sistematika penulisan artikel jurnal ilmiah

Sistematika Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah

Loading...

Sistematika Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah – Kini, publikasi jurnal ilmiah tampaknya sudah menjadi sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap akademisi. Baik yang dididik ataupun yang mendidik. Tak heran jika kemudian banyak yang mulai merasa kebingungan hendak menulis jurnal apa.

Padahal, jurnal sendiri bisa dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, misalnya seperti penilaian kinerja dan juga kenaikan pangkat. Dan biasanya nih, setiap jurnal mempunyai kaidah-kaidah dan gaya yang berbeda-beda, lengkap dengan aturannya yang juga berbeda-beda. Hal ini bisa kamu sesuaikan dengan porsi yang akan kamu terbitkan, ataupun ke mana kamu hendak menerbitkan jurnal tersebut.

Maka, ramainya kesulitan yang dialami ini kemudian membuat saya merasa perlu untuk membagikan sedikit ilmu terkait penulisan ataupun cara dan prosedur dalam menulis jurnal yang baik dan benar. So, secara garis besar, kamu harus mengetahui terlebih dahulu terkait dengan susuan jurnal yang baik dan benar. Susunannya meliputi judul jurnal, abstrak, pendahuluan, bahan dan metode, hasil, pembahasan, kesimpulan, dan daftar pustaka.

Sebelum kita bahas lebih lanjut mengenai struktur atau sistematika penulisan artikel jurnal karya ilmiah, kita kenalan dulu dengan apa sih sebenarnya jurnal itu. Juga penting untuk mengetahui focus and scope jurnal yang akan kita tuju.

Jangan sampai nih, sudah bingung hendak membuat jurnal apa, sibuk menentukan metodenya, eh taunya kamu malah belum tahu pengertian jurnalnya sendiri. Hal ini tentu akan membuat repot ya.

Pengertian Jurnal

Berdasarkan Wikipedia, jurnal merupakan publikasi periodik yang berbentuk artikel yang dipublish secara berkala, dan biasanya, akan mengikuti interval waktu tertentu, misalnya adalah setiap empat bulan sekali (kuartal), 6 bulan sekali (bianual), atau malah setahun sekali. Jurnal terdiri dari beberapa jenis ya, ada scholarly jurnals, popular journals, dan trade journals.

Jika kamu pernah membaca jurnal dan memperhatikannya dengan seksama, maka kamu akan menemukan, bahwasanya, jurnal memiliki cakupan yang cukup luas, tetapi sangat padat, yakni hanya ada beberapa halaman saja. Dengan halaman yang singkat tersebut, seluruh sistematikanya sudah ada di dalamnya. Dan di dalam jurnal tersebut selalu ada pengetahuan baru di tiap kalimatnya. Tidak bertele-tele.

Adapun tujuan dibuatnya jurnal ini ialah untuk terus mengembangkan penelitian yang sudah ditulis, sehingga bisa dijadikan sebagai acuan bagi peneliti lainnya yang kebetulan sedang membahas hal yang sama. Pada umumnya, di setiap jurnal, akan ada referensi yang digunakan oleh peneliti. Dan menariknya lagi, ternyata nih, jurnal nggak sebatas kajian laporan penelitian, tapi bisa juga review literature loh.

Bidang dan Cakupan Jurnal Ilmiah

Bidang dan Cakupan Jurnal Ilmiah atau Focus And Scope Jurnal Ilmiah adalah bidang cakupan atau bidang kajian ilmu yang diterbitkan oleh sebuah jurnal. Biasanya setiap jurnal sudah menyediakan keterangan focus and scope apa yang diterbitkan dalam setiap laman jurnal ilmiahnya.

Nah, kalau kamu ingin mensubmit artikel di laman jurnal ilmiah ini maka kamu harus memperhatikan focus and scope yang diminta. Bila tidak sesuai maka kemungkinan besar draf artikel atau manuskrip kamu bakalan langsung ditolak oleh editor.

Sistematika Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah

Oke, setelah mengetahui pengertian jurnal, tujuan, dan jenisnya, maka kini saatnya kamu untuk mengetahui dengan mendalam seputar sistematika penulisan artikel ilmiah yang ada pada jurnal. Dengan mengetahui sistematika penulisan jurnal tentu akan membuat proses penulisan jurnal yang kamu lakukan jauh lebih mudah ya.

Yang pertama yang harus kamu perhatikan adalah petunjuk penulisan yang sudah disediakan oleh tim editor. Biasanya ada di bagian author guideline. Setelah mempelajarinya maka penting untuk mengunduh template artikel jurnal tersebut.

Sistematika penulisan artikel jurnal ilmiah selain disampaikan dalam petunjuk penulisan, maka aplikasi dari sistematika itu adalah di template. Jadi kamu jangan sekali-kali mengubah format template yang sudah diberikan. Cukup dengan mengganti isinya dengan isi artikel atau manuskrip kamu.

Secara umum format penulisan artikel jurnal ilmiah terdiri dari: Judul, Abstrak, Metode, Hasil dan Pembahasan, Simpulan, dan Daftar Pustaka. So, yuk simak penjelasan sistematika penulisan jurnal ilmiah berikut ini.

Judul Artikel

Sistematika penulisan jurnal yang pertama adalah judul. Jadi, yang namanya jurnal harus mempunyai judul ya. Dan usahakan untuk menetapkan judul jurnal terbaik, yakni jelas, padat, dan tidak bertele-tele. Karena harapannya, hanya dengan membaca judul saja, para pembaca sudah bisa mengetahui apa sih inti dari jurnal yang kamu buat, sehingga akan sangat membantu pembaca.

Ketika menetapkan judul, maka jangan pernah memberikan judul dengan kata yang memiliki makna ganda ya. Dan akan lebih bagus jika kamu bisa membuat judul yang nggak lebih nih dari dua belas kata, hal ini jika jurnal kamu berbahasa Indonesia, sementara jika jurnal kamu bahasa Inggris, maka usahakan untuk membuat judul hanya sepuluh kata ya.

Penulisannya sama seperti penulisan judul pada umumnya ya, yakni dengan menggunakan huruf besar, letakkan di tengah bagian paling atas, dan jangan lupa untuk dibold atau ditebalkan. Tapi sekali lagi harus sesuai tempale ya.

Gambar Contoh Download Template Draf Artikel Ilmiah
Gambar Contoh Download Template Draf Artikel Ilmiah

Nama Penulis dan Insititusi Afiliasi

Susunan selanjutnya ialah nama kamu, kemudian nama pembimbing pertama dan kedua, bila itu hasil skripsi ya. Bila itu adalah kolaborasi dengan teman-teman kamu maka tentukan yang berkontribusi yang paling besar di urutan pertama. Semuanya dituliskan tanpa menggunakan tambahan gelar akademik ya. Dan akan lebih sempurna jika kamu bisa memasukkan instansi kamu, seperti jurusan, fakultas, hingga universitas. Dan juga alamat dan alamat email.

Nah, sekali lagi saya ingatkan untuk selalu mengikuti template yang telah disediakan. Bila templatenya adalah nama institusi saja tanpa harus ada nama jurusan maka ikutilah. Jadi jangan sekali-kali keluar dari template artikel jurnal ilmiah yang telah disediakan.

Abstrak

Susunan penulisan jurnal selanjutnya ialah abstrak. Jika kita perhatikan, maka abstrak sangat berbeda ya dengan ringkasan yang biasa kita lakukan. Jadi, abstrak ini mempunyai tujuan untuk menjelaskan secara sederhana terkait beberapa hal, sehingga hanya dengan membaca abstraknya saja para pembaca sudah bisa memahami isi dari jurnal yang kamu buat. Jumlah kata yang ada pada abstrak pada umumnya hanya 250 kata ya, dan di dalamnya sudah ada tujuan kamu meneliti, metode yang kamu gunakan, hingga hasil lengkap dengan kesimpulannya.

Ketika membuat abstrak, kamu tidak boleh menyingkat-nyingkat penulisan, tidak juga menggunakan sitasi atau catatan kaki. Nah, sebenarnya teknis penulisan abstrak ini terakhir ya, di mana kamu sudah selesai menyelesaikan penelitian. Agar menulis abstrak terasa mudah, maka kamu bisa mengutip poin penting dari jurnal yang kamu buat, kemudian menggambarkannya ke dalam deskripsi yang sederhana.

Bila jurnal yang akan kamu tuju menghendaki abstrak ditulis dalam dua bahasa maka ikutilah. Ikuti sesuai dengan template yang telah disediakan oleh tim redaksi.

Halaman Selanjutnya………

Loading...
Pages ( 1 of 2 ): 1 2Lanjut ยป

One comment

Tinggalkan Balasan