kepemimpinan dalam organisasi bisnis

Kepemimpinan Dalam Organisasi Bisnis

Loading...

Kepemimpinan Dalam Organisasi Bisnis – Walaupun beberapa orang menyamakan kepemimpinan dengan manajemen, kedua konsep tersebut tidaklah sama. Sebagai contoh, seorang manajer memainkan banyak peran. Beberapa dari mereka tidak secara langsung terkait pada kepemimpinan.

Contohnya, sebagai penyedia sumber daya, manajer menentukan pembagian sumber-sumber keorganisasian seperti uang, waktu dan peralatan. Sebagai pengawas, manajer menerima informasi dan analisis yang berkaitan dengan operasi internal dan peristiwa eksternal. Dan sebagai penyebar informasi, manajer meneruskan informasi yang diterima dari lingkungan eksternal kepada para anggota organisasi.

Semua peran ini adalah bagian dari tugas manajer. Peran lainnya adalah sebagai pemimpin. Seorang manajer memperlihatkan kepemimpinan ketika dia menjamin kerja sama anggota lainnya dalam mencapai suatu tujuan. Oleh karena itu, jelas bahwa istilah manajer dianggap lebih luas dari pada istilah pemimpin.

Walaupun pada artikel ini akan dicontohkan peran CEO sebagai bentuk kepemimpinan organisasi bisnis, penting untuk tidak mengabaikan fakta bahwa kepemimpinan diperlukan pada seluruh tingkatan organisasi dan dalam seluruh area fungsional. Strategi-strategi tidak dapat diimplementasikan melalui usaha CEO sendiri.

Dulu, kebutuhan terhadap kepemimpinan organisasi tidak pernah menjadi lebih penting seperti sekarang. Sebagaimana John P. Kotler, seorang peneliti manajemen, menyatakan, dalam tahun 1950-an dan 1960-an yang relatif stabil dan makmur, bahwa ucapan “Jika tidak rusak, jangan perbaiki” itu berlaku. Di bawah aksioma ini, jelas bahwa terlalu banyak kepemimpinan “sesungguhnya dapat menciptakan masalah dengan mengacaukan rutinitas yang efisien.”

Akan tetapi dunia zaman sekarang terlalu dinamis dan bergolak untuk suatu organisasi yang bersaing secara efektif dengan hanya melanjutkan-tidak peduli seberapa efisiennya-melakukan apa yang dilakukan pada masa lalu. Banyak perusahaan yang sudah sangat efisien namun harus tumbang karena gagalnya kepemimpinan.

Lebih fokus pada kepemimpinan strategis, yang berbeda dari kepemimpinan pada tingkat manajemen menengah dan tingkat pengawasan dalam berbagai cara. Kepemimpinan strategis berhubungan dengan lingkungan eksternal dan operasi internal perusahaan sekaligus; prosesnya dicirikan dengan ambiguitas yang lebih besar, keruwetan, dan beban informasi berlebih; lebih melibatkan  tugas rumit dari bidang multifungsi terpadu daripada mengatur hanya pada satu atau beberapa fungsi; dan lebih  membutuhkan pengaturan melalui anggota yang lain daripada operasi pengawasan langsung.

Tugas kepemimpinan strategis adalah untuk menetapkan arah perusahaan-dengan mengembangkan dan mengkomunikasikan suatu visi masa depan-dan untuk memotivasi  dan menginspirasi para anggota organisasi untuk bergerak sesuai dengan arah tersebut. Tidaklah mengejutkan, ulasan terbaru mengenai penelitian kepemimpinan menyimpulkan bahwa manajer utama memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap prestasi organisasi.

Sebagaimana kepemimpinan strategis menjadi lebih penting pada masa kini daripada puluhan tahun lalu, diyakini hal tersebut akan menjadi lebih penting lagi di masa yang akan datang. Perubahan lingkungan yang sering kali terjadi dan meningkatnya kerumitan organisasi merupakan tren yang cenderung bergerak semakin cepat. Gambar di bawah ini memperlihatkan bagaimana perubahan-perubahan lingkungan eksternal dan kerumitan internal organisasi meningkatkan pentingnya  kepemimpinan yang kompeten.

Penting untuk diingat bahwa kepemimpinan yang baik diperlukan, tapi tidak cukup hanya itu, kondisi untuk keefektifan organisasi. Walaupun penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan merupakan faktor penting keberhasilan organisasi, jelas bahwa keefektifan organisasi juga bergantung pada faktor-faktor di luar kontrol pemimpin. Misalnya, faktor-faktor seperti kondisi ekonomi, struktur industri, perkembangan internasional, peraturan pemerintah, dan inovasi teknologi juga mempengaruhi hasil organisasi.

