Teori Hadis Harald Motzki

Teori Hadis Harald Motzki

Loading...

Teori Hadis Harald Motzki – Salah satu kajian hadis yang sangat digemari oleh para mahasiswa adalah kajian orientalis. Kita tahu pasti dong, bahwa hadis merupakan sumber utama dalam Islam. Di mana, segala sesuatu yang kita lakukan sebagai muslim memang harus dilandaskan dengan Alquran dan juga al-Sunnah atau hadits.

Umat muslim mempercayai dengan keimamannya, bahwa hadis adalah segala sesuatu yang bersumber dari Rasulullah. Mulai dari perkataan, perbuatan, hingga ketetapannya. Dan sebagai muslim, kita dituntut untuk beriman dan taat terhadap apa pun yang diajarkan oleh Rasulullah. Karena bagaimanapun, apa pun yang diajarkan oleh beliau sama sekali tidak berdasarkan keinginan dan hawa nafsunya, melainkan wahyu yang diwahyukan kepadanya.

Siapa sangka, jika ternyata, iman, atau rasa percaya yang kita miliki membuat bermunculan orang-orang yang merasa, bahwa rasanya sangat tidak mungkin bahwa hadis yang kita amalkan ini benar-benar berasal dari Rasulullah. Sehingga, mulai bermunculanlah tokoh-tokoh yang tertarik untuk mengkaji sesuatu yang berbau Timur, khususnya hadis.

Mereka tertarik dengan sistematika yang ada pada hadis, dan mereka beranggapan bahwa rasanya sangatlah tidak mungkin jika kemurnian hadis sama seperti Al-Quran. Yap, mereka sepenuhnya percaya ya, bahwa al-Quran itu otentik, namun tidak memercayai hadis, sehingga mereka mencoba untuk mencari berbagai cara agar bisa menunjukkan, bahwa hadis itu tidak benar-benar berasal dari Rasulullah.

Ya pada akhirnya ada beberapa hasil penelitian yang menemukan, bahwa ternyata hadis sampai kepada Rasulullah, dan benar-benar otentik. Akan tetapi, mereka lebih memilih untuk tidak percaya dan menutup hatinya untuk tidak beriman. Padahal, mereka mengetahui kebenarannya. Kemudian, mereka terus mencari celah agar pengikut Islam tidak bertambah, meskipun pada akhirnya keinginan mereka tersebut mulai tidak berhasil, atau bahkan melenceng dari harapan yang diinginkan.

Dan hal inilah yang kemudian memunculkan banyak sekali para tokoh orientalis berikutnya yang juga penasaran ingin mengkaji hadis. Nah salah satunya adalah Harald Motzki. Harald Motzki ini adalah salah satu tokoh orientalis yang tidak sepenuhnya membenarkan hadis dan tidak sepenuhnya menyalahkan hadis. Karena berdasarkan penelitiannya, dia menemukan bahwa ternyata hadits benar-benar dari Rasulullah, sanadnya jelas dan terjaga keotentikannya.

Ketika melakukan penelitian, dia mengambil sampel hadis yang ada di kitab Mushannaf ‘Abd Razzaq. So, jika kamu ingin meneliti hadis ala orientalis, maka kamu bisa banget meneliti hadis tersebut dengan menggunakan teori hadis Harald Motzki, namanya adalah teori isnad cum matn. Sebelum kita membahas seputar teorinya dan sistem kerjanya, kita kenalan sekilas dulu dengan beliau ya.

Biografi Harald Motzki

Harald Motzki dilahirkan di Berlin, Jerman Barat yang bertepatan pada tahun 1948. Ia terlahir dari keluarga yang mempunyai basic agama yang cukup kuat, ataupun agamis dengan kepercayaan Katholik. Harald Motzki menguasai berbagai disiplin ilmu, mulai dari studi kitab Injil, studi Islam, bahasa semit, hadis, sejarah Eropa, dan yang lainnya. Nah mulai dari tahun 1968 hingga 1978 ia mulai mempunyai ketertarikan yang sangat tinggi terhadap kajian-kajian yang terkait dengan ilmu klasik loh. Dan di tahun 1974 nya, beliau berhasil menyelesaikan pendidikan magister dan juga doktoralnya dengan penelitian  di bidang kajian hadis, sejarah, bahasa Arab, dan juga sosiologi modern.

Berkat kecerdasan dan juga penelitian-penelitiannya yang luar biasa, tak heran jika kemudian di tahun 1980-an ia mendapatkan award. Dan award ini merupakan hadiah dari disertasinya yang luar biasa. Award ini diberikan oleh Departemen Ilmu dan Kebudayaan Republik Jerman. Judul penelitiannya adalah Aimma und Egalite. Luar biasa ya. Dan dalam proses menyelesaikannya, dia dibimbing oleh seorang profesor dari Universitas Bonn yang bernama Albrecht North.

Beliau mempunyai banyak sekali karya-karya yang luar biasa, dan bisa kamu nikmati. Mulai dari buku, artikel, jurnal, dan lain sebagainya. Karya-karya yang dihasilkan oleh beliau membahas seputar kajian yang ketimuran, dengan titik fokus di bagian hadis, dan isinya adalah kajian-kajian kritik sejarah. Dan salah satu karya yang menjadi masterpeace beliau adalah The Origins Of Islamic Jurisprudence yang diselesaikannya selama enam tahun. Dan kini, buku berbahasa Jerman tersebut sudah bisa kamu nikmati versi Bahasa Inggrisnya yang telah diterjemahkan oleh Marion H. Katz.

Metode Penelitian Isnad Cum Matn

Teori hadis Harald Motzki ini utamanya adalah metode isnad cum matn. Metode penelitian hadis isnad cum matn, yang merupakan teori beliau yang sebenarnya, jika kita perhatikan dengan sangat saksama, maka metode yang dicetuskan oleh Harald Motzki tidak begitu jauh dengan metode penelitian hadis yang telah dibuat oleh para ulama hadits kita. Bahkan metodenya tersebut bisa dikatakan nyaris sama persis. Dan yang membedakannya hanyalah pada aspek adanya common link di teori milik beliau.

Teori hadis Harald Motzki

So, jika kamu mempunyai ketertarikan untuk mengkaji hadis dengan menggunakan teori hadis isnad cum matn Harald Motzki, maka ada baiknya jika kamu mengetahui dulu, bahwasanya, para sarjana barat ataupun para orientalis ketika mengkaji hadis mereka akan dibagi menjadi 4 kelompok, yang pertama adalah sarjana yang ada di awal-awal dan terkenal dengan sikap revisionisnya.

Dan yang kedua adalah kelompok yang mengkritik sikap skeptis sarjana barat, yang ketiga adalah penengah, sementara yang terakhir adalah yang tidak skeptis sama sekali. Nah, jika kita melihat 4 pembagian tersebut, maka posisi Harald Hotzki adalah di point yang ketiga, yaitu sebagai penengah. Karena memang dia tidak sepenuhnya setuju dengan hadis dan sama sekali tidak menolaknya.

Cara meneliti hadis dengan teori isnad cum matn berikut ini saya ambil dari buku karya Ali Masrur ya. Di mana, buku tersebut adalah hasil penelitian tesis beliau.  Berikut cara meneliti hadis dengan teori isnad cum matn.

Pertama, tentukan terlebih dulu hadis yang akan kamu teliti. Kalau bisa, cari hadis yang tampaknya memang memiliki jalur ringkas ya. Jika sudah menemukan hadisnya, kamu bisa melakukan takhrij ataupun mengeluarkan semua hadis yang sama. Kamu bisa menggunakan maktabah syamila. Dan dalam hal ini, kamu harus menentukan dulu kata kunci yang akan kamu gunakan ketike mentakhrij hadis tersebut.

Langkah selanjutnya adalah dengan membuat jalur riwayat sesuai dengan jalurnya masing-masing. Nah kemudian, silakan menentukan common link di masing-masing riwayat. Jika sudah menemukan common linknya, kamu bisa menggabungkan seluruh jalur isnad yang ada menjadi 1 buah bundelan yang kompleks. Di mana, nanti kamu akan menemukan siapa perawi tertua dan kamu akan menemukan riwayat mana yang lebih kuat.

Jadi, inti dari penelitian isnad cum matn ini adalah penanggalan ya. So, dengan meneliti hadis menggunakan metode ini, maka kamu bisa melakukan perbandingan, kira-kira hadis mana yang lebih tua, dan pada tahun berapa ia mulai tersebar. Kelihatannya memang agak sulit ya, namun, ketika kamu sudah mulai terjun dan mengerjakannya, maka kamu hanya akan menemukan kemudahan kok. Intinya, banyakin aja membaca seputar kajian teori ini.

Demikian bahasan kami tentang teori hadis isnad cum matn Harald Hotzki. Semoga bermanfaat ya, salam belajar menyenangkan bersama maglearning.id.

Loading...

Tinggalkan Balasan