sistem perekonomian Indonesia

Sistem ekonomi dan sistem perekonomian Indonesia

Loading...

Sistem ekonomi dan sistem perekonomian Indonesia – Para ahli ekonomi membagi masalah pokok ekonomi yang dihadapi masyarakat ke dalam tiga persoalan, yaitu:

  1. Apakah barang dan jasa yang harus diproduksi?
  2. Bagaimanakah caranya memproduksi barang dan jasa tersebut?
  3. Untuk siapakah barang dan jasa tersebut diproduksi?

Jawaban setiap negara atas pertanyaan-pertanyaan tersebut menunjukkan sistem ekonomi yang dianutnya termasuk sistem perekonomian yang dianut Indonesia. Sistem diartikan sebagai seperangkat komponen yang saling berhubungan dan bekerja sama untuk mencapai tujuan. Adapun ciri-ciri sebuah sistem antara lain:

  1. Mempunyai tujuan,
  2. Mempunyai batas-batas walaupun mungkin terbuka untuk berinteraksi dengan lingkungan,
  3. Terdiri dari sub-sistem atau unsur/komponen sistem yang saling berhubungan dan saling berpengaruh dan saling tergantung dalam satu kesatuan sistem,
  4. Sistem selalu berproses mentransformasikan atau mengubah input menjadi output sistem,
  5. Terdapat mekanisme kontrol dalam sistem yang merupakan umpan balik,
  6. Adanya mekanisme kontrol yang mempunyai kemampuan mengatur diri dan menyesuaikan diri dengan perubahan/lingkungan.

Dengan demikian, Sistem ekonomi adalah suatu aturan dan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat dalam menjalankan kegiatan ekonomi untuk mencapai suatu tujuan. Setiap negara mempunyai sistem perekonomian yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh perbedaan ideologi suatu bangsa, perbedaan budaya dan pandangan politik di setiap negara.

Kendatipun demikian setiap sistem ekonomi selalu ditujukan untuk tujuan yang sama, yaitu:

  1. Mencapai tingkat kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.
  2. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
  3. Mencapai kestabilan ekonomi dengan kesempatan kerja yang luas.
  4. Mengurangi jumlah pengangguran.
  5. Pemerataan pendapatan.

Sistem Ekonomi Liberal

Sistem ekonomi liberal disebut juga sistem ekonomi pasar bebas atau sistem ekonomi laissez faire. Sistem ekonomi liberal adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan sepenuhnya dalam segala bidang perekonomian kepada masing-masing individu untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.

Adam Smith dalam bukunya yang berjudul The Wealth of Nation (1776) juga menunjukkan bahwa kebebasan berusaha didorong oleh kepentingan ekonomi pribadi. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pasar bebas ini dapat menciptakan efisiensi yang cukup tinggi dalam mengatur kegiatan perekonomian. Pemerintah tidak campur tangan dan tidak pula berusaha memengaruhi kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat.  Seluruh sumber daya yang tersedia dimiliki dan dikuasai oleh anggota-anggota masyarakat dan mereka mempunyai kebebasan penuh untuk menentukan bagaimana sumber-sumber daya tersebut akan digunakan.

Ciri-ciri sistem ekonomi liberal berikut ini.

  1. Setiap orang bebas memiliki alat-alat produksi.
  2. Adanya kebebasan berusaha dan kebebasan bersaing
  3. Campur tangan pemerintah dibatasi.
  4. Para produsen bebas menentukan apa dan berapa yang akan diproduksikan.
  5. Harga-harga dibentuk di pasar bebas.
  6. Produksi dilaksanakan dengan tujuan mendapatkan laba serta semua kegiatan ekonomi didorong oleh prinsip laba.

Kelebihan sistem ekonomi liberal

  1. Setiap individu diberi kebebasan memiliki kekayaan dan sumber daya produksi.
  2. Individu bebas memilih lapangan pekerjaan dan bidang usaha sendiri.
  3. Adanya persaingan menyebabkan kreativitas dari setiap individu dapat berkembang.
  4. Produksi barang dan jasa didasarkan pada kebutuhan masyarakat.

Kekurangan sistem ekonomi liberal

  1. Muncul kesenjangan yang besar antara yang kaya dan miskin.
  2. Mengakibatkan munculnya monopoli dalam masyarakat.
  3. Kebebasan mudah disalahgunakan oleh yang kuat untuk memeras pihak yang lemah.
  4. Sulit terjadi pemerataan pendapatan.

Sistem Ekonomi Sosialis

Sistem ekonomi sosialis disebut juga sistem ekonomi terpusat, karena segala sesuatunya harus diatur oleh negara, dan dikomandokan dari pusat. Dengan demikian pemerintahlah yang menguasai seluruh kegiatan ekonomi.

Sistem perekonomian sosialis merupakan sistem perekonomian yang menghendaki kemakmuran masyarakat secara merata dan tidak adanya penindasan ekonomi. Untuk mewujudkan kemakmuran yang merata pemerintah harus ikut campur dalam perekonomian. Oleh karena itu hal tersebut mengakibatkan potensi dan daya kreasi masyarakat akan mati dan tidak adanya kebebasan individu dalam melakukan kegiatan ekonomi.

Dasar yang digunakan dalam sistem ekonomi sosialis adalah ajaran Karl Marx, di mana ia berpendapat bahwa apabila kepemilikan pribadi dihapuskan maka tidak akan memunculkan masyarakat yang berkelas-kelas sehingga akan menguntungkan semua pihak.

Sistem ekonomi sosialis mempunyai ciri-ciri berikut ini:

  1. Semua sumber daya ekonomi dimiliki dan dikuasai oleh negara.
  2. Seluruh kegiatan ekonomi harus diusahakan bersama.
  3. Semua perusahaan milik negara sehingga tidak ada perusahaan swasta.
  4. Segala keputusan mengenai jumlah dan jenis barang ditentukan oleh pemerintah.
  5. Harga-harga dan penyaluran barang dikendalikan oleh negara.
  6. Semua warga masyarakat adalah karyawan bagi negara.

Kelebihan sistem ekonomi sosialis:

  1. Semua kegiatan dan masalah ekonomi dikendalikan pemerintah sehingga pemerintah mudah melakukan pengawasan terhadap jalannya perekonomian.
  2. Tidak ada kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin,
  3. Pemerintah bisa lebih mudah melakukan pengaturan terhadap barang dan jasa yang akan diproduksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
  4. Pemerintah lebih mudah ikut campur dalam pembentukan harga.

Kekurangan sistem ekonomi sosialis:

  1. Mematikan kreativitas dan inovasi setiap individu.
  2. Tidak ada kebebasan untuk memiliki sumber daya.
  3. Kurang adanya variasi dalam memproduksi barang, karena hanya terbatas pada ketentuan pemerintah.

Halaman berikutnya……… (sistem perekonomian Indonesia)

Loading...
Pages ( 1 of 2 ): 1 2Lanjut ยป

Tinggalkan Balasan