabilitas internal).

Selain ketiga hal tersebut, sangat disarankan untuk memvariasikan kalimat-kalimat dalam instrumen penelitian sehingga beberapa item menyiratkan pandangan positif dari fenomena yang menarik dan yang lainnya menyiratkan pandangan negatif. Dengan demikian tidak semua item pernyataan merupakan pernyataan positif. Sangat dianjurkan untuk menggunakan item-item dengan pernyataan negatif. Variasi ini disarankan untuk mengidentifikasi responden apakah ia memperlihatkan serangkaian respons atau tidak.

Menurut pengalaman kami mengacak letak atau urutan pernyataan juga sangat bermanfaat dalam mendapatkan respons obyektif. Biasanya kami membuat daftar pernyataan atau item-item penelitian yang urut terlebih dahulu kemudian melakukan pengacakan sebelum benar-benar disampaikan kepada responden.

Ingat, bahwa hasil penelitian akan sangat baik bila responden tidak tahu bahwa mereka sedang diteliti. Bila itu mustahil untuk dilakukan maka alternatifnya adalah mengaburkan obyek atau tema sentral yang sedang diteliti, sehingga responden memberikan respons yang lebih natural.

Sejauh ini kuisioner yang kami bangun dengan memperhatikan hal-hal di atas menjadi jauh lebih efektif dalam mengukur konsep. Hampir tidak ada masalah berarti baik masalah validitas dan reliabilitas maupun masalah pengukuran lainnya misalnya distribusi frekuensi.

2 comments

Tinggalkan Balasan