SEJARAH BRAND DAN BRANDING

SEJARAH BRAND DAN BRANDING

Loading...

Sejarah Brand dan Branding – Kata “brand” berasal dari bahasa Nordik Kuno yaitu kata “brandr” yang dalam bahasa inggris berarti “to burn” yang mengacu pada pengidentifikasian ternak. Brandr sudah digunakan sejak 4000 tahun lalu di Lembah Indus dan mengacu pada praktik pencitraan merek ternak.

Pada waktu itu, pemilik ternak menggunakan “cap” khusus untuk menandai ternak miliknya dan membedakannya dari ternak milik orang lain. Melalui cap seperti ini, konsumen menjadi lebih mudah mengidentifikasi ternak-ternak berkualitas yang ditawarkan oleh para peternak bereputasi bagus.

Pencitraan merek (brandr) ini telah berkembang selama berabad-abad, dari peternak yang mengklaim properti mereka, kemudian pengrajin yang mengklaim kualitas pekerjaan mereka, lalu pabrik yang mengklaim produk mereka, hingga perusahaan yang mengklaim produk mereka lebih baik daripada yang lain.

Sejumlah bukti histories tentang sejarah brand dan branding mengungkap bahwa merek dalam bentuk tanda identitas (identity marks) telah digunakan sejak ribuan tahun lalu. Sebagai contoh, tulisan dan gambar di dinding-dinding kuburan Mesir Kuno menunjukkan bahwa ternak pada zaman itu telah diberi “brand” (merek/tanda) sejak tahun 2000 SM.

Di zaman Romawi kuno, Toko-Toko memakai gambar-gambar (seperti sepatu, sapi atau daging) untuk mengidentifikasi produknya. Contoh-contoh lainnya meliputi tanda identitas pada porselen dan guci kuno Tiongkok serta guci Yunani dan Romawi kuno.

Jadi brand atau merek sudah ada sejak lama. Brand digunakan berabad-abad yang lalu sebagai pengenal kepemilikan, mulai dari pencitraan merek kuda hingga budak. Kemunculan brand di dunia komersial kemungkinan besar dimulai pada akhir abad ke-19 setelah Revolusi Industri.

Banyak merek terkenal saat ini – seperti Ford, P&G (Procter & Gamble), dan merek elektronik rumah tangga Belanda, Philips memulai kehadirannya sebagai bisnis milik keluarga. Philips, misalnya, dimulai di Belanda pada tahun 1891 sebagai bisnis pencahayaan sebelum berkembang menjadi produsen peralatan elektronik dan medis multinasional.

Ada juga gelombang pelopor sosial di abad ke-19 yang memperkenalkan nilai-nilai sosial ke dalam bisnis dan mendirikan brand seperti Cadbury’s, Rowntree, perusahaan keuangan Friends Provident, dan bank yang sekarang bernama LloydsTSB. Tampaknya beberapa brand saat ini tetap menjadi milik keluarga meskipun warisan merek masih menjadi bagian inti dari ceritanya.

Sejarah Awal Brand dan Branding

Fakta sejarah di atas mungkin terkesan lebih dominan brand sebagai logo ketimbang sebagai identitas sebuah perusahaan atau apa pun yang diwakili oleh brand itu. Walaupun sejatinya konsep branding juga muncul bersamaan dengan munculnya brand.

Konsep manajemen brand dan sistem pemasaran muncul sekitar tahun 1920-an dan 1930-an dengan perusahaan seperti General Motors dan Ford yang menciptakan mobil untuk pasar massal yang berkembang. Perusahaan barang konsumen, P&G adalah pemimpin dalam meneliti preferensi audiens untuk brandnya yang sedang berkembang.

Namun, tidak diragukan lagi pertumbuhan ekonomi pasca perang dunia II dan kelas menengah yang berkembang memberikan dorongan pada brand dan konsumerisme yang meningkat. Hal ini diikuti oleh ledakan periklanan pada 1980-an, didorong oleh agensi seperti Saatchi & Saatchi. Di sinilah “branding” mulai banyak mendapat sorotan luas.

Selama tahun 1990-an, dengan penyebaran media yang semakin luas dan meningkatnya persaingan di antara produk dan layanan, “branding” menjadi bagian penting dari bisnis. Baik untuk brand yang berhadapan dengan konsumen langsung maupun dengan bisnis (B to B). Branding membantu bisnis menjadi menonjol dan menawarkan pemahaman kepada audiens tentang produk atau layanan yang ditawarkan.

Pertumbuhan brand di pasar baru, seperti di China dan India, terbukti dengan meningkatnya standar hidup masyarakat dan berkembangnya kelompok kelas menengah ke brand/merek global. Kemakmuran ekonomi di pasar-pasar ini juga menawarkan ruang lingkup baru untuk brand-brand mewah, yang saat itu menghadapi penurunan di pasar Barat yang bermasalah.

Lanskap Brand Saat Ini

Perkembangan brand dalam dua dekade terakhir sangat penting bagi lingkungan brand yang kita lihat sekarang. Banyak brand/merek global yang lebih besar saat ini telah dibentuk melalui sejarah merger dan akuisisi yang panjang, terutama sejak tahun 1990-an.

Gelombang dot-com pada akhir 1990-an juga melahirkan merek-merek online baru, yaitu brand dengan sedikit substansi di belakangnya gagal bertahan ketika gelembung dot-com meledak.

Taktik umum pemerintah, seperti deregulasi industri seperti layanan pos, telekomunikasi, dan perkeretaapian, juga telah membuka sektor-sektor tertentu untuk persaingan dan munculnya merek-merek baru. Semakin berkembangnya dana ekuitas swasta dan modal ventura memungkinkan brand-brand kecil untuk lebih sukses dan tumbuh dengan cepat melalui suntikan uang tunai. Dan, tentu saja, pertumbuhan media selama dua dekade terakhir juga memengaruhi kehadiran brand di mana-mana.

Keragaman branding

Apa yang sudah berubah dalam lanskap brand saat ini adalah bahwa brand dominan tidak lagi terbatas pada perusahaan. Brand dari sektor amal, seperti Oxfam, Amnesty, dan Greenpeace sekarang memiliki kehadiran global yang sangat besar.

Budaya selebriti juga telah mendorong munculnya ‘personal branding’ seperti David Beckhams, Rafael Nadal dan sebagainya. Brand dari berbagai supermodel, dan bahkan politisi, seperti Barack Obama mencerminkan identitas publik orang tersebut secara hati-hati dibangun melalui penampilan, nilai, dan asosiasi.

Peta Brand Baru

Selama akhir 1980-an dan 1990-an, merek Jepang dan Korea mulai mengubah peta persaingan Brand internasional, dengan merek seperti Sony dan Samsung yang memasuki pasar Eropa dan AS. Dalam dekade terakhir, merek dari China dan India juga mulai membuat dampak internasional dan juga melayani pasar dalam negeri yang besar.

Huawei misalnya, adalah pemain kunci di sektor telekomunikasi. Brand ini dimulai di Cina pada tahun 1988 dan memasuki pasar Eropa pada tahun 2000 menawarkan layanan telekomunikasi penuh. BusinessWeek telah mengakuinya sebagai salah satu perusahaan paling berpengaruh di dunia.

Branding Masa Kini

Sejarah brand dan branding di atas telah membuktikan bahwa sangat mungkin pada abad 21 dan seterusnya peta persaingan merek akan berubah lagi, karena pergeseran lebih lanjut dalam kekuatan ekonomi dan tren masyarakat terjadi. Krisis keuangan AS dan Eropa bertepatan dengan keinginan untuk mengkonsumsi lebih sedikit, bersamaan dengan masalah lingkungan yang mendesak seperti perubahan iklim. Ini memaksa brand untuk menyesuaikan pesan mereka dan inovasi produk mereka. Misalnya, dengan memperkenalkan produk “hijau”.

Krisis ekonomi juga dapat mengakibatkan beberapa model ekonomi baru dalam bisnis. Juga sejalan dengan pertumbuhan pesat pasar konsumen baru di Eropa Timur dan Tengah, Cina, India, dan Amerika Latin. Prospek masa depan yang mungkin terjadi dapat menghasilkan keragaman yang lebih internasional dari brand-brand terkemuka di panggung dunia (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan