Meneladani Sifat Sifat Mulia dari Rasul Allah

PAI SMP Kelas 8 Meneladani Sifat Sifat Mulia dari Rasul Allah

Loading...

Assalamualaikum w. w. kita berjumpa lagi dalam modul PAI SMP Kelas 8 Meneladani Sifat Sifat Mulia dari Rasul Allah. Kali ini kita akan belajar bagaimana meneladani sifat-sifat mulia dari para Rasul Allah. Jumlah Rasul Allah yang wajib kita ketahui ada 25 ya.

Modul belajar dari rumah ini hanya pelengkap saja dari buku paket Anda. Jadi silakan baca juga buku paket PAI yang telah diberikan oleh guru Anda. Setelah membaca buku dan modul BDR ini, silakan coba untuk menjawab soal-soal yang telah kami sediakan di bagian akhir modul PAI untuk SMP kelas 8 ini ya.

BERIMAN KEPADA ROSUL ALLAH

Rasul adalah orang yang mendapat wahyu dengan membawa syari’at yang baru, sedangkan nabi adalah orang yang diutus dengan membawa syari’at rasul yang datang sebelumnya. Para rasul adalah manusia, mereka tidak memiliki sedikit pun sifat rububiyyah (mencipta, mengatur dan menguasai alam semesta), mereka tidak mengetahui yang ghaib, dan tidak mampu mendatangkan manfaat atau pun menolak madharrat (bahaya), Allah Ta’ala menyuruh Nabi-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam –di mana Beliau adalah pemimpin para rasul dan rasul yang paling tinggi kedudukannya- untuk mengatakan:


Katakanlah, “Aku tidak berkuasa menarik kemanfa’atan bagi diriku dan tidak pula menolak kemadharratan kecuali yang diikehendaki Allah. Sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku banyak memperoleh kemanfa’atan dan sedikit pun aku tidak ditimpa kemadharratan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” (Terj. Al A’raaf : 188)


Di antara sebab yang  menghalangi orang-orang kafir beriman kepada Nabi Muhammad hallallahu ‘alaihi wa sallam adalah karena Beliau manusia, mereka mengatakan “Mengapa Allah mengutus rasul dari kalangan manusia?’, Kalau seandainya mereka mau berpikir tentu mereka akan mengetahui bahwa di antara hikmah Allah mengutus rasul dari kalangan manusia adalah agar dapat diteladani, ditiru dan diikuti perbuatannya. Karena kalau dari kalangan malaikat bagaimana dapat diikuti, bukankah malaikat itu tidak makan dan tidak minum, juga tidak menikah dsb.


Termasuk ke dalam beriman kepada rasul-rasul Allah adalah:

  1. Beriman bahwa risalah mereka benar-benar dari sisi Allah. Oleh karena itu siapa saja yang ingkar kepada salah seorang rasul, maka sama saja telah ingkar kepada semua rasul.
  2.  Mengimani rasul yang telah diberitahukan kepada kita namanya, sedangkan yang tidak diberitahukan namanya, maka kita imani secara ijmal (garis besar).
  3. Membenarkan berita mereka yang shahih.
  4. Mengamalkan syari’at rasul yang diutus kepada kita. Rasul yang diutus kepada kita sekarang adalah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau adalah penutup para rasul, tidak ada lagi nabi setelahnya.

NAMA NAMA 25 ROSUL ALLAH

Berikut ini adalah nama-nama 25 Rosul Allah yang wajib diketahui oleh umat Islam.

  1. Nabi Adam AS
  2. Nabi Idris AS  
  3. Nabi Nuh AS
  4. Nabi Hud AS
  5. Nabi Soleh AS
  6. Nabi Ibrahim AS
  7. Nabi Luth AS
  8. Nabi Ismail AS
  9. Nabi Ishak AS
  10. Nabi Yakub AS  
  11. Nabi Yusuf AS
  12. Nabi Ayub AS
  13. Nabi Syuaib AS
  14. Nabi Musa AS
  15. Nabi Harun AS
  16. Nabi Zulkifli AS
  17. Nabi Daud AS
  18. Nabi Sulaiman AS
  19. Nabi Ilyas AS
  20. Nabi Ilyasa AS
  21. Nabi Yunus AS
  22. Nabi Zakaria AS
  23. Nabi Yahya AS
  24. Nabi Isa AS
  25. Nabi Muhammad SAW

MENELADANI SIFAT SIFAT MULIA DARI RASUL ALLAH

Nabi dan Rasul mempunyai sifat-sifat mulia yang disebut sebagai sifat wajib. Adapun sifat wajib ini merupakan sifat mulia yang dikaruniakan oleh Allah SWT melekat kepada para Nabi dan Rasul agar dapat diteladani oleh umat manusia.

Berbagai sifat tersebut mencerminkan bahwa Nabi dan Rasul merupakan manusia pilihan Allah SWT yang maksum yakni terjaga untuk selalu melakukan hal yang baik dan senantiasa terhindar dari hal yang tidak baik. Apa sajakah sifat wajib Rasul yang nyata?

Sifat Wajib Rasul yang Wajib Diyakini

Berusaha mencontoh perilaku Rasul dalam kehidupan sehari-hari adalah salah satu bentuk keimanan kita, lho. Selain itu, kita juga bisa senantiasa berada di jalan kebenaran yang menuntun kita atas ridho Allah. Ada empat macam sifat wajib Rasul Allah, antara lain :

Loading...

Shiddiq (Jujur)

Setiap rasul pasti jujur dalam ucapan dan perbuatannya. Segala sesuatu yang telah disampaikan kepada manusia, baik berupa wahyu ataupun kabar harus sesuai dengan apa yang telah diterima dari Allah tidak boleh ada satu pun yang dilebihkan atau dikurangkan.

Dalam arti lain apa yang disampaikan kepada manusia pasti benar adanya. Allah SWT berfirman dalam Alquran, artinya:

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah,” (QS. al-Hasyr:7)

Amanah (Dipercaya)

Pada dasarnya, amanah berarti bisa dipercaya baik lahir atau batin. Sedangkan yang dimaksud dalam hal ini, bahwa setiap rasul adalah dapat dipercaya dalam setiap ucapan dan perbuatannya. Terdapat dalam surat asy-Syuara’ yang artinya:

“Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,” (QS. asy-syuara’:143)

Tabligh (Menyampaikan)

Loading...

Telah menjadi kewajiban para rasul untuk menyampaikan kepada manusia hal yang diterima dari Allah berupa wahyu yang menyangkut di dalamnya hukum-hukum agama. Disampaikan juga dalam firman Allah, yang artinya:

“...(yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan,” (QS. al-Ahzab: 39).

Fathonah (Cerdas)

Dalam menyampaikan risalah Allah, pastinya dibutuhkan kemampuan, diplomasi, dan strategi khusus agar wahyu yang tersimpan di dalam hukum-hukum Allah dan risalah yang disampaikan bisa diterima dengan baik oleh umat manusia.

Hal seperti ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang cerdas seluruhnya. Allah sudah berfirman, yang artinya:

Dan itulah hujah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya.” (QS. al-An’am, 83).

Mengenai hal ini terkait cerdasnya Nabi Ibrahim saat meruntuhkan berhala-berhala milik sang ayah yang musyrik. Itulah sifat wajib Rasul yang perlu menjadi teladan turun menurun agar selalu mengalir kebaikan di kehidupan kita. Tak ada yang lebih berharga dari hidup yang selalu mendapat ridho Allah SWT, bukan?

Halaman Selanjutnya ………

Loading...
Pages ( 1 of 3 ): 1 23Lanjut »

Tinggalkan Balasan