PENDEKATAN SISTEM PENDIDIKAN

Melihat PENDIDIKAN di Indonesia dari PENDEKATAN SISTEM

Loading...

Istilah sistem berasal dari bahasa Yunani “systema” yang mempunyai himpunan bagian atau unsur yang saling berhubungan secara teratur untuk mencapai tujuan bersama. Sistem adalah kesatuan yang terdiri dari komponen-komponen yang terpadu dan berproses untuk mencapai tujuan.

Kata sistem (system) juga dapat dimaknai sebagai metode (method), rencana (plan), aturan (order), keteraturan (regularity), kebiasaan (rule), susunan rencana (scheme), jalan, cara (way), kebijakan (policy), kecerdasan (artifice), susunan aturan (arrangement), rencana (program). Dari beberapa pengertian itu dapat di tarik satu pengertian bahwa sistem adalah suatu keseluruhan / keutuhan yang terdiri atas sejumlah bagian, atau komponen yang saling berhubungan secara teratur yang biasa juga disebut sebagai sub sistem.

Menurut Banathy terdapat dua kelompok pendekatan dalam mendefinisikan sebuah sistem yaitu:

  1. Pendekatan Prosedur. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
  2. Pendekatan Komponen atau Elemen. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada komponen atau elemen sehingga sistem sebagai sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan.
Loading...

Sistem sering didefinisikan suatu bangunan atau organisasi atau lembaga yang terdiri dari sub komponen/elemen, yang berinteraksi, berinterdependensi, di mana bila salah satu elemen/komponen atau sub sistem tidak bisa bekerja dengan baik bisa karena rusak atau hilang maka akan mengganggu komponen yang lainnya serta mengganggu kualitas kinerja dari organisasi tersebut.

Menurut Sanjaya (2008), sistem bukanlah “cara” atau “metode” seperti yang banyak dikatakan orang. Cara hanyalah sebagian kecil dari suatu sistem. Jadi yang dimaksud dengan sistem adalah sebagai suatu kesatuan komponen yang satu sama lain saling berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu.

Loading...

Cakupan pengertian sistem tersebut termuat adanya berbagai komponen (unsur), berbagai kegiatan (menunjuk fungsi dari setiap komponen), adanya saling hubungan serta ketergantungan antar komponen, adanya keterpaduan (kesatuan organis = integrasi) antar komponen, adanya keluasan sistem (ada kawasan di dalam sistem dan di luar sistem), dan gerak dinamis semua fungsi dari semua komponen tersebut mengarah (berorientasi) pada pencapaian tujuan sistem yang telah ditetapkan lebih dahulu.

Gambaran Sistem Secara Umum
Gambaran Sistem Secara Umum

Ciri-ciri Sistem

Dari pengertian sistem yang telah dijabarkan di atas dapat diambil ciri-ciri dari suatu sistem, yaitu:

  1. Setiap sistem memiliki tujuan. Setiap sistem pasti memiliki tujuan. Tujuan manusia sebagai organisme adalah agar dapat melaksanakan tugas kehidupannya. Tujuan keberadaan lembaga pendidikan adalah agar dapat melayani setiap anak didik untuk mencapai setiap tujuan pendidikannya. Jadi dengan demikian, setiap sistem memiliki tujuan yang pasti. Tujuan itulah yang menggerakkan sistem.
  2. Setiap sistem memiliki fungsi. Untuk mencapai tujuan, setiap sistem memiliki fungsi tertentu. Misalnya, agar manusia dapat melaksanakan tugas kehidupannya. Adapun agar proses pendidikan berjalan dan dapat mencapai tujuan secara optimal diperlukan fungsi perencanaan, fungsi administrasi, fungsi kurikulum, fungsi bimbingan, dan lain sebagainya. Fungsi inilah yang terus menerus berproses hingga tercapainya tujuan.
  3. Setiap sistem memiliki komponen. Untuk melaksanakan fungsi-fungsinya tiap sistem pasti memiliki komponen-komponen yang satu sama lain saling berhubungan. Agar fungsi perencanaan dapat berjalan dengan baik diperlukan komponen silabus dan RPP, agar fungsi administrasi dapat menunjang keberhasilan sistem pendidikan diperlukan komponen administrasi kelas, administrasi siswa, administrasi guru, dan lain sebagainya. Agar kurikulum berfungsi sebagai alat pendidikan diperlukan komponen tujuan, isi atau meteri pelajaran, strategi pembelajaran serta komponen evaluasi pembelajaran. Sebagai suatu sistem setiap komponen harus dapat melaksanakan fungsinya dengan tepat
  4. Setiap sistem memiliki penghubung. Penghubung merupakan media yang menghubungkan antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Hubungan antara sistem dan subsistemnya juga antar komponen-komponen dalam sistem harus bisa berhubungan secara harmonis, hubungan sistem ini juga menunjukkan adanya hirarki sistem dimana keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem lainnya melalui penghubung.
  5. Setiap sistem memiliki batasan. Merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya
  6. Setiap sistem memiliki lingkungan luar sistem. lingkungan luar sistem : apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem
  7. Setiap sistem memiliki masukan (input). Masukkan sistem merupakan segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem. Input dapat berupa energi, manusia, data, modal, bahan baku, layanan atau lainnnya.
  8. Setiap sistem memiliki keluaran (output). Keluaran sistem merupakan hasil input yang diolah dan diklafikasikan menjadi berguna dan sisa pembuangan. Output ini merupakan tujuan dari keberadaan suatu sistem.
  9. Setiap sistem memiliki pengolah sistem. Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukkan menjadi keluaran.

Halaman selanjutnya ………

Loading...
Pages ( 1 of 2 ): 1 2Lanjut »

One comment

Tinggalkan Balasan