Bapak Ahli Hadis Indonesia

Biografi Singkat Ali Mustafa Yaqub, Ahli Hadis Indonesia

Loading...

Biografi Singkat Ali Mustafa Yaqub, Ahli Hadis Indonesia – Indonesia merupakan sebuah negara yang mempunyai penduduk muslim terbesar sedunia. Hal ini tentu menjadikan kita harus bangga terhadap keadaan Indonesia, di mana di negara ini ada banyak sekali tokoh-tokoh hebat, tokoh-tokoh yang berani berjuang membela negara dan agamanya. Dan di awal abad ke-17 Masehi, dunia kajian Islam di Indonesia mempunyai sejarah yang cukup penting, karena di awal abad tersebut terjadi perkembangan yang sangat luar biasa dalam bidang kajian hadis se Indonesia.

Hal ini karena kita dapat melihat sendiri bahwa di awal abad ke-17 ada berbagai kitab hadits yang luar biasa bermunculan, misalnya adalah karya Nuruddin Ar raniri yang berjudul Hidayatul habib, tak hanya itu saja ada juga Al-tarmasi, Al-fansuri, Abdurrauf Al-singkili, dan lain sebagainya. Tokoh-tokoh tersebut adalah ulama ulama ahli hadis di Indonesia yang hidup di abad ke-17.

Hanya saja, karya-karya ulama tersebut hanya berorientasi kepada praktik-praktik beragama dan yang paling sering dibahas adalah bagian fiqih dan akhlak. Saat itu, belum ada kajian yang memang khusus membahas tentang keautentikan hadis, sehingga hal ini memperlihatkan kepada kita bahwa kajian hadits lengkap dengan seluk-beluknya belum mendapatkan perhatian yang cukup besar. Tentu saja hal ini dapat mengindikasikan bahwa pemahaman ulama-ulama masih terbilang cukup kurang dalam masalah hadis ya mungkin, karena saat itu keautentikan hadis masih belum terlalu dianggap penting ataupun belum begitu dibutuhkan.

Hal ini mungkin karena memang kebutuhan masyarakat di zaman itu hanya berputar sekitar akidah dan akhlak, sehingga pembahasan tentang ruang lingkup akhlak akidah dan praktik beragama jauh lebih penting daripada membahas kajian-kajian tentang keautentikan hadis secara mendalam. Pada abad 21, di situlah terjadi sebuah perkembangan yang juga luar biasa, karena di abad 21 kajian hadis mulai terus berkembang kemudian mengalami kemajuan-kemajuan yang cukup signifikan. Hal ini karena sudah mulai banyak sekali ulama-ulama yang sengaja dan merasa penting memberikan perhatian yang sangat besar terhadap ilmu dirayah.

Salah satu tokoh yang merasa bahwa ilmu di ranah ini meski disebarkan adalah Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA, ulama ahli hadis Indonesia. Ali Mustafa Yaqub lahir dari kedua orang tua yang mengabadikan kehidupannya untuk umat, yakni dengan cara menjadi mubaligh yang cukup terkemuka di masa mereka. Ibu Ali Mustafa Yaqub membantu dengan hati yang tulus segala perjuangan ayahnya tatkala menyampaikan kebenaran-kebenaran dalam Islam.

Ali Mustafa Yaqub tumbuh seperti anak-anak lainnya, yang setelah belajar ia akan bermain bersama teman-temannya, dan kemudian menggembala di lereng-lereng. Dengan bekal pemahaman agama yang mumpuni, ayah dan kakeknya mendirikan sebuah ponsel pesantren yang santrinya merupakan masyarakat sekitar. Setamat dari SMP, Ali sangat ingin untuk melanjutkan pendidikannya ke pendidikan umum, hanya saja ayahnya sudah mempunyai keinginan tersendiri untuk Ali Mustafa Yaqub, sehingga ayahnya lebih memilih Ali Mustofa Yakub untuk belajar ke pesantren agar bisa mendapatkan ilmu agama yang cukup baik.

Dan saat itu Ali Mustafa Yaqub diantar ayahnya ke pesantren Seblak Jombang (Tebuireng). Pada tahun 1972, Ali Mustafa Yaqub kemudian melanjutkan pendidikannya ke Universitas Wahid Hasyim Ashari Jombang, beliau mengambil konsentrasi pendidikan di bidang bank syariah. Ketika menjadi seorang santri di Jombang Ali Mustafa mempelajari berbagai hal, mulai dari kitab kuning, bahasa Arab, tafsir, hadits dan lain sebagainya.

Di sana beliau juga banyak sekali menghafal kitab kuning. Dengan kemampuan luar biasa, ia mendapat  amanah untuk mengampu pelajaran bahasa Arab dan juga kitab kuning di almamaternya. Hingga tahun 1976, namun ternyata Ali Mustofa merasa belum puas, ia memilih untuk melanjutkan program Lc nya di Universitas Islam Imam Muhammad Ibnu Saud, di Fakultas Syariah dan lulus pada tahun 1980.

Seiring berjalannya waktu, beliau kemudian menjadi salah satu ahli hadis Indonesia, bahkan ada yang menyebut sebagai Bapak hadis Indonesia. Hingga akhirnya, beliau diwafatkan Allah saat usianya 64 tahun. Semoga Allah memberikan tempat terindah bagi beliau (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan