Cara Membangun Brand

Langkah Dasar Cara Membangun Brand yang Baik

Loading...

Langkah Dasar Cara Membangun Brand yang Baik – Setiap brand besar selalu memiliki sistem manajemen brand atau istilah singkatnya “branding” yang kompleks namun cenderung dikelola dengan ketat dan profesional. Biasanya menggunakan tim kecil yang sudah sangat dekat dengan perusahaan serta agensi terpilih yang saling bekerja sama.

Aktivitas setiap pengembangan brand adalah sebuah investasi bagi perusahaan dan akan melibatkan proses langkah demi langkah, secara bertahap alias tidak instan, bahkan punya dimensi waktu dan sejarah sendiri. Tingkat kedalaman proses juga tergantung pada proyek dan anggaran yang dimiliki atau dialokasikan. Singkatnya langkah-langkah cara membangun sebuah brand ini harus terencana dan bertahap.

Kali ini kita akan membahas secara singkat tentang bagaimana langkah dasar cara membangun sebuah brand yang baik. Langkah dasar ini hampir dilakukan oleh setiap perusahaan dalam mengelola brandnya sehingga menghasilkan brand yang besar dan kuat.

Branding, Marketing, dan Selling

Langkah-langkah dasar pengembangan brand sering kali beririsan dengan aktivitas marketing dan bahkan selling. Namun, ketiganya mempunyai perbedaan yang mendasar. Jika definisi brand adalah persepsi seseorang (konsumen/karyawan dan lainnya) terhadap keseluruhan perusahaan baik itu produk, karyawan, mesin, pimpinan dan lain sebagainya, maka branding adalah upaya untuk membentuk persepsi itu.

Sedangkan marketing lebih cenderung kepada upaya untuk memahami kebutuhan, keinginan, dan permintaan konsumen yang kemudian menyediakan permintaan konsumen tersebut untuk mendapatkan keuntungan bagi perusahaan. Lalu selling lebih kepada bagaimana menjual produk kepada konsumen yang tepat.

Nah, bila melihat ketiga definisi di atas maka brand adalah bagian penting dari marketing dan selling, namun branding adalah kegiatan yang terpisah namun dengan marketing dan selling. Bila fokus marketing kepada konsumen, maka branding selain kepada konsumen juga kepada siapa saja termasuk stakeholder internal perusahaan.

Bila marketing dan selling lebih cenderung pada produk-produk tertentu, maka branding lebih kepada keseluruhan perusahaan yang diwakili oleh sebuah atau beberapa brand. Branding adalah sebuah proses pembentukan stimulus yang kemudian diharapkan mendapatkan respons dari siapa saja agar membentuk sebuah persepsi yang diinginkan perusahaan atau organisasi.

Kunci Dasar Cara Membangun Brand

Memahami pasar tempat brand (merek) akan beroperasi, serta audiensnya, jelas sangat penting untuk brand apa pun. Riset dan analisis pasar sering kali diterapkan pada awal proyek brand apa pun, dan dapat dilakukan melalui kelompok fokus tertentu baik offline atau online kemudian diikuti oleh pengujian pasar. Tujuan dari riset/penelitian itu adalah untuk mendukung keputusan strategis dan memberikan pemahaman pasar yang menyeluruh.

Riset pasar akan menghasilkan informasi mentah yang seharusnya mengarah pada wawasan tentang selera dan reaksi audiens (konsumen) terhadap produk, layanan, nama, dan logo. Hasilnya kemudian dianalisis dan harus dimasukkan ke dalam perencanaan brand, proposisi brand, dan juga ke dalam pengembangan kreatif brand.

Hasil akhir materi iklan apa pun harus diperiksa dengan penelitian yang akurat untuk memastikan bahwa brand ditayangkan kepada audiens yang tepat dengan bekerja sesuai dengan rencana. Sekali lagi dasar empiris dan terukur harus menjadi dasar cara membangun brand yang baik. Setiap brand besar dan kuat pasti punya alokasi anggaran yang tidak sedikit untuk penelitian yang berkelanjutan.

Secara praktis beberapa tahapan utama berikut ini yang paling umum dilakukan oleh setia perusahaan dalam membangun merek (brand). Selain itu ada berbagai keterampilan yang terkait saat mengembangkan brand (barnding). Tahapan-tahapan ini tidak saja berlaku ketika kita mengembangkan brand baru, namun juga sangat bermanfaat untuk menyegarkan atau memperbarui brand yang sudah ada.

1.     Merumuskan Strategi Brand

Strategi merek/brand sangat penting untuk menentukan arah brand. Perumusan strategi branding dapat dikelola “di rumah” (di dalam perusahaan) atau dilakukan bersama-sama dengan agensi atau konsultan merek (brand).

Sebagai panduan umum, sering kali agensi brand, atau agensi marketing/pemasaran utama, yang membantu membuat strategi branding. Strategi harus merinci area seperti pemahaman audiens yang akan disasar, pasarnya (termasuk pesaing), dan juga harus terintegrasi dengan visi perusahaan. Perusahaan juga dapat membuat atau mendanai penelitian tentang kebutuhan dan pengalaman audiens tentang brand tersebut.

Strategi di atas akan dimasukkan ke dalam tahap pengembangan brand, yang atas dasar kajian empiris hasil penelitian kemudian dilakukan pembuatan tampilan dan nuansa brand, termasuk bahasa brand (nada suaranya) serta logo dan nama. Hasil riset pasar, visi perusahaan, dan rumusan strategi pengembangan brand harus mampu menjadi nyawa dari tampilan dan nuansa brand.

Perubahan brand secara keseluruhan seperti perubahan nama atau logo mungkin tidak diperlukan, tetapi mengubah aspek visual brand dapat menyegarkan atau memodernisasi brand. Tahap proses branding ini cenderung dilakukan oleh agensi branding, yang akan memiliki desainer dan penulis profesional sebagai bagian dari tim.

3.     Implementasi Kreatif: periklanan dan kehadiran digital

Implementasi branding hampir selalu melibatkan desainer dan biro iklan. Agen periklanan masih memainkan peran yang sangat kuat dalam eksekusi merek, mereka sering kali bekerja dalam kolaborasi jangka panjang dengan perusahaan.

Dalam banyak kasus, agensi iklan akan ‘memiliki’ eksekusi merek, bagian yang terlihat di baliho, TV, dan di media cetak bahkan elektronik. Agensi desain sering kali menjadi kunci dalam proses implementasi merek, dan ada banyak agensi desain kecil yang akan melakukan implementasi merek secara penuh, mulai dari konsep hingga pengembangan.

cara membangun brand dan branding

Beberapa agensi berspesialisasi dalam menjalankan branding secara online, yang dapat membuat  terjemahan penuh sebuah brand konvensional ke ranah digital, dengan strategi dan proses kreatif untuk memastikan bagaimana brand seharusnya terlihat, terasa, dan berkomunikasi secara online.

Kehadiran digital suatu brand sekarang sama pentingnya dengan periklanan tradisional dalam proses eksekusi branding. Bahkan saat ini sudah ada yang mengarah ke tingkat yang lebih tinggi lagi, yaitu kehadiran online lebih penting daripada kehadiran konvensional.

4.     Mengkomunikasikan Brand

Tahapan penting dari cara membangun brand adalah eksekusi brand, namun bagian penting dari eksekusi brand adalah menentukan cara terbaik mengkomunikasikan brand. Agen pencitraan brand harus memainkan peran kunci di sini, dengan mengembangkan rencana komunikasi untuk keberadaan brand yang sedang berlangsung.

Beberapa agen hubungan masyarakat juga mengkhususkan diri dalam bidang ini. Strategi komunikasi ini harus mencakup karyawan dan pelaksanaan komunikasi eksternal untuk merek yang sedang dibangun.

Demikianlah bahasan kami tentang langkah-langkah dasar sebagai cara membangun brand yang baik. Semoga tulisan ini bermanfaat…. Selamat berkarya (maglearning.id).

Loading...

3 comments

Tinggalkan Balasan