Tulisan ini ini akan membahas mengenai konsep kepemimpinan dalam organisasi bisnis. Pertama, peran formal, atau jabatan, dari pemimpin strategis akan digali. Kemudian fokus beranjak ke gaya pemimpin dalam kepemimpinan-cara para pemimpin berperilaku dalam menggunakan kekuasaan dan membuat keputusan. Terakhir, bagaimana pemimpin tersebut bekerja dengan manajer lainnya sebagaimana pula seorang anggota tim manajemen utama.

Gambar Perubahan suasana bisnis dan konsekuensinya terhadap faktor kepemimpinan

Gambar Perubahan suasana bisnis dan konsekuensinya terhadap faktor kepemimpinan

Jabatan Seorang Pemimpin (CEO)

Siapapun yang menempati jabatan CEO (Chief Executive Officer) memiliki hak untuk mempengaruhi perilaku anggota organisasi yang ia pimpin. Dalam kasus sebuah badan hukum, CEO telah diberikan wewenang resmi oleh jajaran direktur untuk mempengaruhi aspek perilaku tertentu para pegawai. Dalam firma pengusaha kecil, wewenang CEO berasal dari pemilik firma tersebut.

Mengapa para pegawai mengikuti arahan  dari CEO? Motivasi mereka mungkin “suatu nilai yang diinternalisasikan, seperti kepatuhan terhadap figur penguasa, kesetiaan terhadap organisasi, rasa hormat terhadap hukum, penghormatan terhadap tradisi, atau hanya pengakuan bahwa kepatuhan terhadap yang berwenang adalah merupakan suatu kondisi yang diperlukan dalam organisasi.” 

Dalam kasus apapun, alat utama untuk memegang wewenang resmi adalah melalui kontrol CEO terhadap berbagai sumberdaya dan penghargaan. Elemen-elemen ini dapat meliputi spektrum yang luas, termasuk gaji dan bonus, kemajuan karir, anggaran, penyerahan kekuasaan dan tanggung jawab, pengakuan resmi terhadap prestasi yang dicapai, dan simbol status.

Pemimpin yang efektif menjamin bahwa sistem penghargaan organisasi konsisten dengan arah strategis. Sebagai contoh, sebuah perusahaan yang ingin menekankan pada inovasi produk harus mengalokasikan anggaran yang cukup untuk penelitian dan pengembangan personel, menberi pengjhargaan pada perilaku yang berani mengambil resiko, dan tidak menghargai tindakan yang dirancang untuk mempertahankan status-quo. Sebagai contoh, padaa 3M, kenaikan gaji dan promosi dilakukan untuk hasil yang inovatif. Para manajer dan pegawai tidak diberi penghargaan untuk hanya berdiam diri.

Gaya Seorang Pemimpin

Setiap pemimpin memiliki gaya kepemimpinan tersendiri, yaitu pola ciri perilaku yang seorang pemimpin perlihatkan  dalam proses menggunakan kekuasaan dan membuat keputusan. Begitu pula dengan kepemimpinan dalam organisasi bisnis.

Beberapa pemimpin memiliki sifat yang eksplosif; ada pula yang pendiam dan tafakur. Beberapa pemimpin meminta partisipasi keseluruhan ketika membuat keputusan; pemimpin yang lain membuat keputusan sendiri tanpa sedikitpun input dari yang lain. Apapun gaya nya, seorang pemimpin organisasi menentukan irama bagi para anggota perusahaannya. Gaya yang dimiliki merupakan sebuah variabel penting dalam menentukan seberapa terlibatnya para pegawai terhadap misi dan tujuan perusahaan serta seberapa banyak usaha yang mereka lakukan dalam menerapkan strategi-strategi perusahaan.

Gaya kepemimpinan yang paling tepat adalah suatu persoalan yang kontroversial dan, dalam kasus apa pun, sebagian dipengaruhi oleh kepribadian pemimpin. Dikarenakan bagian terbesar dari penelitian dalam bidang ini fokus pada gaya-gaya para pemimpin kelompok yang relatif kecil, kegunaan penelitian tersebut untuk tujuan penulis sangatlah terbatas.

Di sini yang di bahas adalah pemimpin dari keseluruhan organisasi atau unit-unit bisnis. Sebagaimana yang telah sedikit dibahas, pemimpin tingkat-tinggi berbeda secara  kualitatif dari pemimpin pada tingkat yang lebih rendah. Dari sudut pandang ini, bagian pengetahuan yang paling berhubungan yang tersedia adalah penelitian terbaru mengenai gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional.

Halaman Selanjutnya …….. (kepemimpinan dalam organisasi bisnis)

Loading...
Pages ( 1 of 2 ): 1 2Lanjut »

One comment

Tinggalkan Balasan