PANDANGAN LIBERALISME KLASIK

EKONOMI POLITIK PANDANGAN LIBERALISME KLASIK

Loading...

Ekonomi Politik Pandangan Liberalisme Klasik – Liberalisme klasik terbentuk karena pembantahan dari paham kapitalisme. Kedua paham ini kemunculannya hampir bersamaan secara bertahap. Akar dari terbentuknya paham liberalisme klasik ini berlangsung sepanjang abad ke 14. Yaitu sejak gerakan pencerahan orang Italia yang meninggalkan pemikiran-pemikiran zaman terdahulu dengan pemikiran-pemikiran baru yang mengubah pemikiran intelektual, revolusi pada bidang keilmuan dan perubahan orang Kristen Protestan.

Pandangan Liberalisme Klasik berorientasi pada pilihan individu sebagai faktor utama akibat dari kehidupan sosial. Liberalisme klasik idealnya untuk pola kesenjangan ekonomi. Faktanya, sejarah pembangunan liberalisme klasik sejajar dengan anggapan sejarah ekonomi, yang dimulai dengan ekonomi politik klasik diteruskan dengan cabang ekonomi neo-klasik orang Austria.

Pada gilirannya popularitas pemikiran neo-klasik ini masih mewarnai sifat pemikiran ekonomi di jaman sekarang, termasuk ekonomi neo-austria, teori pilihan masyarakat, ekonomi neo klasik. Dalam konteks hukum dan ekonomi sering ada istilah “liberalisme” yang dibuat untuk menunjukkan kebangkitan liberalisme klasik.

Tokoh – tokoh Pandangan Liberalisme klasik

Thomas Hobbes (1588 – 1679)

Thomas Hobbes memiliki warisan teori yang dikenal dengan Hobbesian. Nah itu memilki dampak yang besar pada paham liberalisme klasik. Dengan individu yang terisolasi di alam. Hobbes menggambarkan masyarakat dan pemerintah sebagai makhluk kedua setelah alam. Politik menurutnya hanya diperlukan sebagai mempertahankan tatanan sosial. Hobbes menolak konsep dari Aristoteles yang menyebutkan bahwa aktivitas politik sebagai tempat untuk perkembangan manusia yang diperoleh dengan turut andil dalam kehidupan politik.

John Locke (1632 – 1704)

John Locke ini juga merupakan pengikut dari paham Hobbesian. Pada tulisannya, Locke menunjukkan komitmen ganda dari para pembuat pencerahan (reinanse), keterangan tentang asal – usul kebebasan hak milik dan kesetaraan seperti dukungan dari kekayaan yang tidak terbatas, meskipun demikian Locke menerapkan dua “provisosí” sebagai dasar pembenaran mengakuisisi harta peninggalan harus digunakan tanpa korupsi atau pemborosan.

Beberapa klaim untuk harta hanya berlaku apabila “tepat” tetap ada. Hal yang bias terjadi pada orang lain, namun untuk mengumpulkan batasan-batasan ini, Locke berusaha untuk menyingkirkan mereka (orang-orang yang mengganggu teorinya). Dia berpendapat bahwa orang bisa melakukannya jika mereka menggunakannya, mengumpulkan kekayaan tanpa korupsi dan setelah setiap tanah berharga runtuh atau terjual, pembatasan tersebut menjadi non-pragmatis tetap.

Prinsip dari liberalisme klasik

Pengertian mendasar pada liberalisme klasik pada dasarnya memiliki perbedaan nyata dengan beberapa dari aturan yang kontroversi di dalam ekonomi politik

  1. Naluri manusia. Di mana naluri manusia memiliki ketertarikan pada sesuatu dan mempunyai peran serta kapasitas untuk memenuhi keinginan dengan cara yang paling efisien, seperti kepuasan pemenuhan kebutuhan dan keinginan yang di idam-idamkan.
  2. Sosial. Sosial adalah persetujuan pribadi dan tidak ada target atau tujuan dari pribadinya sendiri. Masyarakat yang baik memungkinkan pribadi/individu tersebut untuk mengejar kepentingan pribadi mereka melalui perdagangan tanpa senjata. Setiap manusia pasti memiliki jiwa sosial dan ingin berinteraksi dengan sesama dengan motif sosial.
  3. Moralitas. Tidak ada metode pendekatan secara objektif untuk menyaring yang nilai superior kepada yang lain dan individu dapat bebas menentukan mana yang benar dan yang salah dari selera pribadi mereka. Hanya nilai sosial yang melindungi kebebasan dari melaksanakan kebebasan pribadi.
  4. Kebebasan. Kebebasan adalah kedaulatan yang diberikan oleh pemerintah atau dari orang lain.
  5. Hukum. Hukum seharusnya melindung hak seseorang sejak lahir.
  6. Efisiensi. Efisiensi adalah situasi di mana tidak seseorang pun membuat lebih baik tanpa membuat orang lain rugi. Dengan kata lain, pencarian dialokasikan untuk seorang yang berkeinginan dan mampu untuk membayarnya.

Pandangan Liberalisme klasik saat ini

Ekonomi Neo-Austria

Neo-Austria berkomitmen untuk melakukan pasar bebas. Mereka menolak asumsi neo-klasik yang berasumsi bahwa setiap proses penentuan kebutuhan, atau pilihan tindakan ekonomi seseorang penuh dengan informasi yang sempurna. Kenyataannya, menurut Neo-Austria, campur tangan pemerintah akan selalu menjadi detrimental (pengganggu) dalam ekonomi itu sendiri, karena pemerintah akan cenderung condong ke kelompok interest yang spesial dari pada ke publik secara keseluruhan.

Teori pilihan masyarakat.

Teori pilihan masyarakat masih berdasar pada liberalisme klasik dalam pasar bebas, tapi mereka lebih fokus pada politik demokrasi yang membuat sebuah tempat yang di mana seseorang atau kelompok dapat keuntungan ekonomi karena pembayar pajak. Karena seseorang dapat memperkirakan interes mereka dari fasilitas yang tersedia.

Ekonomi Neo-Klasik

Ekonomi Neo-Klasik berfokus pada aturan dari ekspektasi dalam keefektifan pilihan seseorang. Ekspektasi yang rasional, seperti halnya masyarakat membuat pilihan dari memberi hingga banyak antisipasi dari dampak aturan pemerintah.

Demikianlah bahasan kami tentang pandangan ekonomi politik liberalisme klasik dan beberapa poin perkembangan dari pandangan klasik tersebut. Semoga bermanfaat. Salam belajar menyenangkan (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan