Globalisasi Ekonomi dan Perdagangan Internasional

Globalisasi Ekonomi dan Perdagangan Internasional

Loading...

Globalisasi Ekonomi dan Perdagangan Internasional – Ketika mendengar kata Globalisasi tentu kita sudah tidak asing mendengar kata tersebut. Globalisasi adalah proses saling ketergantungan dan keterkaitan antar negara dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.

Globalisasi sendiri bisa mencakup berbagai aspek. Globalisasi aspek ekonomi berlangsung dalam bidang peningkatan interaksi pasar produk dan sumber daya lintas negara melalui perdagangan, imigrasi, dan investasi asing (melalui arus barang dan jasa internasional, orang, dan investasi dalam peralatan, pabrik, saham, dan obligasi). Sedangkan globalisasi dalam aspek non-ekonomi bisa mencakup tentang kebudayaan dan lingkungan.

Perkembangan teknologi yang semakin pesat ini, semakin mendorong terjadinya Globalisasi. Kita dapat bepergian ke luar negeri dengan pesawat dan tidak membutuhkan waktu yang lama dalam perjalanan. Kita juga dapat mengetahui informasi mengenai negara di luar sana hanya dengan menggunakan smartphone. Hal ini juga dapat memperluas ruang lingkup ekonomi tentang apa yang dapat diproduksi dan di mana dapat diproduksi.

Gelombang Globalisasi Ekonomi Dunia  

Saling ketergantungan ekonomi (economic interdependence) telah terjadi dalam 2 dekade terakhir. Economic interdependence atau saling ketergantungan ekonomi adalah keadaan di mana kehidupan ekonomi pada negara tertentu dipengaruhi oleh perkembangan dan ekspansi dari kehidupan ekonomi negara yang lain, di mana negara tertentu ini hanya berperan sebagai penerima akibat saja.

Economic interdependence ini dapat terjadi melalui perdagangan, migrasi tenaga kerja, dan aliran modal (investasi) seperti saham perusahaan dan sekuritas pemerintah. Berikut merupakan gelombang globalisasi ekonomi dan perdagangan internasional yang terjadi di dunia:

Gelombang Globalisasi Pertama: 1870–1914

Gelombang globalisasi ekonomi pertama terjadi pada tahun 1870 sampai tahun 1914. Gelombang globalisasi pertama ini terjadi dikarenakan penurunan hambatan tarif dan teknologi baru yang mengakibatkan penurunan biaya transportasi, seperti pergeseran dari kapal layar ke kapal uap dan munculnya jalur kereta api.

Gelombang globalisasi ini sebagian besar didorong oleh bisnis dan individu negara Eropa dan Amerika. Itulah yang menyebabkan ekspor sebagai bagian dari pendapatan dunia meningkat hampir dua kali lipat menjadi sekitar 8 %, sementara pendapatan per kapita, naik dengan rata-rata tahunan sebesar 1,3 % yang 50 tahun terakhir meningkat hanya sebesar 0,5 % per tahun.

Gelombang globalisasi kedua : 1945–1980

Gelombang globalisasi ekonomi dan perdagangan internasional yang kedua ini terjadi pasca perang dunia ke 2 sekitar tahun 1945 sampai tahun 1980. Perdagangan antara negara-negara maju dalam barang-barang manufaktur sebagian besar telah bebas dari hambatan. Namun, hambatan yang dihadapi negara berkembang telah dihilangkan hanya untuk produk pertanian yang tidak bersaing dengan pertanian di negara maju. Untuk barang-barang manufaktur, negara berkembang menghadapi hambatan yang cukup besar.

Walaupun gelombang globalisasi kedua ini telah berhasil meningkatkan pendapatan per kapita pada negara maju, namun negara berkembang menjadi masih tertinggal. Adanya ketidaksetaraan dunia memicu ketidakpercayaan negara-negara berkembang terhadap sistem perdagangan internasional yang ada, yang tampaknya berpihak pada negara-negara maju. Oleh karena itu, negara berkembang menjadi semakin menginginkan untuk diberikan akses yang lebih baik ke pasar negara maju untuk barang dan jasa manufaktur, sehingga mendorong pekerjaan tambahan dan meningkatkan pendapatan rakyat mereka.

Gelombang globalisasi terbaru

Gelombang globalisasi yang terbaru ini dimulai sekitar tahun 1980an. Pada gelombang globalisasi terbaru ini, negara berkembang sudah mulai berhasil masuk ke pasar dunia. Negara-negara berkembang tersebut meliputi Brazil, Cina, India. Hal itu memicu negara-negara berkembang lainnya untuk  memanfaatkan kelimpahan tenaga kerja mereka untuk memberi mereka keunggulan kompetitif dalam manufaktur.

Negara-negara berkembang yang telah beralih ke perdagangan manufaktur antara lain Bangladesh, Malaysia, Turki, Meksiko, Hongaria, Indonesia, Sri Lanka, Thailand, dan Filipina. Pergeseran ini sebagian disebabkan oleh pemotongan tarif yang dilakukan negara-negara maju atas impor barang-barang manufaktur. Hal itu disebabkan oleh kemajuan teknologi dalam transportasi dan komunikasi yang memungkinkan negara berkembang untuk berpartisipasi dalam jaringan produksi internasional.

Mengapa Globalisasi Ekonomi dan Bisnis Penting?

Dengan adanya globalisasi membuat produktivitas meningkat lebih cepat, ketika negara memproduksi barang dan layanan atau jasa di mana mereka memiliki keunggulan komparatif, serta standar hidup bisa meningkat lebih cepat. Perekonomian terbuka mendorong perkembangan teknologi dan inovasi, dengan ide-ide segar dari luar negeri, sehingga sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin dengan biaya minimum. Ketika rekan kerja yang dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia dengan menghasilkan suatu yang memiliki nilai jual tinggi, maka mereka akan mendapatkan keuntungan melimpah yang dibagi rata.

Globalisasi Ekonomi dan Bisnis Meningkatkan Persaingan

Perdagangan internasional di era globalisasi mengakibatkan jumlah keuntungan meningkat dari terjadinya proses persaingan antar negara lain. Adanya globalisasi mengakibatkan dampak positif dan negatif pada persaingan perdagangan Internasional. Dampak positif Persaingan di era globalisasi adalah adanya inovasi, modifikasi dan produksi yang lebih efisien.

Persaingan internasional memberikan efek kepada produsen dalam negeri agar berhati-hati untuk menjaga kualitas produk serta memodifikasi produk baru dengan inovasi mereka. Selain itu perdagangan internasional kemungkinan bisa melemahkan kegiatan monopoli. Ketika negara-negara membuka pasarnya, produsen monopoli mereka menghadapi persaingan dari perusahaan asing.

Meskipun para ekonom mengakui bahwa globalisasi dan perdagangan bebas dapat memberikan manfaat bagi banyak perusahaan, pekerja, dan konsumen, terdapat pula dampak negatif adanya perdagangan internasional di era globalisasi. Dampak negatif tersebut misalnya adalah dapat menghambat pertumbuhan sektor industri, sektor keuangan tidak stabil, dst.

contoh globalisasi ekonomi bisnis internasional

Globalisasi menekan perusahaan domestik

Schwinn adalah perusahaan sepeda yang menjadi standar industri. Sepeda Schwinn merupakan produk sepeda yang awet alias tahan lama dan mempunyai desain ciamik melalui inovasi-inovasi baru, sehingga sebagian perusahaan sepeda lain mengalami kebangkrutan, akibat kalah bersaing.

Schwinn mendominasi industri sepeda AS, namun semakin berkembangnya zaman sifat pasar sepeda berubah. Keinginan konsumen berkembang dan meminta fitur selain sepeda yang berat dan tahan lama. Pesaing bermunculan seperti Trek yang membuat sepeda gunung (mountain bike), dan Mongoose yang memproduksi sepeda balap BMX.

Ketika persaingan asing semakin intensif, Schwinn memindahkan produksinya ke sebuah pabrik di Greenville. Namun perpindahan tersebut mengakibatkan produknya semakin tidak berkualitas dikarenakan adanya sepeda yang tidak lebih baik daripada yang diimpor dari Timur Jauh. Ketika kerugian meningkat untuk Schwinn, perusahaan tersebut menyatakan kebangkrutan pada tahun 1993 dan kemudian sedikit demi sedikit mulai bangkit lagi.

Globalisasi memaksa efisiensi

Dell sangat efisien dalam memproduksi PC desktop, perusahaan tersebut sebelumnya bukan produsen laptop berbiaya rendah. Namun seiring bergantinya hari Dell semakin ketinggalan jauh dengan pesaingnya seperti HP dan APPLE.  Ketertinggalan tersebut diakibatkan oleh kurangnya mengembangkan sistem yang efisien untuk memproduksi laptop. Kurangnya perkembangan ini mengakibatkan jatuhnya penjualan dan pendapatan Dell serta penggantian perusahaan oleh HP sebagai pembuat PC terbesar di dunia.

Namun, seiring berjalannya waktu, pemimpin pasar PC ini silih berganti. Siapa yang paling efisien dan paling inovatif itulah pemenangnya.

Kedua contoh di atas membuktikan bagaimana perdagangan internasional bersifat dinamis karena produsen memperoleh dan kehilangan daya saing sebagai respons terhadap kondisi pasar yang berubah. Globalisasi ekonomi dan bisnis internasional masih terus berlangsung. So, bersiap-siaplah untuk tegar menghadapinya dengan membangun kompetensi sedini dan secepat mungkin (maglearning.id)

Tim Resume:

  1. Achmad Adi Kurniawan                    
  2. Hervina Renovaka Pradev.D 
  3. Ikrima Renanda Afina.D       
Loading...

Tinggalkan Balasan