Covid-19 Membuat Pendidikan Semakin Murah Untuk Siapa Saja, Siapa yang Untung dan Buntung?

Kita sepakat bahwa Covid-19 telah membawa dampak signifikan dalam kehidupan. Hampir semua pihak merasa tertekan bahkan tidak sedikit yang terpuruk karena dampak negatif pandemi ini. Apalagi dunia usaha yang secara tajam harus kehilangan banyak pemasukan karena banyak sekali aktivitas harus ditunda bahkan di batalkan.

Begitu pula dengan dunia pendidikan, aktivitas pendidikan harus diboyong paksa ke ranah dunia maya. Tidak ada lagi aktivitas fisik di kelas nyata. Tidak ada lagi tatap muka langsung antara guru dan siswa. Yang ada hanyalah tatap maya atau berdiskusi di dunia virtual. Siswa belajar mandiri dan mengerjakan tugas dengan panduan learning management system (LMS).

Walaupun hal ini bukan hal baru dan sudah banyak yang meprediksi akan terjadi di masa depan, tetap saja masih banyak yang gagap dan gugup karena ternyata terjadi begitu cepat. Hasilnya banyak sekali yang adu cepat dalam merespons hal ini. Hasilnya, sekarang kita dapat dengan mudah mengikuti pembelajaran bidang apa saja di internet.

Hampir semua bidang studi dan keahlian ditawarkan oleh lembaga pendidikan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Siapa saja bisa memanfaatkan pembelajaran ini. Tinggal pilih materi atau topik yang sesuai dengan minat kita. Materi dan tutornya pun tidak ecek-ecek sebagian besar sudah punya reputasi nasional bahkan internasional.

Soal biaya jangan ditanya lagi, sudah pasti murah dan bahkan gratis. Bagaimana bisa? ada banyak faktor yang tidak perlu kita bahas di sini, yang jelas banyak skema misalnya sponsor perusahaan yang diuntungkan, iklan, donasi, atau bahkan lembaga pendidikan yang memang punya misi sosial yang sejak awal sudah memiliki sumber pendanaan yang cukup.

Loading...

Kita bisa memilih topik dan mengikuti pembelajaran bersertifikat yang banyak ditawarkan oleh berbagai lembaga pendidikan di dunia hanya dari rumah. Kita tidak perlu mendaftar secara resmi, cukup registrasi menggunakan email. Bila sudah mengikuti proses pembelejaran dan menyelesaikan ujian hak sertifikat elektronik akan dikirim. Setifikat ini terverifikasi lho, saya sudah mencoba pembelajaran ini dari lembaga di dalam negeri maupun luar negeri. Hasilnya memang cukup memuaskan kita dapat ilmu dan sertifikat yang autentik dan yang terpenting murah.

Lalu bagaimana dengan nasib lembaga pendidikan di dalam negeri terutama lembaga swasta? Mereka harus berhadapan dengan lembaga internasional yang bereputasi dan berpengalaman. Tentu bukan kelas mereka untuk bertarung di ring yang sama. Ibarat petinju kelas bulu harus bertarung melawan petinju kelas berat. Hanya sekali pukul pasti sudah terjengkang.

Pembelajaran yang murah dan terbuka memang membuat senang siswa dan kita semua yang masih haus ilmu atau mereka yang sedang menyiapkan karirnya. Namun, di satu sisi menjadi tantangan yang amat berat bagi lembaga pendidikan swasta yang harus berusaha bertahan hidup di era disrupsi dengan bumbu pandemi. Mereka harus cepat bergeliat dan membuka mata  lebar-lebar lalu memandang jauh ke depan.

Loading...

Setiap kesulitan pasti ada kemudahan, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Semakin cepat kita berusaha maka semakin banyak peluang kita untuk memenangi keadaan. Masih banyak celah yang tidak mungkin dimasuki oleh pemain global. Lembaga pendidikan swasta harus mampu menemukan value-nya. Value yang mustahil atau paling tidak sulit diwujudkan oleh pemain global. Masih banyak nilai-nilai lokal yang belum digarap. Ikatan emosional dan budaya luhur nusantara juga masih melekat kuat namun perlu dipupuk dan diangkat. Saya melihat banyak dari lembaga pendidikan internasional yang tidak sensitif pada hal-hal ini.

Semangat berjuang kawan semoga kalian memenangkan pertarungan ini dan yang terpenting adalah membawa berkah untuk umat. Wassalam…..

Tinggalkan Balasan